Internship in Eisai Indonesia, DAMN! How Lucky I am!

For me, Internship Program in PT Eisai Indonesia by The DEC Project Managers Meeting and BELKAGA Event is a really one of my greatest experience ever. The way we meet, discuss, and initiate many ideas for better Indonesian Future in social health. By this experience I learn how to maintain a big project into local level, directly visit to the company and finalized the ideas by share and discussion with the company leader form Japan and in Indonesia, and also the project managers around the world. Thank you AIESEC! for having me in this project.

DIMAS DIAJENG JOGJA 2019

Paguyuban Dimas Diajeng Jogja adalah rumah untuk mengembangkan potensi diri, tempat di mana kami saling menerima perbedaan, mendukung satu sama lain dan mendedikasikan diri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata kota Jogja.

Gadjah Mada Menyapa: Serunya Berkeliling Sulawesi Selatan dan Menebar Semangat Kebaikan

Menjadi satu di antara segelintir anak daerah yang bisa mengenyam pendidikan di kampus besar Gadjah Mada membawa tanggungjawab tersendiri untuk berkeinginan berbagi dan menginspirasi mereka adik-adik kami yang lainnya untuk bisa bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Ini pengalaman kami berkeliling Sulawesi Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Gadjah Mada Sul-Sel dalam rangkaian Gadjah Mada Menyapa.

Gadjah Mada Muda: Petualanganku sebagai Mahasiswa UGM Berawal di Sini

Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah karena saya sadar tidak semua dari anak daerah seperti saya bisa mencicipi bangku kuliah, apalagi di salah satu kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan momen berharga ini, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk dapat belajar dan membangun potensi yang lebih baik lagi serta menebarkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan melalui dedikasi dan semangat untuk mengabdikan diri. Inilah awal kisahku, Gadjah Mada Muda 2014

MUN: Pengalaman Merepresentasikan Negara di Simulasi Forum PBB

Simulasi Sidang PBB atau Model of United Nations adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan dan kapasitas dalam bernogosiasi, berdiskusi dan beradu argumen untuk lebih peka dan peduli pada isu-isu internasional. Simak bagaimana saya mengikuti Padjadjaran Model United Nations, dan dapatkan tips-trik bagi kamu yang mau mengenal dunia MUN di sini.

February 24, 2017

Trik Lulus SNMPTN: Lihat Track Record Nilai SMA kamu dengan download templatenya di sini.


Halo adik-adik kelas 3 SMA di manapun kalian berada!
gimana persiapan menjelang ujian nasional dan seleksi masuk PTN-nya? Sudah matang belum?

Rasanya baru kemarin ada di posisi kalian, ternyata sekarang justru sudah tahun ketiga, sebagai mahasiswa dan berkeliling mengungjungi sebagian dari kalian adik-adik siswa-siswi SMA dalam acara Gadjah Mada Menyapa, yang ceritanya bisa kalian baca di sini Gadjah Mada Menyapa!.

Berada di akhir masa sekolah seperti sekarang pastinya membuat teman-teman semakin antusias dengan banyak cita-cita dan tujuan yang ingin kalian capai setelah lulus sekolah tentunya. Nah tidak sedikit yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan, di mana semakin tahun hal ini terus menjadi momok dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Apalagi tiap tahunnya mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri terus diperketat dan membuat kebutuhan untuk melaluinya tidak hanya membutuhkan otak yang terasah tetapi juga strategi yang teruji.

Untuk asah otak kalian bisa belajar sendiri dan mengambil jam pelajaran di tempat bimbingan sesuai yang kalian mau. namun untuk tips dan trik tentunya akan banyak strategi-strategi khusus yang perlu kalian ketahui dari pengalaman kakak-kakak tingkat kalian utamanya dari mereka yang berhasil masuk lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri supaya persiapan kalian benar-benar matang dan langkah kalian jauh lebih efektif untuk selangkah lebih dekat dengan kampus idaman kalian.

Saya adalah salah satu siswa yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan. Dengan banyak faktor alhamdulillah di tahun 2014 yang lalu berhasil lulus menjadi mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada. Mungkin sebagian orang ada yang beranggapan SNMPTN itu hanya mengandalkan keberuntungan. Tapi kalau dari pengalaman pribadi, untuk bisa lulus SNMPTN itu harus dengan usaha, dan perjuangan yang juga ga mudah. Sebelum saya berhasil diterima di kampus dan jurusan impian, saya punya kebulatan tekad supaya bisa wujudkan mimpi dan cita-cita saya ini. Kalau kalian penasaran, cerita soal mimpi ini sudah saya bagikan di postingan saya yang berjudul My Dreaming Book, Cerita Tentang Mimpi

Semoga keberhasilan dari langkah dan perjalanan yang saya pernah lalui juga dapat tertularkan dengan teman-teman yaa..

Nah di dalam postingan kali ini saya mau berbagi salah satu "aplikasi" yang saya gunakan waktu jaman SMA dulu. Di waktu-waktu bingung menentukan jurusan apa yang akan saya pilih di SNMPTN saya kemudian membuat file di program microsoft excel ini untuk melihat grafik nilai raport saya selama sekolah di SMA. Hal ini sangat membantu untuk teman-teman dalam mempertimbangkan jurusan mana yang akan kalian pilih berdasarkan nilai raport kalian yang menunjang.

Nah untuk filenya bisa langsung didownload di sini saja >>>> Template Nilai Raport SMA

Untuk yang bingung cara downloadnya, tinggal klik link di atas dan nanti diarahkan ke google drive yah. 



Nanti tinggal klik icon download atau unduh yang ada di kanan atas seperti di gambar. 


Pastikan kalian downloadnya di PC atau laptop biar bisa diakses lebih mudah dan proyeksi grafiknya lebih jelas. Nanti dari grafik yang ada di sana, kalian bisa lihat mata pelajaran mana yang kalian perform dan unggul, dan kemudian selanjutnya jadi bekal untuk memilih program studi apa yang ada di universitas yang relevan dengan nilai yang kalian miliki.

Pertama-tama kalian bisa isi dulu nama dan NIM kalian di Tab yang pertama. 

Setelah itu, kalian bisa klik tab kedua yang ada di bawah, yang judulnya DATA. (Coba temukan tabnya di bagian kiri bawah, terdiri dari 3 tab: Welcome, DATA, dan GRAFIK). 


Nah di tab kedua DATA ini, kalian bisa mulai isi nilai-nilai rapor milik kallian. Ini posisi filenya sudah terisi nilai-nilai rapor aku jaman SMA. 



Sekarang kalian tinggal bermain angka, fokus di area yang aku kotakin merah di atas ini. 

Kalian bisa mulai ganti angka-angka yang ada di tabel tersebut untuk menyesuaikan dengan nilai rapor kalian. Ayo coba mulai diambil dan dilihat lembaran hasil penilaian/raport kalian. Nilai raport diinput sesuai semester dan mata pelajarannya ya. Kalau ada yang kurang relevan dengan pola nilai rapor milik kalian, silakan kalian sesuaikan. 


Setelah nilai kalian input, nanti tabelnya akan berubah warna menyesuaikan grade dari yang terendah ke yang tertinggi dengan warna kuning ke hijau. Juga dari sana terproyeksi berapa nilai mata pelajaran Ujian Nasional (jika ada) dan juga rata-ratanya. 


Nah fungsi utama dari nilai-nilai yang sudah kalian masukkan tadi sebenarnya ada pada grafik yang tergambar di Tab ketiga, yang judulnya GRAFIK. (Tab nya coba lihat di bagian bawah lagi).


Dari sini kalian bisa menganalisa mata pelajaran penunjang dari program studi atau jurusan kampus yang kalian tuju. Semisal ingin bercita-cita melanjutkan kuliah di program studi kedokteran, mungkin yang relate dengan Biologi, Kimia, Matematika itu harus grafiknya naik sempurna. Jangan sampai ada yang menukik tajam. Dengan grafik nilai yang naik dari tahun ke tahunnya, maka potensi penilaian akan semakin baik dan berpengaruh pada penilaian SNMPTN. Untuk tiap-tiap program studi, dan mata pelajaran apa yang relevan, itu bisa kalian diskusikan dengan guru konseling atau coba gali informasi terkait bidang keilmuan dari program studi yang kalian ingin masuki. 

Di nilai aku sendiri yang ada di gambar di atas, kalau kalian lihat di grafiknya, aku sangat strong di mata pelajaran PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Fisika. Lalu kemudian aku cocokkan dengan fokus mata pelajaran PKN dan Bahasa Inggris dimana kedua mata pelajaran ini adalah yang akan paling berkaitan dengan jurusan Ilmu Hubungan Interanasional nantinya. Maka sudah harus dipastikan nilai raport dari mata pelajaran itu punya grafik yang progresif, cenderung naik dan di angka rata-rata yang tinggi. Hindari nilai raport yang bergerak menukik tajam dari tinggi lalu naik drastis, maupun sebaliknya. Hal ini akan mempengaruhi penilaian kalian dari segi track record nilai raport. 

Intinya di SNMPTN itu mengandalkan sebagian besar pada penilaian administrasi dan profil yang telah teman-teman submit melalui sistem. Jadi pastikan administrasi terkait record nilai SMA, pilihan program studi yang ingin dimasuki dengan rekam jejak nilai rapor mata pelajaran yang relevan, itu semua sinkron. 

Mungkin sebagian juga ada pengaruh dengan akreditasi sekolah. Semakin baik akreditasi sekolahnya pasti semakin menunjang kelulusan untuk masuk ke kampus impian. Jangan lupa juga untuk perhatikan pola lulusan alumni yang melanjutkan kuliah di universitas tersebut. Mungkin dalam konteks aku, aku pribadi menerobos untuk poin ini, karena alumni yang belum begitu banyak. Tapi kalau kalian mau sedikit main aman, universitas dengan jumlah lulusan alumni sekolah yang banyak, peluang akan diterimanya juga semakin ada. So, cari informasi kira-kira lulusan alumni sekolah kalian, senior-senior sebelumnya mayoritas diterima di perguruan tinggi mana saja.  

Selain bikin template nilai SMA di file excel seperti di atas, aku juga banyak menghabiskan waktu dengan review kampus-kampus yang ada di internet. Apalagi jaman sekarang yang sudah serba internet dan sosial media, seharusnya informasi soal pendidikan tinggi dan kampus-kampus terbaik lebih mudah kalian akses. Beberapa review soal kampus juga pernah saya tulis di postingan blog yang bahas tentang 10 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia.

Intinya, di SNMPTN fokus untuk persiapkan semua administrasi dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang sudah diumumkan. Termasuk hal sederhana seperti identitas diri yang ada pada registrasi websitenya. Juga tentunya prestasi-prestasi tambahan yang menunjang. 

Nah soal Prestasi ini juga penting. Selain nilai rapor, aku pribadi juga mencantumkan sertifikat lomba yang selama SMA berhasil aku raih. Bahkan dari pengalaman aku pribadi waktu itu, aku mencantumkan sepuluh file sertifikat lomba yang sudah aku scan dan compress ukuran filenya agar sesuai format dan bisa terupload ke dalam sistem. Gunanya, lagi-lagi untuk menunjang dokumen administrasi kita dalam proses seleksi. 

Nah kalau sudah lengkap semua, kalian mantapkan pilih jurusan, program studi dan kampus mana yang kalian akan tuju. Pastikan jurusan tersebut benar-benar sesuai minat dan bakat teman-teman. Kalau aku boleh menyarankan, pilih jurusan dan kampus yang sekiranya benar-benar sesuai dengan cita-cita sekaligus seimbang dengan kemampuan kapasitas kalian. Jangan sampai dipaksakan, tekanan orang tua, atau pilihan karena alasan lain selain karena motivasi dari dalam diri sendiri. Karena tidak sedikit akhirnya teman-teman yang sudah lulus menjadi mahasiswa, kuliah di kampus ternama tapi ujung-ujungnya akhirnya menyerah di tengah jalan karena berbagai alasan tersebut tadi. Jadi sekali lagi, pastikan alasan utama kalian berjuang ini benar-benar bersumber dari dalam diri kalian sendiri ya. 

Sisanya nanti tinggal semesta yang atur proses dan waktunya. Berdoa yang banyak, minta sama Allah akan petunjuk dan hasil yang terbaik. Kalian selanjutnya bisa berfokus untuk menyiapkan hal lain, termasuk belajar menekuni persiapan SBMPTN sehingga tidak hanya mengandalkan hasil dari seleksi SNMPTN semata. Selain itu juga ada banyak pilihan jalur masuk yang juga berbeda di setiap kampusnya. Kalian bisa baca postingan blog aku soal Jalur Masuk UGM ataupun googling untuk alternatif opsi seleksi perguruan tinggi lainnya. Semakin gigih kalian berusaha, maka hasilnya pun pasti akan mengikuti.

Semoga hal yang sedikit ini dapat bermanfaat buat teman-teman yaa...
Sukses buat mimpi dan cita-cita kalian semuaa!

February 04, 2017

Gadjah Mada Menyapa: Serunya Berkeliling Sulsel

Agenda aksi sosial yang paling berkesan dalam liburan semester saya kali ini adalah kegiatan safari pendidikan Gadjah Mada Menyapa (GAMAPA) 2017. 

Kegiatan ini berupa sosialisasi dan aksi berbagi inspirasi dari mahasiswa-mahasiswi UGM yang berasal dari Sulawesi Selatan untuk kembali mengabdi bagi daerah.  

Niat  ini kemudian dieksekusi dengan cara mengunjungi sekolah-sekolah SMA/MA dan sederajat se-Sulawesi Selatan untuk berbagi informasi, motivasi, dan inspirasi terkait dunia perkuliahan dan bagaimana meningkatkan minat dasn motivasi para siswa-siswi SMA yang ada untuk mampu bersaing di perguruan-pegurruan tinggi negeri terbaik yang ada di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada.



Gambar 1 Dokumentasi sosialisasi di SMAN 1 Watansoppeng 

Dalam rangkaian kegiatan ini, tahun ini kegiatan Gadjah Mada Menyapa 2017 mengunjungi total 23 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan yang menggunakan system pembagian tim per region sebanyak empat pembagian regional wilayah sosialisasi dan melibatkan kurang lebih 60 mahasiswa daerah UGM asal Sul-Sel.



Gambar 2 Dokumentasi Sosialisasi di SMAN 2 Sengkang



Gambar 3 Dokumentasi Sosialisasi di SMAN 1 Palopo



 Gambar 4 Dokumentasi Sosialisasi di SMA Kristen Barana, Tana Toraja 

Alhamdulillah secara keseluruhan kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan agenda kegiatan sosialisasi yang berhasil mengunjungi total 64 sekolah yang ada di sepanjang kegiatan safari pendidikan yang berjalan. 

Untuk saya pribadi, saya selaku steering committee ikut pula terjun ke dalam kegiatan roadshow di Region 3 yang meliputi wilayah Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu, Kota Palopo Kabupaten Tana Toraja dan juga Kabupaten Toraja Utara dengan tota sekolah yang kami kunjungi sebanyak 12 sekolah. 

Antusiasme yang tinggi yang ditunjukkan oleh adik-adik kami para siswa-siswi SMA memberikan kesan dan kebanggaan tersendiri dan semakin memperbesar harapan kemajuan pendidikan mereka baik dari pihak kami panitia maupun dari pengakuan guru-guru yang kami datangi sekolahnya.



  Gambar 5 Dokumentasi Sosialisasi di SMAN 1 Belopa

  Gambar 6 Dokumentasi Sosialisasi di SMAN 1 Unggulan Kamanre


Acara ini juga diakhiri dengan acara puncak yakni talkshow inspiratif dan kegiatan Try Out Ujian masuk perguruan tinggi negeri se-Indonesia. 

Sosialisasi dan Talkshow inspiratif akan diisi tentang pembahasan alternatif melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi-sekolah tinggi ternama di Indonesia seperti ke Universitas Gadjah Mada. 

Tahun ini kegiatan safari pendidikan akan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri lainnya seperti UI dan IPB. Untuk kegiatan Talkshow sendiri juga bekerjasama dengan pihak Jusuf Kalla dan Yayasan Kalla Group disertai dukungan dari Garuda Indonesia.



Gambar 7 Dokumentasi Kegiatan Try Out Akbar

Tidak hanya kegiatan sosialisasi dan safari pendidikan, kami juga mengadakan acara puncak yang kami pusatkan di Kota Makassar di Hari Minggu tanggal 15 Januari 2017 dengan menyelenggarakan kegiatan Try Out Akbar dengan dihadiri kurang lebih 700 peserta dan juga sekaligus dirangkaikan dengan acara Talkshow inspiratif dengan mengundang walikota Makassar bapak Ramdan Pomanto dan juga Bapak Prof Hamdan Juhanis yang merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar sekaligus penulis buku Melawan Takdir. 

Selain itu saya selaku moderator talkshow mendapat kesempatan berharga untuk berbincang dengan kedua tokoh inspiratif Sulawesi Selatan tersebut ditemani oleh satu lagi pembicara Kakanda Saputra Wangsa yang merupakan alumni lulusan cumlaude UGM asal Sulawesi Selatan yang saat ini bekerja di perusahaan minyak Schlumberger.

 Gambar 8 Dokumentasi Pembicara Talkshow dan Panitia Acara

Kegiatan talkshow yang kami adakan mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta yang bukan hanya berasal dari para siswa SMA sederajat se-Sulawesi Selatan tetapi juga terbuka bagi umum sehingga banyak dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari kampus-kampus yang ada di Makassar. 

Kegiatan ini ditutup dengan kegiatan expo kampus yang menghadirkan stand-stand fakultas yang ada di UGM dengan para kakak-kakak mahasiswa UGM yang mengisi stand-stand yang ada sekaligus bertugas untuk berbagi inormasi yang lebih detail terkait dari masing-masing fakultas yang ada di UGM. 


Gambar 9 Dokumentasi Pemberian kenang-kenagan kepada salah satu peserta

Nah itu dia sedikit cerita kali ini semoga nanti bisa bersua kembali ya gaess...


bonus foto bareng Kiki dan Idham yang selalu jadi rusuh maker di trip ini. Ciao!




Tarif Pengurusan STNK dan BPKB dinaikkan Hingga Tiga Kali Lipat, Pantaskah?

Hingga tadi malam pemberitaan media di mana-mana terus melaporkan situasi terkini di kantor-kantor kepolisian di berbagai daerah yang masih saja ramai dipenuhi antrian oleh masyarakat yang mengantri untuk mengurusi surat-surat kendaraan bermotornya. Fenomena ini menjadi perbincangan yang cukup serius dan semakin menarik dengan kontroversi yang terus bermunculan terhadap kebijakan pemerintah yang terbaru; naiknya biaya administrasi pengurusan surat-surat kendaraan bermotor efektif 6 Januari 2017. Kebijakan yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016 ini jelas terburu-terburu karena minimnya sosialisasi dan kurangnya informasi yang diberikan kepada masyarakat sehingga hari terakhir sebelum implementasinya baru menjadi topik hangat dan ikut menarik perhatian banyak masyarakat. Bagaimana tidak, pemberitaan media dan sosialisasi yang cenderung minim sebelumnya ini membuat kebijakan yang menginstruksikan kenaikan pembiayaan atau tarif pengurusan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia baru beredar luas di masyarakat pada awal Januari ketika akan dimulai terhitung tanggal 6 Januari 2017. Tidak hanya bagi mereka warga ibukota yang memiliki berbagai jenis kendaraan baik motor maupun mobil, di daerah-daerah pun menunjukkan keresahan yang sama ditunjukkan dengan begitu ramainya kantot-kantor kepolisian sejak tiga hari terakhir oleh masyarakat yang antusias mengurus surat-surat kendaraannya sebelum mendapati kenaikan tarif pengurusan yang fantastis bahkan hingga dua sampai tiga kali lipat.
            Besaran kenaikan biaya administrasi berdasarkan tarif baru ini dapat dilihat seperti misalnya dalam biaya pengurusan peneribitan STNK kendaraan roda dua naik menjadi Rp. 100.000 yang sebelumnya hanya dipatok dengan besaran Rp. 50.000. Sedangkan untuk roda empat sendiri naik dari Rp. 75.000 menjadi Rp. 200.000. Kenaikan yang lebih fantastis lagi ditemui dalam perubahan tarif penerbitan BPKB baru dan juga mutasi kepemilikaan kendaraan di mana untuk roda dua naik dari yang tadinya Rp.80.000 menjadi Rp. 225.000 sedangkan untuk roda empat  kini dikenai biaya sebesar Rp. 375.000 dari yang sebelumnya hanya Rp. 100.000, kenaikan yang bahkan lebih dari tiga kali lipatnya. Untuk pengesahan STNK sendiri bahkan dari yang semula digratiskan nantinya akan dikenaik biaya Rp. 25.000 untuk roda dua dan tiga, sementara untuk roda empat atau lebih sebesar Rp.50.000. Hal inilah yang kemudian menjadi momok yang menghantui masyarakat Indonesia saat ini membayangkan betapa mahalnya biaya pajak dan administrasi surat kendaraan yang harus dibayarkan untuk kendaraan yang dimilikinya jika jatuh tempo setelah tanggal 6 Januari besok. Antrian yang masih panjang hingga mendekati petang ini kemudian memaksa beberapa kantor kepolisian memperpanjang waktu kerja hingga malam hari untuk melayani pengurusan surat kendaraan.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah pantaskah kenaikan biaya pengurusan surat kendaraan ini? Di tengah laporan evaluasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilaporkan cukup baik pada penutupan tahun 2016 yang lalu positif 5,7% dan dengan GDP masyarakat rata-rata perkapita naik 5,18% (Bank Indonesia, 2016). Inflasi yang terjadi  beberapa kuarter terakhir menunjukkan tingkat perekonomian dan nilai tukar perdagangan terus meningkat dalam periode terakhir. Hal ini mengesankan terlebih mengingat tarif pengurusan administrasi surat-surat kendaraan bermotor oleh kepolisian ini belum pernah dinaikkan lagi sejak berlakunya PP No. 50 Tahun 2010 atau sejak enam tahun terakhir untuk kemudian memunculkan wacana kenaikan tarif baru. Fakta bahwa periode pembiayaan STNK, STCK ataupun BPKB sebagai pendapatan negara bukan pajak ini hanya sekali dalam lima tahun, dan pandangan bahwa perlunya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Kepolisian dalam hal pengurusan semacam ini juga ikut menjadi landasan pertimbangan yang keseluruhannya dibahas dalam formulasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) oleh lembaga-lembaga pemerintahan terkait seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan Ham, Sekretariat Negara Kementerian Koordinator beserta pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menaikkan tarif pengurusan surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor yang akhirnya disahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia saat ini, Joko Widodo.
Setelah disahkannya keputusan tersebut, pertanyaannya saat ini adalah sanggupkah masyarakat Indonesia menerima ketentuan perubahan tarif yang dikeluarkan dalam peraturan baru ini? Di Indonesia sendiri isu-isu kenaikan harga yang bersinggungan langsung dengan layanan pubik dan fasilitas umum akan sangat sensitif dalam memengaruhi kestabilan ekonomi sekaligus sangat rentan dalam memengaruhi inflasi. Kita tentu belum lupa dengan  berbagai fenomena inflasi yang terus menerus terjadi beberapa tahun silam karena naiknya harga bahan bakar yang ikut menaikkan tarif angkutan umum hingga meluas pada kenaikan berbagai hargan bahan pokok dan kebutuhan lainnya. Tidak dapat dipungkiri ketakutan yang sama dalam pembiayaan administrasi surat kendaraan ini akan sama halnya berakibat fatal pada kenaikan tarif angkutan umum dan lagi-lagi inflasi yang kian mencekik msayarakat ekonomi menegah ke bawah. Perlu pula diingat bahwa landasan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dijadikan acuan oleh pemerintah tidak dapat serta-merta mendorong pemerintah menerapkan kebijakan yang sifatnya univerasal dan menyeluruh seperti perubahan tarif PNPB ini secara nasional mengingat di balik pertumbuhan ekonomi yang terjadi, fenomena yang berkembang di baliknya justru adalah kesenjangan sosial yang kian meluas dan rentan yang semakin menjauh signifikan. Worldbank melaporkan bahwa nyatanya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia masih terbatas dinikmati oleh 20% masyarakat terkaya saja dan meninggalkan 80% atau lebih dari 205 juta penduduk lainnya rawan merasa tertinggal (Worldbank, 2015).
Permasalahan ekonomi semakin menjadi ancaman serius yang terus membelenggu masyarakat menengah ke bawah bagi masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai daerah-daerah. Kebijakan menaikkan tarif administrasi kendaraan justru menjadi kekhawatiran tambahan yang semakin menjerat kelompok masyarakat menengah yang terjebak dalam keadaan dan keputusan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tarif baru PNPB ini. Padahal kita ketahui bersama bahwa kendaraan-kendaran berrmotor adalah penggerak kegiatan perekonomian yang diandalkan oleh sektor usaha menengah ke bawah, tidak hanya para sopir angkutan umum tetapi bahkan bagi sekelompok pekerja yang berangkat ke tempat kerjanya dengan berkendara. Bagi mereka nelayan dan petani yang juga berkendara, di mana mereka semuanya terus ditekan kebijakan pemerintah yang semakin memperbesar biaya produksi sementara penghasilan yang didapatkannya terus anjlok dan semakin tak bernilai apa-apa. Dampaknya akan semakin terasa ketika semua hal menjadi diukur dengan uang semata, dan pada akhirnya kesenjangan yang terjadi menyebabkan angka kriminalitas terus bertambah siignifikan menjatuhkan tingkat keamanan masyarakat yang dicemaskan.

Pada akhirya masyarakat tentunya berharap agar kebijakan ini dirasa perlu untuk ditinjau ulang. Kenaikan tarif dan peningkatan pelayanan adalah hal yang wajar dan dapat diterima jika hal tersebut dapat dirasionalisasikan dengan berbagai pertmbangan yang lebih bijak khususnya memperhatikan bagaimana masyarakat Indonesia secara menyeluruh merespon kebijakan yang terkesan sangat terburu-buru ini. Pada akhirnya pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan menaikkan biaya pengurusan surat-surat kendaraan ini agar tidak justru menyengsarakan dan  mampu sesuai dengan situasi dan kondusi ekonomi masyarakat saat ini sehingga dapat diterima secara bijak oleh masyarakat itu sendiri sebagai Penguasa di atas Penguasa.
x

October 22, 2016

September 26, 2016

Menjelang UN General Assembly session- 71st; OBAMA, PUTIN, DAN PERSPEKTIF TERHADAP POLITIK GLOBAL

Bulan September bagi mahasiswa HI harusnya menjadi salah satu momen penting dan tidak boleh dilewatkan. Ada apa gerangan Check this out!

United Nations General Assembly (UNGA), atau Sidang Umum PBB adalah sebuah konferensi pertemuan para pemimpin negara dunia di bawah kerja sama PBB, untuk membahas berbagai isu dan draf resolusi penyelesaian berbagai permasalahan dunia. UNGA tahun 2016 ini terhuitung sebagai sesi ke-71 dan sebentar lagi akan diadakan. Direncanakan acara ini akan dihelat pada tanggal 13 Oktober 2016 di UN Headquarters, New York, Amerika Serikat.

Barrack Obama dalam sambutannya di pembukaan Sidang Umum PBB tahun lalu. (sumber: https://medium.com/@WhiteHouse/president-obama-addresses-the-71st-united-nations-general-assembly-e08ac0a7b5c2)

Dalam sejarah panjang politik dunia berjalan dalam peradaban manusia, tidak dapat dipungkiri bahwa perspektif atau cara pandang manusia sangat besaar dalam emmengaruhi sikapnya dalam berinteraksi dengan pihak atau sistem negara lainnya. Hal ini berkaitan erat dengan melihat bagaimana pandangan terhadap politik dunia, atau World View sangat berpengaruh terhadap tindakan suatu negara dalam berinteraksi dan berhubungan dengan negara lainnya. menjelang dihelatnya kembali Sidang Umum PBB yang tahun ini memasuki sesi ke-71, berikut sedikit gambaran kebali melihat bagaimana situasi politik dunia yang dapat diamatai dari penyampaian pidato yang disampaikan oleh pemimpin-pemimpin negara yang hadir dan lebih spesifik lagi yakni pidato dari dua pemimpin negara besar yang saling berseberangan dalam ideologi politiknya, Barrack Husein Obama dan Vladimir Putin. 
Barrack Obama dan Vladimir Putin adalah pemimpin dari dua negara adidaya yang saling berseberangan, Amerika Serikat dan Rusia. Kedua negara ini memiliki pandangan yang sangat berbeda dalam melihat hubungan internasional yang terjadi dalam politik global dan hal ini dapat dilihat lebih dekat dalam perilaku, pemikiran hingga pernyataan yang ditunjukkan kepada publik. Perbedaan ideologi dan persepsi terhadap politik global dari keduanya secara jelas terlihat sangat bertolak belakang, salah satunya dapat dilihat melalui pidato keduanya dalam Sidang Majelis Umum PBB 28 September 2015 yang dilaporkan oleh Erik Vouten.
Dari laporan sekaligus review yang disusun oleh Voeten yang berjudul Putin and Obama  Clash Over International Relations Theory, momentum sidang majelis Umum PBB tersebut digunakan kedua tokoh, baik Putin maupun Obama untuk berpidato dan menyampaikan gagasannya terkaitan peta politik dunia dalam perspektif negara masing-masing. Menariknya, ulasan Voeten dalam tulisan ini sangat mengundang prhatian lebih jauh karena mencoba menganalisis lebih jauh bagaimana pandangan politik kedua pemimpin negara ini mewakili perspektif dan ideologi politik yang dianut oleh masing-masing negaranya.
            Pandangan atau worldview yang lebih bersifat liberal ditunjukkan oleh presiden Obama, dilihat dari bagaimana visi Amerika Serikat yang digambarkan yakni untuk menyebarkan nilai-nilai dasar atau basic virtues liberalisme melalui politik luar negeri. Pidato Obama menyatakan bahwa negara sudah seharusnya mengaahrgai PBB dengan tanggungjawab dan loyalitasnya mampu diandalkan menjadi pusat dari tatanan liberal, terlebih dengan potensi semakin diperkuatnya penghormatan pada hukum internasional, HAM, serta demokrasi melalui legitimasi terhadap PBB yang dibangun oleh seluruh negara di dunia. Dalam pidato tersebut presiden Obama juga mengulas bagaimana PBB sebagai sebuah organiasasi internasional telah abnyak terlibat dalam berbagai upaya penyeelsaian konflik dan permasalahan-permasalahan internasional dan mendorong interaksi kerj sama antar negara dan pengembangan bidang ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia dan mengurangi persentase masyarakat miskin dan pengangguran secara global.
Jika dianalisis lebih jauh, penyataan-pernyataaan yang disampaikan Obama dapat dilihat sebagai sebuah bentuk optimisme yang kuat dalam meyakini peranan PBB sebagai organisasi internasional cukup besar dalam penyelesaian konflik internasional. Hal ini sangat dengan bagiamana perspektif liberal sebagai wordview terhadap politik global yang membangun asumsi bahwa negara sejatinya memiliki potensi untuk membangun perdamaian universal dengan cara-cara kerja sama, mengutamakan hubungan baik dan diplomasi, penghormatan terhadap hukum-hukum internasional yang disepakati bersama, dan juga mengutamakan Hak Asasi Manusia dan kebebasan manusia sebagai bagian dari kemerdekaan yang dimilikinya. Sebagaimana yang diketahui bersama, kebutuhan masyarakat global yang terus berkembang secara dinamis mendorong interaksi antar negara kian intens dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul. Dalam mengatasi permasalahan yang muncul, negara-negara kemudian mulai membentuk suatu tatanan atau organisasi internasional seperti Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) dan saat ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) yang merupakan wujud kesepakatan untuk membentuk rezim yang mampu menekan kecenderungan dominasi dari negara besar dan sekaligus menghidari tertindasnya negara-negara lainnya.  
Selain membangun optimisme yang kuat terhadap orde internasional yang damai dan menghargai kebebasan, berdirinya presiden Obama dalam menyampaikan pidato tentang nilai-nilai kerja sama, integritas negara dan penghargaan terhadap PBB yang merepresentasikan Amerika Serikat ini juga dapat dilihat sebagai ajang mempertegas kembali tujuan atau cita-cita Amerika untuk menyebarkan nilai-nilai liberal yang dibawanya sejak akhir Perang Dunia II. PBB dijadikan sebagai alat yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai kerja sama, kebebasan, penghargaan terhadap Ham, dan konsep-konsep pemikiran dasar liberal lainnya yang dipercaya oleh Amerika.
Meskipun semangat untuk menciptakan perdamaian itu cukup besar, terlepas dari berbagai intervensi dan keterlibatan yang dilakukan oleh organisasi internasional PBB dalam menyelesaikan berbagai konflik internasional, tidak dapat dipungkiri hingga saat ini banyak pihak yang masih meragukan kefektifan dari eksistensi organisasi internasional mengingat perang dan konflik-konflik internasional hingga saat ini masih saja terjadi.  Presiden Putin menyatakan secara jelas dalam pernyataannya bagiamana sikap Amerika Serikat melalui berbagai intervensi yang dilakukannya adalah bentuk dari arogansi. Menurutnya, fungsi dari PBB dalam urusan hubungan internasional saat ini bukan untuk mencampuri konflik-konflik domestik yang terjadi karena hal tersebut jelas telah jauh merendahkan kedaulatan negara lain.  Serangan militer dan perang sipil misalnya yang saat ini masih terjadi di Sudan Sulatan dan Suriah yang banyak menyita perhatian PBB baik secara moril maupun materil demi terselesaikannya permasalahan ini dengan segera. Belum lagi konflik yang tercipta di Ukraina atau potensi konflik yang muncul dari ketegangan dalam isu perebutan kekuasaan Laut China Selatan, dan yang tak kalah kompleksnya yaitu ancaman terorisme yang sedang dihadapai oleh hampir seluruh negara-negara di dunia saat ini. Permasalahan-permasalahan ini jika dilihat tentunya kian menunjukkan bagaimana intervensi Amerika Serikat yang dalam tujuan menjaga perdamaian dunia dan menyelesaikan konflik yang terjadi justru memicu konflik berembang menjadi lebih besar dan bahkan memantik kian memanasnya hubungan antar negara.

Oleh sebab itu pokok utama perspektif sebagaimana yang dapat ditangkap dari pidato presiden Putin adalah pemahaman terhadap politik dunia yang lebih menggunakan kaca mata realis bahwa sudah seharusnya tanggungjawab PBB diarahkan lebih besar terhadap penyelesaian masalah-masalah yang lebih krusial dan universal yang dihadapi oleh semua negara seperti perang dan isu terorisme dengan memprioritaskan kedaulatan masing-masing negara sebagai prioritas utama di atas segalanya. PBB tidak dibentuk untuk menyamakan posisi dan kekuatan seluruh negara yang memutuskan menjadi anggota PBB, namun menurut Putin forum ini harusnya dimanfaatkan bagi negara-negara untuk membangun aliansi dan melawan ancaman musuh bersama yang dihadapi dan menjunjung tinggi kedaulatan yang dimiliki setiap negara.
Kurang lebih kedua negara baik Amerika Serikat maupun Rusia memiliki ideologi dan perspektif yang berbeda dalam melihat politik global. Hal ini tentunya menarik dalam memunculkan bebagai dinamika dalam hubungan internasional dan berbagai interaksi yang terjadi. Di tahun ini perhelatan Sidang umum PBB akan kembali digelar. Maka mari kita nantikan bagaimana jalannya sidang PBB berlangsung, dan tentunya mari kita simak dan analisis berbagai konten materi pidato yang akan dibawakan oleh masing-masing pemimpin negara. Tidak hanya Obama dan Putin, besok kita nampaknya juga harus melihat bagaimana presiden Jokowi berdiri di hadapan sidang, dan kira-kira materi apa yang akan disampaikannya di hadapan seluruh pemimpin negara dunia.  

Internship at Eisai Indonesia, DAMN! How Lucky I am!


For me, Internship Program at PT Eisai Indonesia is one of the most valuable experience ever. Thank you AIESEC for this opportunity.


Hola! My name is Farid Ali Syahbana, I am part of AIESEC Indonesia from Local Chapter Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.




During my participation in AIESEC, I was actively join in many project and program that initiated to elaborate our skill and potential as young generation. Our big vision that to fulfill humankind potential and more contribution for better future. 

One of very memorable experience for me during join AIESEC is the Eisai Project, a short internship program held in collaboration with PT Eisai Indonesia that invited 3 chosen medical students to come to PT Eisai Indonesia, to learn, discuss and participate more as member of company. 

With 3 medical students of Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, they are; Toni Febriyanto,  Sania Rifa Zaharadina, and Maria Seraphine, I was invited as chosen participant to join the program called Eisai Project. This is a Short Internship Program held by AISEC youth organization in partnership with PT. Eisai Indonesia to join and becoming corporate member of PT Eisai Indonesia during five days. The internship program intensively dedicated to introduce PT Eisai Indonesia among medical students and their roles in Lymphatic Filariasis desease in indonesia. The main agenda of the short internship is to give professional experience to the chose participants about healthy life and disease medication and prevention, with core activities that are Eisai Diethylcarbamazine (DEC) Project Managers Meeting, Factory Visit and BELKAGA (Bulan Eliminasi Kaki Gajah) Event. 

So many interesting things during the 5 days of the short internship program by story below. Let's check this Out!


As a Coordinator staff of Internship Human Resources in Department of Outgoing Global Internship Program AIESEC UGM, it was an honor to deliver our services to become a hub for young talent to reach their future dreams by professional experience. Eisai Project is one of our collaboration program to give opportunity for 3 chosen medical students to join the short internship program and directly in touch with specific issue of Lymphatic Filariasis disease in Indonesia. 

For me, this program is a really interesting yet a challenging one. As a Social and Political Science student, who majoring International Relations, my academical background is not covering such the medical science to discuss about certain disease in front of people. Even more when its about discuss the Lymphatic Filariasis and DEC medicines, which is the main topic in this program. 

But its not a big deal, when I know that PT Eisai as our partner in this program have prepared a great event named Eisai Project Managers Meeting that invited all the project managers from all around the world to discuss, share and learn. What a great opportunity for me to enlarge my network and got a such very special experience from this program. 

It was an honor for me as an AIESEC member to join with the project managers. Not only because they was very kind with us, when even they know we are just a student, they also can be a very good mentor, that give us so many insights and knowledge during our participation along the agenda for five days.  

That’s why we're becoming close each other and  bring the joyful for every single moment during the days of this our short internship program. 

September 29th: Introduction in PT Eisai Indonesia Central Office


Our first day: around nine o'clock in the morning, I and three of UGM medical students; Sania, Sera and Toni just arrived in Jakarta and directly attend the preparation of this managers meeting on September 29th. Sania, Sera and Toni were passed our selection process during last month to eligible to become participant for this program. 

As the first day, we got company orientation session to know more about Eisai company profile, the philosophy of the company delivered by president director of PTEI, Mrs. Diena Tjiptadi and Project committe Ms Risa Kamata.  

What I found a really interesting from Eisai company was about the background of its philosophy it self. Eisai was an unique pharmaceutical company compared to other companies because of its philosophy that was human health care or HHC. The meaning was “We give our first thoughts to patients and their families, and to increasing the benefits health care provides.” I think it is more than a dedication by the human value; they put the patients and their families as the top priority rather than the business activities.

Further more, the introduction meeting in this first day also conducted us to got got the explanation about how Eisai’s support for LF elimination program by their projects general introduction, watched video about Eisai participant in DEC project, drug regulatory and code of conduct in Indonesia. Further more, they also well spoken to tell us about Japan social and culture, the country where the Eisai company originated, as well both of our mentors of the day; Ms. Risa Kamata, and Mr. Kentaro Nagane.

September 30th: Knowing LF Disease and Project Managers Meeting
Proceed to the second day on September 30th, the meeting of DEC Project Manager officially started and in this meeting I face so many new faces which came from different country. They were came to representing their Eisai Company in their country and also presenting how their DEC project run before, and how the progress. The meeting started at 9 am. It held in a middle sized room with many new faces I’ve seen presenting their own country. They were friendly and with an open hearted approached the students first. We feel like an important guest there.


They gave us their business card before introduced themselves to us. And then we separated into 2 big groups with each are consist of 8 persons to got the orientation first. After that, we had an ice breaking before start the formal meeting, Mrs. Risa who bring the game coming into the panel was called it “Traffic Jam” game. 

This game taught me quite lot of things. First,  I learned about team work. Because we are divided into two big group so everyone had to discuss and work together to get the solution of the problems. Second, I learned about respecting others. Everyone had their opinion, so we couldn’t be selfish. We had to hear other opinion and discuss it together to achieve our goal. Third, enjoying the process and never hear what people said. Because the opposite team were very rarely sounding too loud and cheers shown like won the game, that’s make my group become stressed more. 

But really happy and proud that we can handle the problems calmly by together, we solved the problems, and we show the final answer of solution with really smooth just only by one trial. Of course it is an awesome since the opposite team cann’t finish the challenge until three times trial. After had fun with the game, the next agenda was presentation about hhc and SECI model.

I just realized that it turns out the previous game which we played before became a model of how SECI method is executed. From the presentation, another thing that made me interested was about the value of Eisai Company. “Eisai’s objectives values was not only to get profit, sales, costs but more likely to get patient’s satisfaction because when patients satisfied, then the profit will follow automatically” that’s how Mr. Takayama San explain to us about how Eisai philosophy run until now a days.

After that, the agenda move to presentation from manager of DEC project in each country. I was looking forward to see each manager’s presentation. The presentation was about how the projects of DEC medicine has been run until this year, how the activities done in each country, and how long result of their project, challenges that they had while doing DEC project as well as the participant could give comment or ask question about the presentation. It’s really nice to see this global partnership and knowing that every country work together to eliminate lymphatic filariasis by 2020 as our common target. 

In addition: We also had some fun at night when we gathered and ate our dinner together with some old Japanese music and good food. yummy :)

October 1st: Socialization with LF patients in Bogor Factory, and Join BELKAGA event


The next day, we went to Bogor factory by bus. On the way to Bogor factory we sat by our group in the bus to discuss three questions given which asking about the summarize of what the meeting material in the 2nd day talking about.


The discussion talking about what is HHC philosophy, why do we need to socialize with patients, and why is the target patient. How lucky that I have the great team members, Mr. Fabian Gusovsky and Mrs. Valerie Ann L. Valeza. 

We discussed the answers very nice and approximately after one hour we arrived at Bogor factory. From green environment of Eisai Bogor factory, I could see that this factory had a good quality management for its surrounding environment. The factory was very comply and commit to keep the place safety and healthy for every single person of their guests. High quality standard of health and cleanliness is a must and even become their top priority in this company. This shown from whole days during our activities there, cleanliness of transportation, temperature check, and so on to ensure all of us in a good and health enough to enter the factory. In the factory hall, we met with two of the LF patients, and they share to us about their stories and personal life related to the disease. 

We had a dialogue with the Lymphatic Filariasis (LF) patients, they shared their feelings and thought, their hope and maybe what the needs that we and company can provide. The discussion running smoothly, where we could ask freely about their life, how come the got the disease, and try to express our willingness to help them. Sharing session with the LF patients is one of enjoyable moment for me, when I can hear their struggles, how hard the survived, and how inspiring their willingness to recover from the disease. 



During the discussion, we have two translators to help us to communicate inter-language; English, Bahasa Indonesia, and the local language (Sundanese). The discussion was very insightful, that we can know deeper about the Lymphatic Filariasis disease, the patients background, their process to heal until their inspiring story to got recovery soon.

After hear and learn directly with the LF patients, we are moving to the center of the city to join one of the biggest event in the year, Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) - Lymphatic Filariasis Elimination Month, that is a very first experience to join such this event. Before joining this program I didn’t even know that there was the event called Belkaga in Indonesia. Maybe because Yogyakarta was non endemic district of LF in Indonesia, and also minimum awareness of the issues that still exist in the middle of our society even until nowadays.

This event is an official event dedicated to commemorate the urgency of LF treatment and elimination. In order to achieve WHO Global Goal to eliminate LF as a global public-health problem by 2020, Ministry of Health of Indonesia in partnership with Eisai held this Mass Drug Administration event. In this Belkaga event, people got free medication to consume pills that consist of Albendazole and DEC (Diethylcarbamazine Citrate), the most effective medication to consume to avoid the contamination of LF viruses in human body. To eliminate LF disease, the medication needs to maintain people to consume the pills minimum once in  a year in minimum 5 years to kill the viruses. 

Belkaga event that centered in Bogor was very crowded and high enthusiast form citizen around. The participants in this event started from elementary students to adult. 

At the end of the day, we close the activites by having dinner together. In the middle of Dinner, one of our team initiate to have such a special tradition from Japan: we close the dinner with Japanese way and yelling Yoo’o! while clap our hands once.  So enjoyable dinner, and I feel so recharge after a long tiring day.

October 2ndFinal Workshop with WHO, MoH, and RTI to solve the LF Disease






In this our 2nd meeting (as the last day of our Project Meeting) in the Pullman Hotel, Central Jakarta, we discussed everything about how to get our target that eliminate the LF disease by 2020.

To support our knowledge about the dinamic of LF disease, we were met with some speciall guests. They are the representative from WHO, NGO, and Ministry of Health that really concern about LF in Indonesia. We made a map showing the feeling of the patient we met yesterday and then put idea on how to made a change for them. Like how to increase the awareness of their surrounding, how to decrease the morbidity, and how to make them feel accepted by their society again. There were many process of action plan map before we could reach the conclusion about what the action we need to take. 

We discussed with WHO, NGO and Ministry of Health about our idea, they added and also gave many new knowledge to us about LF. How lucky I am that I have Mr. Fabian and Mrs. Li Ann as a really fabulous team members. Both of them are really smart and kind, they can share their idea to me and they give me a chance to also contribute my idea and even a golden chance to show our idea as together in front of the panel of meeting. 

That’s why I feel so excited. Our idea became the most outstanding idea and became the best among others. I learned a lot of things at this great meeting than I can understood about LF disease, how to face it, what we can do, how the patients feel, and also how the doctor and scientist workhard to solve it.



October 3rd: AIESEC Internship Action Plan and Wrap Up


At the last day, we invited to the Sentral Senayan II, National Head Quarter of PT Eisai Indonesia.  At the Fifth day, we met Mrs. Risa San, Mr.Takayama San, Mr. Kentaro San, Mrs. Grace, and Mrs. Jenny for our last day. We discuss for evaluation of our  participation during the project activities, how it feels, whats our opinion and elaborate our ideas to join and support the project of eliminating the LF disease by 2020. It was so interesting because we got a special chance to share and discuss our highlighted moment during this event and which part does memorable to share. 

They listen to our opinion, asking the follow up questions, and even they appreciated the ideas coming by wrote it all in a proper book notes. We discussed about our next agenda, our idea, what we can do next for further contribution on our big agenda of LF elimination by 2020. I feel so honor they served us very professional. After the last meeting, we got lunch together, then got our back flight schedule at 1 p.m.

Those are our fantastic experience during the five days during our participation in Short Internship Program with PT. Eisai Indonesia. 

Over all, I really appreciate PT Eisai Indonesia that have been invited us and give us the opportunity to join in this program. I was very impressed with how the company has been treat us very well and professional yet still very fun and enjoyable. It’s also an honor for me to know more such a great company, PT. Eisai Indonesia, join the big agenda of  Project Managers meeting, and participate in the whole discussion along the program. 

We wish we got such a memorable experience from this, and of course execute our project plan for real contribution form us to succed the agenda to eliminate the LF disease for Indonesia, Indonesia free from LF by 2020, we can do it!