November 26, 2024

November, Bulan Menjenguk

Ada satu hal yang baru kusadari setelah melihat kalender beberapa hari terakhir.

Entah kenapa, bulan November kali ini terasa seperti bulan untuk menjenguk.

Bukan karena sudah direncanakan. Bukan juga karena kebetulan membuat janji. Tapi satu per satu kabar datang dari orang-orang yang kukenal, dan semuanya mengarah ke tempat yang sama.

Rumah sakit.

Hari ini aku menjenguk dua orang dengan cerita yang sangat berbeda.

Yang pertama, Kentung Aby.

 

Teman main yang biasanya selalu terlihat penuh energi dan paling gampang diajak bercanda. Rasanya aneh melihatnya berbaring di ranjang rumah sakit. Orang yang biasanya bikin suasana ramai, sekarang justru harus lebih banyak beristirahat.

Kami tetap mengobrol seperti biasa. Saling meledek, mengenang cerita-cerita lama, berusaha membuat suasana tetap ringan. Kadang memang bukan obat yang paling dibutuhkan seseorang, tetapi kehadiran teman yang datang tanpa membawa rasa kasihan berlebihan.

 

Semoga Aby segera pulih dan bisa kembali bikin keributan seperti biasanya.

Sehari kemudian, aku melanjutkan perjalanan untuk menjenguk Awang.

Kalau dengan Aby lebih banyak nostalgia dan candaan, suasana bersama Awang terasa berbeda.

Awang adalah teman kerja. Obrolan kami lebih banyak tentang kabar terbaru, pekerjaan, dan bagaimana kesehatan sering kali mengingatkan bahwa sehebat apa pun kita mengejar target, tubuh tetap punya batasnya sendiri.

 

Di dunia kerja, kita sering sibuk mengejar angka, deadline, dan pencapaian. Tapi saat melihat seseorang terbaring di rumah sakit, semua itu mendadak terasa kecil. Yang benar-benar penting ternyata jauh lebih sederhana.

Bisa bernapas lega.

Bisa makan dengan tenang.

Bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat.

Hari ini aku pulang dengan banyak pikiran.

Dua rumah sakit.

Dua teman.

Dua cerita yang berbeda.

Tapi sama-sama mengingatkanku bahwa kesehatan bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. Kita sering baru menyadari berharganya tubuh ketika melihat orang lain sedang berjuang untuk kembali sehat.

Lucunya, tanpa sadar November berubah menjadi "bulan menjenguk."

Semoga tidak ada kunjungan ke rumah sakit lagi bulan ini, kecuali untuk kabar-kabar baik.

Dan semoga untuk teman-temanku yang sedang berjuang, baik Aby maupun Awang, proses pemulihannya berjalan lancar. Semoga mereka segera kembali beraktivitas, tertawa, dan menjalani hari-hari seperti biasa.

Sementara untuk diriku sendiri, hari ini juga menjadi pengingat.

Di tengah kesibukan, target, olahraga, dan segala rencana yang sedang dikejar, semoga aku selalu diberi kesehatan.

Karena pada akhirnya, sehat bukan cuma soal bisa bekerja atau berolahraga.

Sehat adalah kesempatan untuk terus hadir bagi orang-orang yang kita sayangi.

Semoga November menjadi bulan pengingat, bukan bulan yang harus diulang.

0 comments:

Post a Comment