Nama cafenya Kyoto Garage, konsepnya lebih ke motobike gitu jadi banyak pernak-pernik dan hiasannya berbau motor-motoran gitu. Gue pribadi suka banget dan betah berlama-lama di sini.


Capturing moments and thoughts, a glimpse of my life journey~
For me, Internship Program in PT Eisai Indonesia by The DEC Project Managers Meeting and BELKAGA Event is a really one of my greatest experience ever. The way we meet, discuss, and initiate many ideas for better Indonesian Future in social health. By this experience I learn how to maintain a big project into local level, directly visit to the company and finalized the ideas by share and discussion with the company leader form Japan and in Indonesia, and also the project managers around the world. Thank you AIESEC! for having me in this project.
Paguyuban Dimas Diajeng Jogja adalah rumah untuk mengembangkan potensi diri, tempat di mana kami saling menerima perbedaan, mendukung satu sama lain dan mendedikasikan diri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata kota Jogja.
Menjadi satu di antara segelintir anak daerah yang bisa mengenyam pendidikan di kampus besar Gadjah Mada membawa tanggungjawab tersendiri untuk berkeinginan berbagi dan menginspirasi mereka adik-adik kami yang lainnya untuk bisa bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Ini pengalaman kami berkeliling Sulawesi Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Gadjah Mada Sul-Sel dalam rangkaian Gadjah Mada Menyapa.
Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah karena saya sadar tidak semua dari anak daerah seperti saya bisa mencicipi bangku kuliah, apalagi di salah satu kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan momen berharga ini, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk dapat belajar dan membangun potensi yang lebih baik lagi serta menebarkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan melalui dedikasi dan semangat untuk mengabdikan diri. Inilah awal kisahku, Gadjah Mada Muda 2014
Simulasi Sidang PBB atau Model of United Nations adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan dan kapasitas dalam bernogosiasi, berdiskusi dan beradu argumen untuk lebih peka dan peduli pada isu-isu internasional. Simak bagaimana saya mengikuti Padjadjaran Model United Nations, dan dapatkan tips-trik bagi kamu yang mau mengenal dunia MUN di sini.


Yang nyalanya kecil
Dan tidak abadi
Cintaku seperti bunga-bunga
Betapapun indahnya
Pada waktunya kan layu jua
Cintaku seperti lagu favorit yang terdengar di bus kota
Meski Ia bawa harmoni dalam suasana
Pada masanya Ia akan habis dan berganti lainnya
Ada yang bilang
Di umur segini mesti udah begini begitu begini
Biar mumpuni udah bisa lulus sekolah nyari bini
Kerja kantoran punya gaji buat ngasih makan anak istri
Lalu ada yang bilang
Di umur segitu bukan jadi tolak ukur buat berbuat ini itu
Lu lu gue gue kita jalan sesuai tempo yang kita tuju
Urusan udah apa - mau gimana, biar Tuhan yang penentu
Orang berlomba-lomba
Aku pada ritmeku, bukan mengalah, tapi juga bukan serakah
Orang-orang menyaksikan, sesekali menertawakan
Padahal toh benar salahnya Aku juga yang paling duluan merasakan
Kalau ada yang baik-baik semuanya juga titipan
Yang salah biar aku yang jadikan pelajaran
Bungkam
Biarkan mereka tetap menonton pertandingan
Satu pandangan sorot tajam pada angan pengharapan
Aku jalan sendiri dengan pintaku berangan-angan
Segalanya punyaku
Pribadiku tanggungjawabku
Biar kudaki tanjakan dan jurang curam perlahan-lahan
Sesekali aku sendiri menginjak gas tanpa sabuk pengaman
Pada waktuku sendiri, aku mengantarkan keyakinan pada tujuan
Kemang, 15 Juli 2021
Id, yang kuat ya!
Ingat satu hal, fokus.
Rasa yang datang pada hari-hari yang berjalan ini,
adalah warna-warni.
Yang terlukiskan,
Penuh misteri berlomba-lomba membasahi kanvas kehidupan.
Dan meskipun abstrak, itulah senyata-nyatanya hakikat hidup.
Terlampau tinggi mengawang-awangi persona diri. Yang kecil di tengah lautan manusia. Haus pada pujian, ambisi untuk terus jadi yang terdepan, berlari kencang. Terus berlari dengan napas penuh ambisi, sebisanya jadi yang paling menarik perhatian, pokoknya bahagia dan banyak uang sedemikan maunya.
Suatu ketika manusia lain hendak datang menutupi kekurangan. Entah karena alasan tak sadar, atau lebih banyak tidak menerima atas kekurangan.
Niat baik bukakan mata, bahwasanya ada nilai yang kita punya. Lalu Ia tawarkan kata-kata hangat nan bijaksana. Tapi seperti biasa, kiranya tak lebih dianggap angin lalu belaka. Lebih mudah untuk abai daripada balik merefleksi dalam diri.
Kritik itu merendahkan, dan aku lebih suka untuk tidak mendengarnya. Ampun
Here is the one of a hard written letter that finally I spill here because I know it will never sent.
To reach you, to text you back, It will never stay the same.
I miss you.
When every day I got lost with all the hectics,
The rushes, the dashes.
Even if I full fill the 86,400 seconds on a day
And even if I run so fast until I can’t fell my own leg
My memories is stay keeping you there.
Every last of hours at the nights, the same feeling is going to come, numb.
My heart, it just felt like the tight safety belt, on our trip to Jakarta, at the first time,
Locked and just stay there.
Every body hurt some times, Maroon five said.
But I am sure,
how ever the storm beating the ground,
The brighter sun is going to come after.
Still you? Remember when we are craving for the midnight meals?
When the storm is coming, and we just sit down calm and looking eyes each other.
We know the storm will be passed,
I am begging, Bring back me the old you.
But I know I can’t.
Now what the only thing to do is the same.
Cheers to the wish you are here but you are not
Somebody said your name, but It just not the same.
"When everything seems to be going against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it" pic.twitter.com/cMAThLh16y
— A. Farid (@alisyahbanaf) 2 Mei 2015