Internship in Eisai Indonesia, DAMN! How Lucky I am!

For me, Internship Program in PT Eisai Indonesia by The DEC Project Managers Meeting and BELKAGA Event is a really one of my greatest experience ever. The way we meet, discuss, and initiate many ideas for better Indonesian Future in social health. By this experience I learn how to maintain a big project into local level, directly visit to the company and finalized the ideas by share and discussion with the company leader form Japan and in Indonesia, and also the project managers around the world. Thank you AIESEC! for having me in this project.

DIMAS DIAJENG JOGJA 2019

Paguyuban Dimas Diajeng Jogja adalah rumah untuk mengembangkan potensi diri, tempat di mana kami saling menerima perbedaan, mendukung satu sama lain dan mendedikasikan diri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata kota Jogja.

Gadjah Mada Menyapa: Serunya Berkeliling Sulawesi Selatan dan Menebar Semangat Kebaikan

Menjadi satu di antara segelintir anak daerah yang bisa mengenyam pendidikan di kampus besar Gadjah Mada membawa tanggungjawab tersendiri untuk berkeinginan berbagi dan menginspirasi mereka adik-adik kami yang lainnya untuk bisa bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Ini pengalaman kami berkeliling Sulawesi Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Gadjah Mada Sul-Sel dalam rangkaian Gadjah Mada Menyapa.

Gadjah Mada Muda: Petualanganku sebagai Mahasiswa UGM Berawal di Sini

Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah karena saya sadar tidak semua dari anak daerah seperti saya bisa mencicipi bangku kuliah, apalagi di salah satu kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan momen berharga ini, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk dapat belajar dan membangun potensi yang lebih baik lagi serta menebarkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan melalui dedikasi dan semangat untuk mengabdikan diri. Inilah awal kisahku, Gadjah Mada Muda 2014

MUN: Pengalaman Merepresentasikan Negara di Simulasi Forum PBB

Simulasi Sidang PBB atau Model of United Nations adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan dan kapasitas dalam bernogosiasi, berdiskusi dan beradu argumen untuk lebih peka dan peduli pada isu-isu internasional. Simak bagaimana saya mengikuti Padjadjaran Model United Nations, dan dapatkan tips-trik bagi kamu yang mau mengenal dunia MUN di sini.

Showing posts with label Flash Back. Show all posts
Showing posts with label Flash Back. Show all posts

August 19, 2023

Puisi: Senyum Senja

 

Remang lampu temaram 

Angin lembut berlalu menyambut malam

Kehendak tak bisa kuungkap walau sekadar menitip salam

Aku kembali di tempat kita dulu banyak tawa terekam


Apapun jadinya kini kita berdua tak terjalin

Kumengalah meski rupanya berat menahan ingin

Ujian itu kadang terasa baru kemarin


Rindu hadirmu kala diri ini letih dan tertatih 

Ingat setiamu yang hari-hari menemani 

Nyaman hangat bak senja sayup-sayup mentari 

Dan dekap delam rembulan yang iba merestui

Ungkapan maaf semoga suatu saat mendapat abadi


Hanya dengan kisah kita belajar memahami

Ulang tahunmu mungkin bertambah satu lagi

Harap-harap kosong yang kini menghampiri

Ucapan dan doa-doa sembari sampai menemani

August 04, 2023

Tim Advo Reunion

Hola!

Hari ini baru aja abis balik dari kumpul-kumpul reunian yang udah lama banget ga ketemuuu. Ini dia anak-anak tim Advokasi Dewan Mahasiswa Fisipol di jamannya.. wah udah lama banget kayanya yaaa, padahal jaman dulu hampir tiap malam bisa ngumpul gaya ngeburjo kaya gini di burjo-burjo sekitaran kampus wkwk. Jadi kangen.

 
Setelah sekian lama ga bersua, mungkin kuran lebih udah lima tahun yang lalu ya, aktif-aktifnya Advokasi Dema ini tahun 2017. Malam ini akhirnya bisa kumpul lagi buat temu kangen. Ini dalam rangka Mba Ainun kadep kesayangan lagi main ke Jakarta katanya. Tapi gatau dengg ini sebenernya doi beneran main doang apa jangan-jangan udah hijrah ya ke Jakarta hmmmm

BTW, minta maaf dulu neh ke Mba Ainun, soalnya gue sebagai PJ acara malam ada miskomunikasi.. wkwk Meskipun udah janjian sepakat semuanya buat kumpul di Roti Bakar Mang Edi yang Blok M, eh maah kesasar wkwkk Gue sendiri ga sadar kalo Mba Ainun kan baru di Jakarta, asumsinya semua orang harusnya udah tau tempat nongkrong paling populer se Jakarta Selatan ini ya. Taunya pas share location, aing ngasih yang alamat Haji Nawi. Hahah. 

Ini salah Mbah Google ini mahhh (denial), orang ngetiknya Roti Bakar Mang Edi, yang dikasih alamat Haji Nawi. jadilah Mba Ainun sebagai orang paling pertama nyampe, namun ternyata ga ketemu sama siapa-sapa karena salah tempatttt wkwkwk sori skali lagi maafkan.

 


Dan di balik foto-foto petakilan ini, ada diskusi-diskusi berbobot sesekali soal politik ekonomi yang khas banget anak fisipol. Ya sesekali juga diselingi becandaan absurd khas Farras dan Bang Badrul, tapi emang bikin kangen sihh ternyata wkwk Udah lama banget rasanya bisa ngobrol berat-berat soal negara kaya giini. 

 

 
Topiknya politis banget gais, dan padahal udah lebih banyak dari kita di foto ini sebenarnya udah melenceng menjauh dari dunia perpolitikan.. wkwk Kalau kata Farras sih emang dari dulu mengklaim dirinya bukan “Mahasiswa Aktivis” yaa wkwkwk

yang paling politis, yang tentunya Opa-oppa Sumenep Bang Badrul lah, secara alumni sekolah master Koreya yang sekarang udah terjun langsung di dunia politik sebagai tenaga ahli di Dewan Perwakilan Rakyat. Ternyata dia juga involve di komisi yang bahas soal Kementerian Keuangan sebenernya, yang masih nyerempet-nyerempet anak perbankan ini, ada gue sama Dita. Eh tapi kalo Dita baru nyebur, ai udah alhamdulillah naik diangkat dan ditiriskan sih wkwk 


Mba Ainun, Mas Badrul, Farras, Dita segelintir orang-orang yang pernah mewarnai dunia peraktivisan Jogja dan Advo Dema, yang banyak nemenin belajar langsung gimana rasanya belajar langsung terjun di tengah orang, masyarakat, dan pemangku kebijakan, termasuk para pejabat-pejabat kampus di jamannya. 

Hari ini diskusi-diskusi baru memberikan kesegeran pikiran, juga wajah-wajah lama yang masih membawa kenangan lama, meskipun mungkin kita sudah lama ga jumpa, rasanya masih sama. Hangat, solid, dan masih kadang kurang obat juga gila-gila dikitnya. Tapi I know, seems they are growing. Keliatan banget. Farras, Mba Ainun, Bang Badrul, they are not the same person yang bareng-bareng gue dulu liar ke sana kemari bergelut topik-topik receh dan diskusi soal kebijakan kampus. But I am happy. Hopefully the growth still up more and more. I feel blessed to have such this healthy people surroundings. 

Terima kasih buat kehangatannya malam ini. Semoga candaan dan tawa kita malam ini, besok-besok bisa bersua lagi. Stay safe jugaaa kalean!! Jakarta banyak polusi hari ini fyuhh ~

May 03, 2021

Bring Me Back: A Draft Letter





Here is the one of a hard written letter that finally I spill here because I know it will never sent. 

To reach you, to text you back, It will never stay the same.


 I miss you.

When every day I got lost with all the hectics, 

The rushes, the dashes.

Even if I full fill the 86,400 seconds on a day

And even if I run so fast until I can’t fell my own leg

My memories is stay keeping you there.


Every last of hours at the nights, the same feeling is going to come, numb.

My heart, it just felt like the tight safety belt, on our trip to Jakarta, at the first time,

Locked and just stay there. 


Every body hurt some times, Maroon five said.

But I am sure, 

how ever the storm beating the ground,

The brighter sun is going to come after.


Still you? Remember when we are craving for the midnight meals?

When the storm is coming, and we just sit down calm and looking eyes each other.

We know the storm will be passed,


I am begging, Bring back me the old you.

But I know I can’t.


Now what the only thing to do is the same.

Cheers to the wish you are here but you are not

Somebody said your name, but It just not the same. 

I miss you.

July 02, 2020

Selamat Hari Anti Narkoba Internasional! Semanis Apapun Godaan Narkoba di Awal, Ayo Lawan!


Hola!

Ga kerasa ya separuh perjalanan sudah terlewati di tahun 2020 ini. Semoga semua yang telah kita lewati menjadi pelajaran berharga, dan ke depannya bisa lebih baik lagi, soal COVID segera teratasi dan hilang dari peredaran muka bumi, juga semua yang sedang dalam hajatnya dimudahkan dan dilancarkan. Teruntuk mereka saudara-saudara kita yang terdampak dari pandemi COVID19 ini, semoga bisa tetap semangat dan berikhtiar semoga selalu ditemukan jalannya dan yang terbaik pastinya.

Oke, jadi baru saja tanggal 26 Juni kemarin ga kerasa, baru aja diperingati kembali, salah satu hari besar yang diperingati sebagai International Day Against Drug Abuse and Illcit Trafficking, atau di Indonesia kita kenal sebagai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). 

HANI ini rasanya salah satu peringatan yang berkesan sekali buat gue pribadi bahkan dari sejak SMA dulu, karena peringatan dan kampanye-kampanye anti Narkoba ini kan memang selalu gencar banget ya, dan bahkan dari dulu selalu dikemas dengan gaya-gaya yang asik dan penuh kreatif. Jadi semacam antusias gitu setiap kali perayaannya, pengen ikut nonton festival bareng-bareng, kalau dulu banyak lomba-lomba juga sampai bahkan ikut sebagai volunteer kampanye langsung. 

Pas di kuliahan, bersyukur banget pernah jadi bagian dari Raja Bandar, sebuah organisasi kemahasiswaan yang masih fresh banget di tahun 2014. Waktu itu masih awal banget gue join dengan Mba Allen, bisa dibilang salah satu penggagas organisasi ini dan akhirnya ikut buat ngerintis bareng-bareng, dapat suport kerja sama dengan Direktorat Kemahasiswaan untuk kampanye anti narkoba di lingkungan kampus UGM. 

Kalau ingat jaman-jaman itu, sepertinya berasa waktu cepat banget berlalunya ya, karena itu masih baru berasa kemaren bareng temen-temen pionir di Raja Bandar Asa, Yorry, Nisa, Alfian, bolak balik dari Balairung Gedung Pusat, ke Gelanggang, ke Asem Kranji, ngurusin diskusi, rapat, diskusi lagi, bikin campain Kabar Baginda, dan termasuk yang paling mengasikkan jalan-jalan rekreasi bareng sampai naik gunung ke Gunung Api Purba Nglanggeran. 

Tahun 2016 masa-masa yang jauh tak kalah serunya dimana gue masih dipercaya bantu Kak Allen di Pilar Pendidikan di Raja Bandar. Tahun 2016 agenda kampanye anti Napza jauh lebih kenceng lagi, ketika kita akhirnya berhasil buat propose program Pemilihan Duta Anti Napza UGM untuk pertama kalinya. Juga jadi tahun inisiasi pertama kita adakan musyawarah besar pertama, dan juga bisa lebih matang lagi dalam nyusun program-program kerjanya. 

Kalau dilihat dari progres selama setahun, emang 2015 ke 2016 Raja Bandar itu signifikansinya cukup pesat banget untuk organisasi mahasiswa yang seumur jagung. Under Kak Allen, banyak mimpi-mimpi yang kita jadiin target visi perkembangan Raja Bandar buat ke depannya. Selain perempuan cerdas dan keibuan, Kak Allen yang jadi Ketua di Raja Bandar waktu itu juga jadi salah satu yang gue sebut mentor pas jaman kuliah dulu. Jadi teman diskusi sampai dengerin banyak wejangan yang cukup ngebantu banget buat ngarahin personal development buat ngadepin kerasnya dunia perkuliahan.

Duta Anti NAPZA UGM 2016 - with Allen Safitri (Ketua Raja Bandar 2014-2015)

Pemilihan Duta Anti Napza 2016 yang sukses digelar juga jadi batu loncatan buat pematangan proker-proker Raja Bandar yang lain, termasuk kaderisasi yang lebih terarah di Diklat Kader Anti Napza yang dibantu langsung sama Pak Senawi selaku Direktur Kemahasiswaan waktu itu. Pak Senawi adalah salah satu dosen yang paling banyak berjasa sih baik di Raja Bandar maupun juga kegiatan-kegiatan kemahasiswan selama gue kuliah di UGM 2014-2018. 

Sebagai mahasiswa yang antusias dengan dunia organisasi kampus, ga jarang gue dan Pak Senawi dulu ketemu di forum-forum Kemahasiswaan. Tapi uniknya, kadang di satu forum jadi sangat vokal mengkritisi kebijakan kampus dan di pertemuan lain justru duduk bareng sebagai anak yang minta bantuan dan arahan. 

Termasuk untuk program Duta Anti Napza sendiri, beliau getol betul paling semangat menginisiasi banyak banget program kerja dan ide-ide pokoknya gimana caranya UGM harus jadi kampus nomor satu dan teladan buat pergerakan anti Narkobanya. Sampai beberapa kali gue dengerin dan ngerasain langsung sebesar itu dukungan Direktorat Kemahasiswaan buat suport kita mendalami dunia penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus dan aktif buat kampanye anti Narkoba di tengah teman-teman mahasiswa. 

Koordinasi Program Pencegahan Anti Narkoba di Lingkungan Kampus dengan Direktorat Kemahasiswaan

Banyak banget akhirnya program-program kerja sama yang gue ikut partisipasi selama di Raja Bandar bareng temen-temen waktu itu, mulai kerja sama baik di internal UGM maupun keluar. Tahun 2016 untuk pertama kali UGM mempersyaratkan untuk mahasiswa barunya melampirkan dokumen Pemeriksaan Anti Narkotika dari instansi Rumah Sakit sebagai komitmen Mahasiswa UGM Anti Narkoba sejak dini, dan direspon baik oleh fakultas-fakultas dalam gelombang seleksi penerimaan Mahasiswa Baru waktu itu. 

Kerja sama banyak dari Bapak-Ibu dosen-dosen di Fakultas Kedokteran, sangat open banget buat bantuin kita ngadain seminar dan pelatihan pengenalan dunia Penyalahgunaan Narkoba dan dinamika pemberantasannya. Dua sampai tiga kali kita sempat kerja sama buat ngadain seminar di beberapa fakultas berbeda dan selalu penuh dengan partisipasi teman-teman mahasiswa yang pengen belajar soal pemberantasan Narkoba di lingkungan kampus. 

Foto Bersama saat menerima Kunjugan UKM Peduli NAPZA UNDIP 


Juga kerja sama dengan pihak eksternal mulai dari organisasi-organisasi sejenis yang bergerak di bidang anti Napza bahkan juga termasuk kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional, baik di tingkat Provinsi DIY maupun Nasional. Kita dilatih di Diklat Anti Napza buat tahu wujud langsung benda yang namanya Narkotika itu kaya apa aja sebenarnya. Termasuk buat tahu apa aja efek-efek sementara yang jadi pemanis buat anak-anak muda kaya kita nekad buat coba-coba dan akhirnya terjerumus dalam dunia Narkoba. 

Semakin banyak kita paham bentuk real di lapangan seperti apa, dengan begitu kita diharap semakin awam dan jauh lebih bisa buat masuk dan ngebongkar jaringan narkoba yang bisa jadi lagi mengintai dan ada ditengah-tengah kita di dunia perkuliahan. Dengan begitu juga kita jadi lebih mahir dalam mengidentifikasi seperti apa bentuk nyata bahaya penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus dan mencegah sejak awal dan gimana kita jadi bagian buat pencegahan dan pemberantasan dari penyalahgunaan Narkoba itu sendiri. 

Selain itu, kita juga dilatih gimana cara pertama yang harus kita lakukan ketika salah satu teman di sekitar kita nunjukin gejala penyalahguna Narkoba. Bahkan kalau sampai ada yang bisa open dan curhat ke kita, tanggungjawab besar buat tetap menjaga kepercayaan mereka dan ambil jalan yang terbaik untuk bantu dia keluar dari dunia kelamnya. 

Selain kontribusi di Diklat Kader Anti Napza, waktu itu juga dapat suport BNN yang gede banget sampai diajak kerja sama untuk ikut belajar dan volunteer langsung jadi pembawa materi di sekolah-sekolah buat kampanya Anti Narkoba di wilayah Jogja dan Jawa Tengah. 

Yang paling berkesan, salah satunya pas kita datang ke satu sekolah SD gitu di Solo, di mana ternyata itu nama wilayahnya Kampung Narkoba saking dulunya emang dikenal paling kenceng peredaran Narkoba di wilayah itu, dan anak-anak yang kita temui buat sharing bareng-bareng itu emang udah pada mafhum soal apa itu Narkoba. Jadi bahkan lebih berpengalaman mereka sebenarnya, dan gue pribadi justru jadi belajar lebih banyak ke mereka soal Narkoba di kehidupan nyata. 

Pas berkunjung langsung, gue bisa jadi lebih dekat dan dengar langsung gimana jadi anak yang di lingkungan sekitar bahkan di dalam keluarga mereka sendiri akrab dengan dunia Narkoba. Dengerin gimana cerita kondisi keluarga mereka yang hancur karena Narkoba, yang akhirnya kesehatan keganggu sampai sekolahnya berantakan dan masa depan rusak karena kecanduan, tapi di sisi lain ya pada akhirnya Narkobalah yang ngehidupin mereka, penghasilan orang tua mereka didapat dari hasil penjualan narkoba yang dijual gelap ke masyarakat. Jadi semakin membuka mata, betapa dunia peredaran narkoba di masyarakat betul-betul kompleks dan serumit itu tapi bukan berarti mustahil buat kita berantas bareng-bareng. 

Dua tahun yang cukup penuh dengan banyak agenda dan dinamika perjuangan kampanye anti Napza, ternyata jadi ga kerasa begitu cepat berlalu. Masih inget banget tahun-tahun itu sampai hampir kewalahan ngimbangin jadwal kuliah, sama kegiatan-kegiatan Duta Anti Napza di Raja Bandar, belum lagi kegiatan-kegiatan organisasi yang lain. 

Tapi seneng banget sih, ga ada menyesalnya sama sekali bisa diterima jadi bagian Raja Bandar waktu itu. Belajar banyak banget hal baru dan pengalaman berharga yang ga mungkin di dapatin di kelas. Bahkan networkingnya bisa nambah, dan lingkar pertemanannya sehat banget jadi kerasa erat banget kekeluargaannya.  

Salah satu yang paling terkenang selama belajar di Duta Anti Napza Raja Bandar, kata-kata Ibu Dirjen BNN persis sebelum kita berangkat buat terjun langsung ke Kampung Narkoba: Kurang lebih kata-katanya gini: 

"Apa yang kalian dapatkan hari ini syukuri! Kita hari ini akan bergerak mendekat ke lingkar Peredaran Narkotika paling berbahaya di wilayah DIY dan Jawa Tengah, untuk hadir di tengah-tengah mereka, bukan ikut-ikutan jadi kayak mereka, tapi buat memahami bagaimana kita akan melawan dengan situasi yang kita lihat langsung dari mereka. Dan jadikan pelajaran betul-betul buat jangan pernah coba-coba dengan yang namanya Narkoba." 

Raja Bandar - Jauhi Bahayanya, Dekati Penggunanya

Emang dunia Narkoba itu serem, percaya deh. Tapi oleh karena itu justru alasan kita buat gimana caranya ambil bagian ikut nyelamatin diri kita sendiri dan orang-orang di sekeliling kita biar terhindar dari bahaya-bahayanya. Jangan sampai kawan main kita jadi salah satu korban yang terjerumus ke dunia gelap Narkoba. Pun Kalau memang ternyata ada dari mereka yang sudah terlanjur terjerumus, jangan tinggalkan dan biarkan mereka berjuang sendiri. Mereka bisa bangkit kok, dan butuh kepedulian dan suport moral dari kita orang yang ada si dekat mereka.

Selamat Hari Anti Narkoba Internasional ya buat tahun ini! Meski kita di tengah pandemi dan harus berjaga jarak, semoga kita masih bisa ambil bagian ya dalam meneruskan perjuangan anti Narkoba sekecil apapun itu. Semoga kita masih bisa tetap aware sama lingkungan sekitar dan teman-teman dekat kita yang kita sayangi, dan selalu bisa saling menjaga buat jauh dari Penyalahgunaan Narkotika. 

Salam Virus Biru! Tebarkan Virus Kebaikan, Lawan Penyalahgunaan Narkoba dimulai dari kita dan lingkungan terdekat kita ✊✊

March 26, 2020

Work from Home, Really?


Holaa!
Apa kabar kalian yang udah seminggu ngerasain nikmatnya leyeh-leyeh di rumah sambil ngebantu bangsa buat merangin Corona?

Kalian beruntung gaess!
Soalnya ada orang-orang kaya gue yang masih terus masuk buat kerja meski situasi pandemi korona makin mengancam di mana-mana.😭 Kalo kata ananak kantor gue, we are doing another WFH: Work from Heart ❤️ 

Gue sendiri belum dapat kesempatan Work From Home (WFH) kaya teman-teman lain yang mungkin kerja di kebanyakan kantor-kantor di Jakarta.

 Karena kebijakan kantor gue yang masih jeli dalam mengantisipasi dampak ekonomi dari kebijakan WFH ini, maka akhirnya kita-kita WFH dengan skema jadwal yang bergantian. DI TENGAH KORONA GINI GAESS!?! Masih aja ga lock down dan bahkan WFH aja masih diatur ganti-gantian!?!?!! REALLYY😭😭😭

Gue sendiri masih dapat jadwal masuk dan baru WFH di tanggal 2 April 2020 mendatang. Semangat ya gaess, doain gue stay safe😭

Nih setelah sekian lama terpisah jarak dan kesibukan duniawi masing-masing akhirnya bisa kembali reunian bareng mereka. Senior-senior kampus yang jadi partner kerja di masa-masa part time jaman kuliah. Yang kita kasih julukan Squad Pekerja Muda, karena isinya mahasiswa-mahasiswa berkedok anak muda, yang mengambil jalan ninja sebagai pekerja paruh waktu untuk berjuang demi ilmu dan tambahan uang jajan dengan mengandalkan riset dan proyek-proyek tentang isu kepemudaan.

Digital conference dengan aplikasi Zoom
Seru juga yaa ternyata bisa virtual meeting kaya gini ☺️☺️ Nama aplikasinya adalah Zoom, yang sekarang lagi trend di kalangan pegawe-pegawe kantoran karena jadi media perantara dalam berinteraksi, diskusi, pokoknya semacam rapat-rapat online buat ngebahas tugas-tugas kantor dari rumah masing-masing.

Kali ini karena kegabutan yang melanda mereka yang lagi WFH ini, Zoom kita pake buat conference call bareng-bareng skalian buat silaturahmi. Nah akhirnya ini aing ikutan juga join sama undangan mereka yang bela-belain sampe nelponin buat ikutan video call lewat Aplikasi Zoom ini. Ada Mas Adit dan Mba Yanti yang pada masanya menjabat sebagai Project officer dan asisten riset, juga ada Mba Irma dan Kak Dilla, salah dua dari teman-teman sesama magang di Pusat Studi Kepemudaan YouSure FISIPOL UGM tahun 2017.

Judul captionnya udah kaya judul-judul riset yang pernah dikerjain masa-masa di YouSure

Rasanya masih ga kebayang yaa..  Kita hidup di tengah situasi genting dan akan sangat bersejarah dalam skala dunia ini. Isu pandemi atau penyakit menular melalui virus yang diberi nama Corona itu awalnya cuma awang-awang belaka karena hanya  terjadi di China, nun jauh di sana. Kita-kita di Indonesia mah santai wae, perbincangan sepintas dan bahkan sekadar dijadikan bahan becandaan.

Habis itu pelan-pelan virus dan penyakitnya ini menyebar ke berbagai penjuru negara, hingga ketika tiba waktunya virus itu kian hari kian meluas dan sampai di tengah-tengah kita di Indonesia, baru rasa ketakutannya bertambah parah naik dua sampai tiga kali lipat dari sebelumnya. Stok masker, hand sanitizer, sampai-sampai bahan-bahan sembako di pasaran pelan-pelan mulai menipis dan mengalami kenaikan harga yang cukup fantastis.

Semua tempat-tempat umum disterilisasi, sekolah dan kampus-kampus diliburkan, kantor-kantor diperketat, sebagian besar pegawai diinstruksikan bekerja dari rumah, dan sekarang jalan-jalan lengang dan semua pusat-pusat kegiatan dan keramaian sepi.

Manusia dilanda kecemasan akan ancaman penyebaran penyakit yang berpeluang mematikan. Meski bicara data tidak seburuk beberapa penyakit ganas lainnya, tetap saja virus ini berbahaya. Mereka cepat menular dan semakin mengancam bagi mereka yang daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Di sisi lain, ini adalah waktu yang tepat untuk berbenah. Dan momentum yang tepat untuk Bumi menormalisasi bagian-bagiannya yang sudah lama tergerogoti oleh aktivitas manusia.

Meski begitu, tidak ada bahagia di tengah ancaman ketakutan dan orang-orang sakit yang menderita. Mari berdoa bersama agar penyakit ini segera sirna. Dan ketakutan-ketakutan kita mereda. Dan semoga kita bisa sama-sama berbenah, menjadi manusia yang lebih mulia selepas virus Corona mereda. Bahwa kita hidup dan berpijak di atas bumi yang sudah tua. Bersahaja dan bijak terhadap bumi dalam setiap langkah di karya-karya selanjutnya.


November 18, 2019

Flash Back Setahun SOPREMA 2018


SOPREMA: Sociopreneur Muda Indonesia.

Rasanya baru lepas berapa hari perhelatan SOPREMA 2018 digelar, dan tiba-tiba terhenyak.. Ternyata sampai juga pagelaran SOPREMA 2019 yang sudah dilaksanakan kembali.

Acara ini adalah salah satu event paling berkesan selama menjalani dinamika mahasiswa di Jogja bagi aku pribadi.

SOPREMA dimulai sejak tahun 2016 atas prakarsa Pusat Studi Kepemudaan Youth Studies Centre Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta dukungan Bank BRI sebagai sponsor utama.

Berkecimpung dalam banyak kegiatan kampus termasuk meng-handle event sekelas SOPREMA adalah pengalaman yang telah banyak membentuk mental dan kepribadian aku secara langsung maupun ga langsung. Bahkan bisa dibilang perjalanan di SOPREMA sendiri adalah sebuah dinamika yang sangat berkesan karena benar-benar pernah dilibatkan langsung ssejak awal-awal kegiatan ini dimulai di tahun 2016 sebagai volunteer, 2017 sebagai koordinator sub acara, sampai akhirnya bisa jadi dalang Project Officer pada tahun 2018.

Untuk mengenang dinamika pagelaran acara yang memorable ini, maka biarkanlah beberapa momen-momen berkesan "behind the scene" di balik suksesnya pagelaran acara ini akan dipajang di galeri postingan blog pribadi ini.


Rapat koordinasi Panitia Eksekutif dan Tim Inti PIC Soprema 2018 
Dalam persiapannya, kegiatan utama yang aku pribadi lakukan adalah membangun koordinasi ke segala arah lini struktur kepanitiaan yang ada dalam kegiatan ini. Berhubung kegiatan ini adalah acara skala nasional dan ekspektasi yang cukup besar, maka jumlah orang-orang yang dilibatkan pun tidak sedikit.

Panitia Eksekutif yang terdiri dari direktur dan masing-masing koordinator sub-acara adalah beliau-beliau para dosen di Fakultas ISIPOL UGM dan memiliki pengalaman yang mumpuni di bidangnya masing-masing.

Adapun tim panitia PIC atau person in charge terdiri dari kalangan mahasiswa yang bertanggungjawab mengeksekusi rancangan kegiatan di divisinya masing-masing. Tim ini juga dibantu oleh koordinator PIC suporting yang membantu dukungan tiap-tiap acara khususnya di dalam kebutuhan logistik, perlengkapan, media dan dokumentasi hingga liaison officer yang bertugas menjembatani komunikasi panitia dengan para peserta kompetisi dan inkubasi sociopreneurship.

Audiensi awal dengan perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, ada Ibu Isma (di tengah) dari Deputi Pengembangan Pemuda bidang Kewirausahaan Pemuda. Audiensi ini diterima langsung oleh beliau yang saya hormati dan kagumi Mas Najib Azca, Direktur Youth Studies Centre FISIPOL UGM, Mba Lusi (Dosen PSdK sebagai perwakilan Panitia Eksekutif SOPREMA dan Saya yang didampingi Mba Erma Wiena sebagai PIC (Person in Charge) Koordinator Panitia. 
Selfie di tengah malam menjelang beberapa hari menuju puncak pelaksanaan acara SOPREMA. Lembur sampai tembus pagi di BC 204, kantor YouSure yang bersejarah. Makasih para PIC koor yang bakoh-bakoh bisa setia menemani perlemburan persiapan acara ini..

Suasana menjelang hari-hari terdekat pelaksanaan acara yang penuh dengan kesibukan persiapan logistik dan kelengkapan acara. 



Bersama Mas Galih, Koordinator Expo squad senior andalan sobat sambatku (hormat omm hehe) Mengamati dan mengawasi proses persiapan Expo di pelataran Selasar Barat Kampus FISIPOL UGM Bulaksumur

Rapat koordinasi bareng Faisal Ammar Komandan Bos squad tim LO dan kompetisi semalam sebelum hari H pelaksanaan kegiatan

Acara tumpengan sederhana  untuk doa bersama sehari sebelum acara dilaksanakan. Sarasehan bersama para panitia dan dosen-dosen koordinator yang telah menggagas dan memperjuangkan acara ini sejak 2016. Nampak dari kanan ke kiri: Mas Hempri Suyatna Direktur SOPREMA, Pak Muhamad Yahya selaku Deputi Direktur SOPREMA, dan Mas Najib Azca Direktur YouSure FISIPOL UGM. 
Rapat koordinasi bersama seluruh panitia yang terlibat sehari sebelum pelaksanaan kegiatan SOPREMA. Hosshh!
Kegiatan Pembukaan Rangkaian Acara SOPREMA 2018, sambutan dari Bapak Erwan Agus Purwanto selaku Dekan Fakultas ISIPOL UGM 
Pintu gerbang Expo SOPREMA 2018 hasil kreativitas Mas Galih and team yang luar biasa.. Josh mas suwun 

Suasana penyambutan sekaligus technical meeting dengan peserta SOPREMA 2018 di Ruang Auditorium Wisma MM UGM Yogyakarta

Bersama Mba Erma Wiena mewakili SOPREMA untuk acara Talkshow Radio Geronimo FM Jogjakarta. Ada juga Mas Sigit dan Mas Taufan sebagai perwakilan dari Bank BRI. 

Kenampakan salah satu spot Expo SOPREMA, dalam sesi Talkshow, pembicaranya adalah beliau Mas Nauval dari FT UGM yang merintis usaha Gifood-nya dari masa-masa perkuliahan. 

Suasana ruang panitia khusus untuk Dewan Juri dalam Kompetisi SOPREMA 2018 


Suasana Lobi Hotel akomodasi penginapan peserta dan tamu undangan. Lagi hectic bersama Shelfiantika, koordinator cantik divisi Akomodasi dan Transportasi. Selalu siap tanggap di lobi hotel untuk urusan cek in cek out dan mobilisasi peserta (terima kasih banyak yaa Shel)

Desain gimmick hadiah pemenang Jawara SOPREMA di komputer kantor yang dikerjakan sampai berlembur-lembur ria oleh tim Desain, Publikasi dan Dokumentasi. Koordinatornya adalah teman ambyar perfisipolan Farras K Masardi, yang juga nanti bersedia akan jadi MC nikahan aku katanya, hahaha

Jejeran sertifikat peserta SOPREMA yang berasal dari seluruh penjuru tanah air. Terima kasih kepada Karina Larasati dan squad KSK yang sudah berjuang mengurusi segala perintilan notulensi dan administrasi acara dari awal sampai akhir acara. 

Salah satu pojok angkringan di dalam Expo SOPREMA 2018

Dan ini di sela-sela keriweuahan acara mendapati bos Mas Hempry yang asik menyaksikan Talkshow dari Angkringan. Asik banget mas santap arem-arem hehe

Ini Haris, Ujung tombak segala perintilan Logistik yang tanpanya entah apa jadinya aku beserta acara ini. Terima kasih atas kerja kerasmu ya Riss.. 

Haris memamerkan salah satu logistik kepesertaan berupa desain kaos peserta yang baru keluar percetakan.. masih angat masih angatt

Perintilan perlengkapan dekorasi acara di sekretariat YouSure

Momen-momen bernapas lega rasanya abis nahan pup 5 hari akhirnya plong plooong, setelah kerumitan birokrasi akhirnya bisa menghadirkan Deputi Kemenpora di Panggung Penutupan Acara SOPREMA 2018. Di balik ini sumpah mengundang dan menerima tamu dari Kementerian apalagi jajaran atasan itu ternyata tidak segampang yang aku bayangkan. Sampai ada internal jokes "Innova Reborn". Haha credit to Ci Bellicia dan LO VIP andalan guwe Gek Putri yang sudah mengamankan tamu VIP yang datang.

Suasana penyerahan hadiah kepada para jawara sociopreneur terbaik SOPREMA 2018 dengan pakaian adat daerah asal masing-masing 

Dan akhirnya setelah perhelatan acaranya alhamdulilah tuntas ditunaikan, inilah dia wujud Laporan kegiatan SOPREMA 2018 yang akan disampaikan kepada KEMENPORA RI 

Dan selengkapnya ada sebanyak ini, terdiri dari laporan kegiatan, laporan pengelolaan dana keuangan, hingga laporan digital dalam bentuk Flashdisk

Yang ternyata setelah dipaketkan berbobot 16 Kg dan ditenteng langsung oleh saya sendiri sampai ke Jakarta menemui langsung Ibu Isma bersama tim dari KEMENPORA untuk mempresentasikan hasil kegiatannya 

Gambar-gambar ciamik dokumentasi kegiatan yang menjadi laporan riil kegiatan SOPREMA 2018 kepada KEMENPORA, Bank BRI dan jejeran sponsor yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Lebih dari sekadar event tahunan, SOPREMA adalah sebuah inisiasi jejaring sosial kemasyarakatan yang berfokus pada pengembangan potensi kewirausahaan pemuda yang berbasis sosial.

Menjadi project officer kegiatan ini bukan hanya dituntut aktif dan cerdas dalam memahami gagasan kewirausahaan sosial dan berbagai isu yang dibawakan, tetapi juga dituntut dinamis dan andal di lapangan dalam urusan eksekusi acara dan rangkaian event yang dijalankan secara paralel: Kompetisi, Inkubasi, Seminar dan Expo dalam satu acara besar Sociopreneur Muda Indonesia atau SOPREMA.


Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YouSure FISIPOL UGM, Mas Najib Azca selaku Direktur, dan jajaran Dosen-dosen FISIPOL UGM yang dilibatkan sebagai panitia eksekutif dalam acara ini, dari Mas Hempry Suyatna sebagai Direktur SOPREMA, Pak Yahya, Mba Dewi, Mba Lusi, Mas Derajad, Mba Tania yang tidak habis-habisnya meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan masukan dan ide terbaik untuk acara SOPREMA 2018 ini. Selain itu ada Mas Rosyid yang membersamai di bidang Sekretaris dan Mba Ima dan Haniska bagian keuangan yang tanpanya acara ini tidak mungkin berjalan maksimal (Urusan Duit dan Makan harus nomor 1 ya Mba Imaa hehe__)

Juga tentunya kawan-kawan tim panitia khususnya para koordinator PIC yang dilibatkan mulai dari Karin dan tim di KSK, Faisal Ammar dan squadnya yang telah babak belur memback up di bidang kompetisi, Mba Erma Wiena yang berjuang bersama di Inkubasi, Arra Dya di Seminar, dan Mas Galih yang banyak memberikan motivasi sembari memegang Expo acara ini. Ada pula para PIC koordinator-koordinator divisi suporting yang telah berjasa besar: Farras bos tim Desain, Media dan Dokumentasi, Abid di bidang Perlengkapan, Shelfi di Akotrans, dan Haris di Logistik, Lia dan Bellicia di divisi LO dan semua jajaran panitia volunteer yang telah berpartisipasi sebagai ujung tombak acara ini sehingga akhirnya bisa sukses terselenggara. Terima kasih teman-teman semuaaa!

Foto bersama panitia di akhir penutupan acara SOPREMA 2018 TUNTAASS!

Dan tentunya terima kasih terbesar saya kembalikan kepada para pemuda-pemudi Indonesia dari berbagai daerah yang telah aktif dan totalitas mendedikasikan dirinya dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik melalui usaha-usaha kewirausahaan sosial yang telah dijalankan hingga hari ini.

Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya bukan hanya saya, teman-teman panitia, tetapi juga inspirasi terhadap ribuan peserta yang terlibat langsung sebagai peserta dalam berbagai acara dan rangkaian kegiatan SOPREMA 2018 ini.

Selamat dan sukses  juga untuk SOPREMA 2019! Untuk Nanda khususnya, sebagai suksesor yang telah memperjuangkan SOPREMA 2019 dari Maret 2019 ini. Semoga kesuksesan selalu membersamai kita semuaa..

Selamat berkontribusi membangun Indonesia

Salam SOPREMA! Express your creative passions!

Kelengkapan dokumentasi acara ini bisa dilihat-lihat di https://www.instagram.com/soprema_ugm/