Start line pagi itu langsung rame. Bukan cuma karena jumlah pelari, tapi karena semua orang datang dengan alasan yang sama. Di event Run For Humanity, suasananya udah kerasa dari awal, ini bukan lari biasa.
Gue bareng anak-anak 530SOS, kumpul, ketawa, foto-foto, tapi di balik itu ada rasa yang lebih dalam. Kita tahu, langkah yang kita ambil hari itu bukan cuma buat diri sendiri.
Rute 10K di Bandung tetap dengan karakter khasnya, naik turun yang bikin napas harus pinter diatur. Di beberapa titik, kaki mulai berat, tapi justru di situ kepikiran, kalau yang kita jalanin ini nggak ada apa-apanya dibanding apa yang lagi terjadi di Palestina.
Akhirnya fokusnya berubah. Bukan lagi ngejar pace atau catatan waktu, tapi gimana caranya tetap jalan terus sampai finish.
Serunya tetap dapet. Teriakan antar teman, saling nyalip sambil becanda, sampai momen nunggu bareng di garis akhir. 530SOS selalu punya cara bikin capek jadi terasa worth it.
Pas nyentuh finish line, rasanya bukan lega karena selesai lari. Tapi lebih ke sadar, hari itu kita ikut ambil bagian, sekecil apapun.
Karena ternyata, kadang lari bisa jadi lebih dari sekadar olahraga. Bisa jadi cara paling sederhana untuk nunjukin kalau kita peduli.















0 comments:
Post a Comment