Ada malam yang rasanya tidak perlu terlalu ramai untuk jadi berkesan. Cukup ditemani satu sahabat, satu panggung kecil, dan lagu yang terasa seperti cerita hidup sendiri.
Malam itu, aku diajak Mifta, atau yang biasa kupanggil mifmif, kadang juga cumii. Kami berangkat ke sebuah private konser dari Nadhif Basalamah di Bengkel SCBD. Tempatnya tidak terlalu besar, justru itu yang bikin semuanya terasa lebih dekat. Tidak ada jarak antara musisi dan pendengar, seperti ngobrol dalam bentuk lagu.
Awalnya, ini cuma ajakan sederhana. Tapi kalau dipikir lagi, perjalanan sampai titik ini juga bukan hal yang biasa. Aku kenal mifmif dari kantor dulu, waktu masih di Maybank. Dari sekadar rekan kerja, lalu jadi teman lari, dan sekarang jadi teman cerita. Tipe teman yang tidak harus selalu sering ketemu, tapi sekali duduk bareng, obrolannya langsung dalam.
Di venue, suasana sudah hangat sejak awal. Ada momen foto di photobooth, yang sebenarnya sederhana tapi selalu jadi kenangan. Lalu duduk santai, sesekali ngobrol, sesekali diam menikmati ambience. Kami sempat mampir juga di area cafe, ambil minum, dan membiarkan waktu berjalan pelan.
Pas lampu mulai redup dan Nadhif Basalamah naik ke panggung, semuanya berubah jadi lebih personal. Lagu lagunya tidak cuma didengar, tapi terasa. Ada bagian yang bikin senyum sendiri, ada juga yang diam diam kena di hati.
Dan ternyata malam itu tidak berhenti di situ. Ada kejutan yang bikin suasana makin hidup, karena hadir juga Bara Suara sebagai bintang tamu. Energinya beda, lebih eksplosif, tapi justru melengkapi. Dari yang awalnya syahdu, jadi punya warna lain yang bikin konser ini terasa lengkap.
Di tengah lagu, aku sempat mikir, ternyata hidup memang aneh ya. Dari rutinitas kantor, deadline, target, sampai akhirnya duduk di sebuah konser kecil, ditemani orang yang dulunya cuma rekan kerja. Sekarang jadi salah satu orang yang tahu cerita hidup kita.
Malam itu tidak terlalu panjang, tapi cukup untuk diingat. Tidak heboh, tidak juga penuh keramaian yang melelahkan. Justru sederhana, hangat, dan jujur.
Kadang, yang bikin sebuah momen berharga itu bukan acaranya. Tapi siapa yang ada di sebelah kita saat momen itu terjadi.













0 comments:
Post a Comment