Lucu ya, kadang sebuah persahabatan berawal dari hal yang sesederhana... alamat.
Dulu kami tinggal di sebuah kos yang berada di Jalan Kamboja. Nggak ada yang pernah merencanakan bakal jadi teman dekat, apalagi sampai bertahun-tahun kemudian masih menyempatkan diri buat berkumpul. Tapi karena setiap hari ketemu, saling pinjam motor, numpang makan, ngobrol sampai larut malam, akhirnya kos itu bukan cuma jadi tempat tinggal.
Ia jadi rumah.
Entah siapa yang pertama kali menyebutnya, tapi sejak saat itu kami punya nama sendiri.
Kamboja Squad.
Nama yang sederhana, tapi isinya penuh cerita.
Di kos itu rasanya hampir nggak ada hari yang benar-benar sepi. Selalu ada suara orang ketawa dari ruang tengah, ada yang lagi masak mi tengah malam, ada yang tiba-tiba ngajak ngopi, ada yang curhat soal kuliah, kerjaan, cinta, sampai mimpi-mimpi yang waktu itu rasanya masih jauh sekali.
Waktu berjalan cepat.
Satu per satu mulai pindah. Ada yang mengejar karier di kota lain, ada yang menikah, ada yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jadwal semakin sulit disatukan, grup WhatsApp kadang lebih ramai stiker daripada obrolan.
Makanya setiap ada kesempatan buat reuni, rasanya selalu spesial.
Nggak perlu acara mewah.
Cukup satu meja penuh makanan, segelas minuman, dan orang-orang yang tepat.
Obrolannya juga selalu ajaib. Awalnya bilang cuma mau makan sebentar, ujung-ujungnya berjam-jam. Bahas kehidupan sekarang, mengenang kejadian-kejadian konyol waktu ngekos, saling meledek kebiasaan lama yang ternyata masih belum berubah, sampai ketawa karena cerita yang bahkan orang lain mungkin nggak akan mengerti lucunya.
Yang paling menyenangkan dari teman-teman lama adalah...
Nggak ada canggung.
Meskipun lama nggak ketemu, rasanya selalu bisa langsung nyambung lagi. Seolah waktu cuma berhenti sebentar.
Aku bersyukur pernah tinggal di Jalan Kamboja.
Karena yang kubawa pulang dari sana ternyata bukan cuma kenangan tentang sebuah kos, tapi juga orang-orang yang tumbuh bersama di fase hidup yang paling sederhana, paling apa adanya, dan mungkin paling membekas.
Semoga Kamboja Squad tetap menemukan alasan untuk berkumpul.
Bukan karena ada acara besar.
Tapi karena kami sadar, di tengah kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing, persahabatan seperti ini layak untuk terus dirawat.
Sampai ketemu di makan-makan berikutnya.
Dan semoga, obrolannya tetap seramai dulu.













0 comments:
Post a Comment