Ada satu hal yang selalu bikin orang salah paham soal HYROX.
Banyak yang ngira ini cuma lari yang diselingi latihan gym. Padahal setelah benar-benar menjalaninya, ternyata jauh lebih brutal dari yang terlihat di Instagram.
Hari ini jadi salah satu pengingat kalau perjalanan menuju HYROX Jakarta bulan Juni 2026 masih panjang.
Beberapa minggu terakhir aku dan Idham resmi bergabung di 20Fit Menteng. Kami masuk ke komunitas yang namanya Humble Hustle. Nama yang sederhana, tapi semakin latihan di sana, semakin terasa maknanya.
Humble.
Karena sekuat apa pun merasa diri kita, begitu sesi dimulai semua kembali ke nol.
Hustle.
Karena satu-satunya cara menyelesaikan latihan adalah terus bergerak.
Aku datang dengan bekal pernah marathon, pernah half marathon, pernah merasa cukup kuat di lari. Tapi HYROX punya cara sendiri untuk meruntuhkan ego itu. Nafas habis bukan karena pace cepat, tapi karena kombinasi lari, sled push, sled pull, burpee, rowing, farmer carry, sandbag lunges, sampai wall ball yang rasanya nggak ada habisnya.
Capeknya beda.
Kalau marathon biasanya kaki yang menyerah perlahan, HYROX bikin seluruh badan negosiasi buat berhenti.
Setiap selesai satu station, ternyata masih harus lari lagi.
Selesai lari, masuk station lagi.
Begitu terus sampai selesai.
Jujur, ada beberapa momen latihan ketika aku bertanya dalam hati, "Emang sanggup ya nanti?"
Apalagi kondisi badan sekarang juga belum ideal. Berat badan masih jauh dari target. Mesin yang harus dibawa berlari masih terlalu berat. Setiap repetisi terasa dua kali lebih sulit dibanding orang yang badannya lebih ringan.
Tapi mungkin memang itu alasan kenapa aku ada di sini.
Bukan karena sudah siap.
Justru karena ingin berubah.
Yang paling menyenangkan dari latihan ini ternyata bukan sekadar olahraganya. Tapi orang-orangnya.
Latihan bareng Idham bikin setiap sesi terasa lebih ringan. Selalu ada yang bisa diajak saling nyemangatin waktu kaki mulai gemetar atau napas mulai berantakan. Ditambah suasana Humble Hustle yang bikin semua orang datang bukan untuk jadi yang paling hebat, tapi untuk jadi lebih baik dari dirinya kemarin.
Nggak ada yang saling menghakimi.
Semua sama-sama berjuang.
Dan mungkin itu yang paling aku suka.
Perjalanan menuju Juni 2026 masih panjang. Masih banyak latihan yang pasti akan terasa berat. Masih banyak hari ketika badan rasanya ingin menyerah, alarm pagi terasa menyebalkan, dan otot pegal bahkan untuk sekadar duduk.
Tapi aku ingin menikmati semuanya.
Karena nanti, ketika berdiri di garis start HYROX Jakarta, aku ingin tahu bahwa aku benar-benar pantas ada di sana.
Bukan karena berbakat.
Bukan karena paling kuat.
Tapi karena setiap tetes keringat selama berbulan-bulan ini akhirnya mengantarkanku sampai ke garis itu.
Humble Hustle.
Kurasa nama itu memang bukan cuma nama komunitas.
Tapi pengingat bahwa semua proses besar selalu dimulai dengan kerendahan hati untuk belajar, lalu keberanian untuk terus berjuang.
Sampai bertemu di garis start.







0 comments:
Post a Comment