Hari ini rasanya bukan sekadar melihat Fahmi lulus. Ini seperti melihat seluruh perjalanan hidup kami diputar ulang, dari titik yang paling berat sampai akhirnya sampai di hari ini.
Sejak ayah pergi, hidup berubah. Banyak hal yang dulu terasa pasti, tiba tiba hilang arah. Dan di tengah semua itu, ada satu hal yang selalu aku pegang, aku harus jaga Fahmi. Aku harus pastikan dia tetap punya masa depan, tetap punya kesempatan untuk jadi versi terbaik dari dirinya.
Sebagai kakak, aku belajar jadi banyak hal sekaligus. Jadi tempat bergantung, jadi pengingat saat dia mulai lelah, jadi orang yang harus tetap kuat bahkan ketika sebenarnya lagi rapuh. Aku tahu jalannya tidak selalu mulus. Ada capek yang tidak pernah aku ceritakan, ada khawatir yang sering aku pendam sendiri.
Tapi setiap kali lihat Fahmi tetap berusaha, tetap bangkit, aku tahu semua ini layak diperjuangkan.
Dan hari ini, aku benar benar melihat hasilnya.
Berdiri di momen kelulusan ini, Fahmi bukan cuma membawa gelarnya. Dia membawa semua cerita di baliknya. Semua air mata yang mungkin tidak terlihat, semua usaha yang diam diam, semua doa yang tidak pernah putus dari aku dan ibu.
Sampai akhirnya satu momen itu datang. Saat namanya dipanggil, bukan hanya sebagai lulusan, tapi sebagai lulusan terbaik.
Jujur, di detik itu rasanya seperti waktu berhenti sebentar. Semua lelah, semua perjuangan, semua tanggung jawab yang aku jalani selama ini seperti terjawab dalam satu panggilan nama.
Aku langsung lihat ke ibu. Di matanya ada rasa yang campur aduk, bangga, haru, lega. Mungkin ini adalah salah satu momen yang paling kami tunggu tanpa pernah benar benar kami ucapkan.
Fahmi, kamu bukan cuma berhasil lulus. Kamu melampaui itu. Kamu membuktikan kalau semua yang kamu lewati tidak sia sia. Kamu membuktikan kalau kamu kuat, kamu mampu, dan kamu layak ada di titik ini.
Kamu mungkin tidak selalu tahu seberapa besar kamu berarti dalam hidup aku. Kamu bukan cuma adik. Kamu adalah alasan aku belajar bertahan, belajar kuat, belajar untuk tidak menyerah walaupun keadaan tidak mudah.
Terima kasih sudah terus jalan sampai sejauh ini. Terima kasih sudah tidak menyerah, bahkan di saat mungkin rasanya berat banget. Kamu sudah membuktikan semuanya hari ini.
Hari ini aku bangga. Bangga sekali.
Tapi lebih dari itu, aku juga terharu. Karena aku tahu, di balik kelulusan ini, ada cerita tentang kehilangan, tentang tanggung jawab, tentang cinta yang tidak pernah berhenti walaupun keadaan berubah.
Ini bukan akhir. Ini baru awal perjalanan kamu.
Dan seperti dulu, aku akan tetap di sini. Menemani, menjaga, dan memastikan kamu tidak pernah jalan sendirian.
Aku sayang kamu, Fahmi.
Kami sayang kamu.
Dan kami bangga sekali sama kamu.




















0 comments:
Post a Comment