matcha di pagi yang pelan
hangatnya naik tanpa suara
seperti perasaan yang tumbuh diam diam
tanpa perlu diumumkan ke dunia
warna hijaunya bukan sekadar cantik
ada tenang yang diseduh di dalamnya
pahit yang lembut, manis yang tertinggal
kayak hidup yang ga selalu harus keras
gue duduk, nyeruput pelan
biarin waktu ikut larut di cangkir
ga buru buru, ga kejar apa apa
cuma ingin ada di momen ini, utuh
matcha ngajarin hal sederhana
kalau yang paling nikmat itu
bukan yang paling manis
tapi yang paling bisa bikin kita berhenti sejenak dan merasa cukup








0 comments:
Post a Comment