September 02, 2024

Kamboja Huru Hara EO

Kalau ada yang bilang jadi event organizer itu melelahkan, berarti mereka belum pernah jadi panitia dadakan buat sahabat sendiri.

Semuanya berawal dari satu kabar.

Donny akhirnya memutuskan untuk melamar Arlina.

Begitu kabar itu muncul di grup Kamboja Squad, suasana langsung berubah. Yang tadinya grup cuma berisi meme, balasan telat, dan stiker receh, mendadak berubah jadi ruang rapat paling sibuk sedunia.

Misi dimulai.

Tanpa ada surat keputusan atau pembagian jabatan resmi, entah kenapa semuanya langsung punya peran masing-masing.

Ada yang berburu restoran yang pas. Bukan cuma enak makanannya, tapi juga punya suasana yang hangat untuk momen sekali seumur hidup. Ada yang sibuk membandingkan harga buket bunga, memastikan bunganya datang tepat waktu dan tampil seindah harapannya. Ada juga yang fokus menyusun alur acara, memastikan semuanya mengalir natural tanpa membuat Donny atau Arlina curiga.

Yang paling seru justru saat membahas detail-detail kecil.

Lagu apa yang diputar ketika Donny mulai berjalan.

Siapa yang kasih kode ke pihak restoran.

Kapan lampu diredupkan.

Siapa yang diam-diam merekam.

Siapa yang pura-pura mengalihkan perhatian Arlina.

Sampai skenario "kalau ternyata ada yang meleset dari rencana" pun sempat kami pikirkan.

Rasanya seperti sedang menyiapkan sebuah pertunjukan.

Bedanya, yang dipertaruhkan bukan tepuk tangan penonton, melainkan satu momen yang akan dikenang seumur hidup.

Di tengah semua kesibukan itu, justru muncul hal yang paling menyenangkan.

Kami kembali merasakan keseruan menjadi Kamboja Squad.

Saling lempar ide, saling bercanda, saling mengoreksi rencana yang kadang terlalu rumit, lalu berakhir tertawa karena ternyata semua orang sama-sama terlalu bersemangat.

Benar-benar huru-hara.

Dan mungkin karena itulah akhirnya kami bercanda menyebut diri sendiri sebagai...

Kamboja Huru Hara EO.

EO yang nggak punya kantor.

Nggak punya klien.

Nggak punya proposal.

Tapi kalau urusan bikin momen spesial untuk teman sendiri, totalitasnya nggak kalah sama profesional.

Hari H akhirnya tiba.

Semua yang sebelumnya hanya ada di grup chat perlahan menjadi kenyataan. Restoran sudah siap. Bunga sudah di tangan. Lagu pengiring menunggu aba-aba. Semua orang memainkan perannya masing-masing sambil berharap satu hal sederhana.

Semoga semuanya berjalan lancar.

Lalu tibalah momen itu.

Donny berdiri di hadapan Arlina.

Suasana yang tadinya penuh canda mendadak berubah menjadi hening. Senyum berganti haru. Rasanya semua kerja keras, diskusi panjang, revisi rencana berkali-kali, dan kepanikan kecil selama persiapan langsung terbayar dalam hitungan menit.

Di balik sebuah lamaran yang terlihat sederhana, ternyata ada begitu banyak tangan yang ikut bekerja diam-diam.

Dan mungkin memang seperti itulah arti persahabatan.

Kadang kita hadir bukan untuk menjadi pusat perhatian.

Cukup menjadi orang-orang di balik layar yang memastikan momen bahagia sahabat kita berjalan seindah mungkin.

Selamat untuk Donny dan Arlina.

 

Semoga langkah kecil yang kami bantu persiapkan hari itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh kebahagiaan.

Dan untuk Kamboja Squad...

Terima kasih sudah selalu berhasil mengubah kepanikan menjadi kenangan yang nantinya akan selalu kami ceritakan sambil tertawa.

Kalau nanti ada foto-foto persiapan, briefing, atau momen Donny melamar, cerita ini bakal terasa seperti satu bab khusus tentang bagaimana persahabatan ikut mengambil peran dalam salah satu hari paling penting di hidup seseorang.








 

0 comments:

Post a Comment