Internship in Eisai Indonesia, DAMN! How Lucky I am!

For me, Internship Program in PT Eisai Indonesia by The DEC Project Managers Meeting and BELKAGA Event is a really one of my greatest experience ever. The way we meet, discuss, and initiate many ideas for better Indonesian Future in social health. By this experience I learn how to maintain a big project into local level, directly visit to the company and finalized the ideas by share and discussion with the company leader form Japan and in Indonesia, and also the project managers around the world. Thank you AIESEC! for having me in this project.

DIMAS DIAJENG JOGJA 2019

Paguyuban Dimas Diajeng Jogja adalah rumah untuk mengembangkan potensi diri, tempat di mana kami saling menerima perbedaan, mendukung satu sama lain dan mendedikasikan diri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata kota Jogja.

Gadjah Mada Menyapa: Serunya Berkeliling Sulawesi Selatan dan Menebar Semangat Kebaikan

Menjadi satu di antara segelintir anak daerah yang bisa mengenyam pendidikan di kampus besar Gadjah Mada membawa tanggungjawab tersendiri untuk berkeinginan berbagi dan menginspirasi mereka adik-adik kami yang lainnya untuk bisa bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Ini pengalaman kami berkeliling Sulawesi Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Gadjah Mada Sul-Sel dalam rangkaian Gadjah Mada Menyapa.

Gadjah Mada Muda: Petualanganku sebagai Mahasiswa UGM Berawal di Sini

Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah karena saya sadar tidak semua dari anak daerah seperti saya bisa mencicipi bangku kuliah, apalagi di salah satu kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan momen berharga ini, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk dapat belajar dan membangun potensi yang lebih baik lagi serta menebarkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan melalui dedikasi dan semangat untuk mengabdikan diri. Inilah awal kisahku, Gadjah Mada Muda 2014

MUN: Pengalaman Merepresentasikan Negara di Simulasi Forum PBB

Simulasi Sidang PBB atau Model of United Nations adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan dan kapasitas dalam bernogosiasi, berdiskusi dan beradu argumen untuk lebih peka dan peduli pada isu-isu internasional. Simak bagaimana saya mengikuti Padjadjaran Model United Nations, dan dapatkan tips-trik bagi kamu yang mau mengenal dunia MUN di sini.

September 22, 2019

Hari Pertama di Ibukota Jakarta!



Fyuh,

Pegalnya kaki akhirnya bisa selonjoran juga di kamar hotel setelah kurang lebih tiga jam bertualang, di hari pertama menginjakkan kaki kembali ke Jakarta dengan status yang baru: Bukan Pengangguran😬

Momen ke Jakarta kali ini sepertinya adalah yang paling istimewa karena akan menjadi awal mula pembuka perjalanan dunia kerja bersama Bank Internasional Indonesia atau yang sekarang Maybank Indonesia.

Tidak mau menyia-nyiakan waktu, setibanya di Jakarta sudah mulai berpetualang menjelajahi Ibukota dan memulai mengumpulkan semangat postif untuk memulai dunia baru di tempat kerja yang baruuu! Dan petualangan kali ini adalah: Mencoba Trans Jakartaaa!!

Trans Jakarta ini ya kita semua tau, busway moda trasportasi umum di Jakarta. Sebenarnya mau nyoba MRT, tapi karena dekat penginapan adanya baru Tije ini, jadi mungkin mencoba MRTnya bisa lain hari mungkin, semoga bisa disegerakaan~

Potret petualangan mencoba Trans Jakarta, di Jembatan Penyeberangan 

Potret jalan di Jakarta dari jembatan penyeberangan busway Trans Jakarta


Pihak perusahaan nampaknya sangat baik, karena fasilitas bagi karyawan dari luar daerah seperti aku ini diberikan pelayanan ekstra berupa akomodasi hotel selama kurang lebih sebulan pertama dalam masa training. Tempatnya di D Hotel Jakarta, Jalan Sultan Agung, bilangan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Dikasih kamar King Size, D Hotel Jakarta, buat sendiri untuk bulan pertama di Jakarta.

Tiba di hotel sore tadi langsung masuk cek in dan malah bersemangat buat jogging karena sudah bosan tidur, kegiatan sebagian besar yang kulakukan untuk menghabiskan waktu selama di perjalanan kereta.

Joging di sekitaran jalan Sultan Agung dan bilangan Kuningan, Jaksel ini cukup menyenangkan. Lumayan untuk pengenalan lingkungan baru, sambil lihat-lihat situasi di sekitar. Joging sore ini makin seru setelah akhirnya kutemukan kawasan perumahan dan taman Tangkuban Perahu persis di belakang hotel. Taman ini ramai dengan banyak aktivitas, anak-anak yang asik bermain, remaja tanggung olah raga, ada yang juga pacaran atau sekadar jajan di pedagang kaki lima di pinggiran taman. Bahkan ada kakek-kakek yang masih semangat buat joging lengkap dengan sepatu ketsnya.
Petualangan joging ini lengkap sekaligus memuaskan hasrat mencari spot-spot buat makan pinggir jalan besok, selama nginap di D Hotel ini kurang lebih sebulan.

Ngomong-ngomong soal nginep hotel sebulan ini, satu yang ada di benakku:

Tagline Maybank: Humanizing Financial Services bener-bener nyata sampai ke pegawainya sendiri. Pegawai baru kayak aku aja bisa semanusiawi ini perlakuannya 😭🥰

Selepas joging, kembali masuk ke hotel buat mandi dan beberes. Setelah segar kembali, kembali ke belakang buat menjelajahi langsung penjual-penjual pedagang kaki lima di seputaran taman. Maklum karena tadi niatnya cuman joging jadi ga sempat bawa duit buat icip-icip beli jajanan. Akhirnya kupuaskan hasrat jajan dengan mencoba cireng, tempe goreng, ada bakwan alias orang bandung bilangnya BALA-BALA, sama satu semacam lumpia atau korket gitu. Murah harganya satu seribuan, jadi total aku beli enam biji aneka macam gorengan itu.

Sedikit menggangjal perut, adzan Isya yang berkumandang membuat tertarik buat jelajah Masjid Jami Tangkuban Perahu yang juga ada persis di sisi barat taman. Ukurannya cukup luas dan besar untuk seukuran mesjid komplek perumahan. Mungkin juga karena di sekitarnya adalah rumah-rumah notaris dan dokter jadi yaa lumayan lah ya mesjid ini mendapat sokongan materi yang cukup baik untuk pembangunan.

Selepas isya berjamaah itu, tiba-tiba muncul kepikiran buat uji coba jalur busway yang haltenya tepat ada di depan hotel. Ini juga karena ada info yang bermanfaat banget dari teman yang sama-sama diterima kerja seleksi kemarin, yang rumahnya memang di Jakarta. Namanya Irham. Sempat ngobrol dikit awalnya soal persiapan buat besok, akhirnya tiba-tiba dia bocorin sebuah aplikasi transportasi umum yang bisa dipakai untuk tahu jalur-jalur yang ada dan kombinasinya jika diperlukan (misal nyambung busway-MRT-jalan kaki, dll). Nama aplikasinya Trafi.

Tampilan aplikasi Trafi

 Wah gila aplikasi Trafi ini luar biasa kerennya dan akurat banget buat dipakai untuk transportasi umum di Jakarta. Semuanya real time sampai jadwal kedatangan busway, kode jalur, dan bahkan hitung-hitungan durasi jalan kakinya semuanya presisi.


Aku coba sendiri buat naik busway ke Plaza Senayan dari daerah Setia Budi ini dengan halte Trans Jakarta Halimun. Cuman modal kartu Flazz BCA yg udah lama ada di dompet, dan saldo 3500 rupiah, sudah bisa baik Trans Jakarta dan dengan sambung-sambung dari Halimun ke Dukuh Atas 2 - transit Dukuh Atas 1 - Bunderan Senayan, akhirnya bisa sampai Plaza Senayan dengan selamat. Dan muraah! Cuman ya memang pake tambahan  modal kalori buat jalan-jalan kakinya itu.

Masuk halte Trans Jakarta dengan kartu Flazz

Tapi ini beneran asik banget! Apalagi suasananya ga begitu rame dan jam 8 malam di hari Minggu kayak tadi, sepertinya memang ga begitu banyak orang-orang yang pakai Trans Jakarta.

Susana busway Trans Jakarta ke dari Halimun ke Dukuh Atas 2

Aku membayangkan besok di hari Senin pasti akan jauh lebih rame dengan pegawai-pegawai yang sebagian besar pada ngandalin Trans Jakarta buat moda transportasi ke tempat kerja. Sampai di Sentral Senayan 3 pun juga suasananya udah sepi.

Suasana ketika tiba di Sentral Senayan 3 

Ga sabar buat besook! Wish me luck.

Harus tidur cepet malam ini biar besok pagi bisa bangun agak cepat dan menikmati sarapan hotel.

Bocoran di travel advisor katanya enak! Let’s see.. semoga ga telat bangun haha.

Oke, see you soon!

Jembatan Trans Jakarta Gelora Bung Karno

Suasana Jembatan Penyeberangan

Jembatan penyeberangan Dukuh Atas

Pintu masuk dari penyeberangan ke Halte Trans Jakarta
Suasana Bus Trans Jakarta dalam perjalanan pulang ke Setia Budi

Beranjak




Hari keberangkatan keluar meninggalkan Jogja.

Rasanya campur aduk.


Mungkin gini ya memang rasanya mengembara di perjalanan panjang kehidupan. Tanpa terasa waktu berlalu mengiringi langkah. Menapaki dari satu anak tangga tahapan kehidupan ke fase anak tangga tahapan selanjutnya.

Tidak terasa chapter perkuliahan yang kujalani di Jogjakarta selama kurang lebih empat tahun, ditambah juga dengan terlibat sebagai tenaga fulltimer di kampus selama kurang lebih dua tahun, akhirnya hari ini tibalah saatnya untuk beranjak.

Kalau mengingat-ingat kembali flashback, sudah ada banyak sekali kenangan dan momen-momen yang tercipta selama di kota istimewa ini. Teringat hari-hari pertama menginjakkan kaki di sini, semuanya serba asing. Tapi ternyata perlahan-lahan yang asing itu berganti menjadi sesuatu yang akrab dan menyenangkan.

Damainya Kota Jogja akan selalu terkenang. Istimewanya orang-orang, kehidupan masyarakatnya, sampai makanan-makanannya yang tidak bisa terlupakan. Benar kata orang, akan selalu ada sesuatu di Jogja.

Hari ini adalah proses berpindah ke halaman baru di chapter berikutnya. Menjalani rangkaian selanjutnya tahapan baru di perjalanan kehidupan. Entah apa yang direncanakan Tuhan, segalanya kupasrahkan. Semesta selalu punya cara terbaiknya sendiri. Kita hanya bisa mengusahakan dan sebaik-baiknya menjalankan.

Terima kasih orang-orang baik yang sudah menemani dan mewarnai hari-hari di Jogjaa! Setiap dari kalian adalah sumber semangatku.

Sampai berjumpa lagi,
Bertemu dan mengenang kembali memori-memori.



Di tengah perjalanan kereta api Taksaka
Jogja-Jakarta
22 September 2019

September 21, 2019

Sampai Jumpa YouSure!


Squad YouSure terakhir 2019


Hai!

Ini hari terakhir melangkah di chapter kehidupan kampus bersama YouSure.

Rasanya campur aduk. Dinamika 3 tahun ini akhirnya berakhir hari ini.

Setelah ini, babak baru akan bersambut.

Semoga apapun yang sedang menjelang, adalah hal-hal baik yang senantiasa melangkah dan menjelma.



Sampai jumpa lagi YouSure..

Hari ini rasanya indah. Semoga hari-hari yang telah berlalu adalah hal baik. Sepenuhnya bagimu, dan semoga ada pula bagiku.


Bukan jenuh,

Lebih tepatnya, mungkin butuh dinamika yang baru.

Izinkan aku melangkah pada dunia baru, supaya dua dari kita sama-sama saling berbenah.



Hari terakhir di YouSure..

Tinggal aku sendiri. Seperti biasa ditemani musik-musik mengiringi.

Bedanya, mungkin hari ini adalah yang terakhir kali.

Cukup untuk dikenang.


Sampai jumpa kawan-kawan yang sudah membersamai!

Banyak sekali kenangan yang terukir di tempat kita bersama ini.

Semoga yang baik-baik akan selalu abadi.

Dan bagi salah dan keliruku, kupintakan maaf, semoga segala duka yang berbekas mendapat pengampunan.



Sampai jumpa YouSure!

Senang pernah berada di sini..


September 20, 2019

Puisi: 19.9.19

19/09/2019
21.33 WIB
Warung Tengger, Bukit Bintang




Kerlap-kerlip membersamai
Satu pintu diketuk untuk membuka
Harap pada asa
Berjuang dengan rasa


Doa menemani langkah
Semoga selalu semoga
Semoga padamu kau dapati tenang
Meski nampaknya akan selalu banyak pinta

Pada lembaran baru yang sepakat kita buka
Jauh hati memendam asmara
Mendekap hati
Jelmaan simpul bertuan

Erat menggenggam bulat mengharap
menuju dewa-dewa panggung cinta

Selamat

Sambut damai jalani semesta

Langkahmu takkan pernah sendiri





September 18, 2019

Puisi: Main yuk




Halo.

Main yuk,


Sedang ingin diajak main.

Sudah lama kita tidak duduk berdua menikmati senja.

Apalagi pantai.

Sepertinya sudah lama rasanya, kita baradu tawa sambil cipratan air laut membasahi lidah.

Atau sekadar menciptakan hening dan yang terdengar hanya kerusuhan ombak kejar-kejaran di antara kita.

Liburan yang bukan hanya menyegarkan badan dari air mandi yang basahi kita.

Tapi juga jeda untuk sejenak bersinggah di tengah penatnya pikiran.


Sepertinya memang kita sudah sangat perlu buat main berdua.

Tapi tidak harus pantai juga.

Bahkan keluar kamarpun sudah asik harusnya.

Bukan soal ke mana.

Tapi

Yang jauh lebih penting,

Ini soal ke mananya sama  siapa.

September 17, 2019

Puisi: Renjana





Berdialog dengan diri sendiri,
Sesuatu yang kuat sedang menggejolak 
Renjana.

Mencintai itu manusiawi
Ragu itu juga manusiawi
Takut
Pun itu manusiawi

Rasakan cinta
Mengurai keraguan
Hadapi ketirnya ketakutan

Lihat mereka beradu
Saling memburu
Bergulat
Bolak-balik menggeliat

Sulit. 
Berbicara dari hati ke hati
Ke diri sendiri
Tapi sekali temukan percakapan baik
Dan dapati lebih dalam diri sendiri

Bangunlah damai
Bernafas menenangkan ragu
Mengucap kata maaf
Dan menerima kembali maaf 
Termasuk maaf pada diri sendiri 

Pada cinta yang bergejolak
Hadapilah ragu
Takut adalah cerminan
Menyadari sukma seutuhnya
Bersemayam sebagai manusia

Dengan luka, 
Tapi juga dengan cinta.

Yogyakarta, 17 September 2019

Poetry: Dear




Dear,

I want us to be more open

I want us being better.


Hey, I see you are being different

I just being confused, can I know what are you thinking about

Is there something that you trying to say


How to show you that I really care

Just please look at me 

Stand by you 

Open, besides me a space open for share


Calm, 

It is okay to be open

Being Honest, I will be happy if you can sit beside me

Listen the whole story that you want to share with. 


-----

Bandung, 15 September 2019 

September 15, 2019

Petualangan Jelajah Bandung


Holaa! Kembali lagi meramaikan blog ini setelah 3 hari chill out jalan-jalan #oneweekonetrip yang akhirnya main ke BANDUNGGGGG!!!

Aakhirnyaaaa..

Senang akhirnya bisa merealisasikan wacana mau jalan-jalan ke Bandung yang udah entah berapa kali ketunda dan akhirnya bisa benar-benar kesampean. Udah ngajakin banyak orang buat bisa main bareng ke Bandung tapi akhirnya banyak yang gagal kesampean karena ga cocok jadwal atau pas lagi ga siap duit.

Setelah berkali-kali wacana, dua hari ini akhirnya bisa juga main di Bandung lagi.

Ini juga kalau bukan karena jasa si Farras, parner kerja (selain Mba Irma) jaman-jaman masih magang di YouSure FISIPOL UGM. Setelah jumpa kami bertiga pada malam itu, dan Farras mengutarakan rencananya ke Bandung, sepakatlah kita untuk berangkat ke Bandung. Niat awalnya sebenarnya reunian dengan mas Adit sekalian, PO YouSure yang sekarang kerja di Bandung. Sayangnya ada riset lapangan yang dikerjakan di luar kota. Sementara Mba Irma masih ada kegiatan di Gunung Kidul. Jadilah kami tetap berangkat meski cuman berdua.

Dengan modal 80 ribu rupiah, kereta ekonomi Jogja Lempuyangan ke stasiun Kiara Condong, akhirnya sukses mengantarkan kami menginjakkan kaki di kota Bandung. Karena kereta tiba jam dua dini hari banget, akhirnya kita pesan satu kamar penginapan di Radio Backpacker Guesthouse. Penginapannya murah meriah dan resepsionisnya 24 jam siap menerima check in para traveler backpacker kayak kami ini.

Pagi harinya, aku dan Farras cek out dan berpisah haluan karena Farras ada urusan lain, sekaligus jenguk pacarnya yang lagi kerja di Bandung.

Hari pertama akhirnya kumulai petualangan di Kota Bandung dengan langsung city tour keliling-keliling kota sebelum Jumatan. Ahh sensasinya kayak balik ke kampung halaman. Entah apa yang mirip dari Bandung dan Palopo nun jauh di sana yaa, mungkin suasana kota yang hijau atau gadis-gadis kotanya yang cantik-cantik🤭.

Jalan-jalan di Taman Balai Kota Bandung

Sebelum jumatan, kita sempetin buat kulineran di salah satu foodcourt langganannya si Dion, temanku yang menemani petualangan Bandung kali ini. Kami mencicipi es Goyobod khas Bandung yang direkomendasi oleh dia, juga makan cireng dan lotek khas kota Bandung. Setelah puas menuntaskan lapar, kami jumatan dan langsung cus ke Jalan Merdeka Bandung, buat main ke Balai Kota yang sekaligus satu kawasan dengan Taman Balai Kota Bandung.

Taman Balai Kota ini adalah  satu dari sekian banyak taman kota yang ada di Bandung. Di tengah keasikan menikmati suasana, tiba-tiba perhatian kita teralihkan sama pemandangan Kucing Oren yang lagi tiduran di bawah pohon di tengah taman kota. KOCAK BANGETTT! Sampe kita videoin si Kocheng Santuy ini di tengah padang rerumputan taman dan dia ga peduli sama sekali. Malah sesekali cuman peregangan abis itu yaudah tidur santai lagi di bawah teduhnya pohon rindang dan angin sepoy-sepoy. Enak beneeur bobo ciangnya Kochengg.

Selain pemandangan hijau, air mancur, dan teduhnya pepohonan di tengah kota, di taman ini ada juga beberapa kandang untuk peliharaan unggas seperti angsa dan ayam batik buat dipamerkan. Wahana yang cukup rekomended buat sekadar tempat main dan menikmati waktu di Kota Bandung ini.

Main ke Bandung Planning Gallery

Puas foto-foto dan cuci mata di Taman Balai Kota, kami bergeser ke bagian sisi utara gedung Balai Kota. Ada semacam taman kota lagi, dan yang cukup menarik perhatian adalah susunan kaca-kaca yang berisi gambar masing-masing tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati/Walikota Kota Bandung.

Masuk ke Bandung Planning Gallery (BPG) sendiri, isinya lumayan menarik ada banyak sajian pengembangan teknologi dan perencanaan kota Bandung berbasis smart city. Banyak yang bisa dimainin di sini, ada spot history Bandung yg skalian ada edu-selfie spotnya, maket wilayah pusat Kota Bandung lengkap dengan lampu-lampu indikator dan panel yang serba digital, juga ada 3D VR poject yang bisa kita cobain buat merasakan sensasi rancangan pengembangan sistem transportasi Bandung masa depan. Semuanya serba epic dan modern, salah satu terobosan Ridwan Kamil yang satu ini emang juaraa.

Karena kebetulan kami masuknya weekdays mungkin, jadi lumayan sepi dan kita bisa puas mencoba berbagai tools yang dipamerkan.Dan asiknya lagi masuk di sini gratisss!

Museum Kota Bandung

Setelah asik mencoba mainan teknologi di BPG, kita beranjak ke gedung Museum Kota Bandung yang lokasinya tepat di seberang BPG.

Sayang sekali untuk jelajah museum kota Bandung ini masih kurang maksimal. Kita masuk museum Bandung yg isinya baru siap satu ruangan utama 😂😂😂

Sebenarnya mayan asik sih, cuman ya kocak aja sepertinya ga sesuai ekspektasi si Dion sang Tour Guide, teman dari Palopo yang baru kelar pendidikannya di Telkom University, Bandung.

 Njir sampe keliatan banget ekspresi si Dion datar banget. Ga ada tempat selfienyaa hahah.... Gajadi eksis deh Yon, mungkin ini bukan tempat yang tepat buat  menunjukkan talentamu🤭

Maksudnya “ga ada objek selfienya” di sini bukan sama sekali 0 ya gaess.. Di ruang utama hall tepat setelah gerbang masuk, sudah ada maket kota Bandung, terus di sisi sejajaran pintu menghadap ke ruang utama itu, persis kalo abis masuk kita berbalik ke belakang, sudah terpampang jejeran nama-nama Bupati Bandung yang pernah menjabat sejak jaman Belanda hingga bahkan yang menjabat periode tahun ini (2018-2023) di dua sisi samping kiri dan kanan pintu masuk.

Di sisi lainnya wallpaper ikon-ikon pahlawan bandung meramaikan ruangan, dan tidak kalah uniknya di plafon ada poster-poster yang sengaja dibentuk melengkung seolah-olah pada berterbangan di langit-langit ruangan. Selain dari itu, ya mungkin ga banyak yang bisa diceritain, karena memang mungkin masih dalam on going banget tahapan pengerjaan dan pengembangannya.

Mungkin setelah ini masih ada proses tahap pengembangan selanjutnya. Kelihatan akses ke sekitar ruangan di sisi kanan gedung, pintunya masih ditutup jadi ya asumsinya memang tidak lain adalah mungkin masih dalam tahapan pengerjaan.

Petualangan hari pertama ini kita akhiri dengan ngopi di Two Cents Coffee yang ada di bilangan Jalan Cimanuk. Capucino latte yang epic buat menutup petualangan hari pertama di Bandung.

Braga dan Kopi Toko Djawa


Berfoto di Depan Kopi Toko Djawa, Jalan Braga, Bandung

Di hari kedua, jelajah Bandung ini dilanjutkan dengan mengunjungi kawasan Jalan Braga, yang isinya semacam Kota Baru di Jogja. Isinya banyak bangunan-bangunan lama yang masih kental dengan gaya arsitektur eropa. Deretan pelukis-pelukis jalanan yang memamerkan lukisannya menarik perhatian bagi yang lewat. Selain menikmati lukisan-lukisan ini, kita juga akhirnya singgah di Kopi Toko Djawa yang sepertinya udah terkenal sedunia maya.

Di kopi Toko Djawa ini ada minuman Kopi Awannya yang beuuuh, enak dan rekomended banget! Paling juara pokoknya dan jarang-jarang di tempat lain. Minuman spesial lainnya adalah es kopi gula jawa yang banyak disukai. Dengan kegabutan tingkat tinggi, akhirnya kawan saya si Dion yang menemani bisa bikin konten video dan mengekspresikan passion selfie sepuasnya hahah.

Malam harinya, pas banget malam minggu. Dan kita jomblo ini akhirnya bergeser malam mingguan di Surabi Setiabudi, jalan poros ke Lembang. Tempatnya sudah lumayan terkenal, sampai kita ga kebagian tempat duduk😭

Hari terakhir sebelum pulang, kami sudah merencanakan untuk bisa menyempatkan waktu buat jalan-jalan sekaligus nyari oleh-oleh di Kartika Sari dan Bandung Makuta. Sebenarnya jarang juga buat nyari oleh-oleh kaya gini. Itung-itung titipan teman dan mengisi kekosongan, yaudah kami meluncur dan icip-icip skalian. Eh tahu-tahu keluar rumah jam tiga sore, jalanan udah padat banget macetnya mengular sampai jauh. Berubah ke plan B, kuputuskan langsung meluncur stasiun. Akhirnya oleh-oleh-an di sekitaran stasiun aja, untungnya dapat Bolu Susu Lembang, dan Kue Balok. Mayan hehe.



Pokoknya menikmati kembali berkeliling menikmati wajah kota Bandung rasanya legaa banget. Thanks to teman lamaku dari Palopo, Alif Dion Karnadi alias Dion yang sudah mau meluangkan waktunya selama 3 hari aing di Bandung. Dion ini teman sekelas Bimbel di Lembaga Bimbingan Belajar “Ge-O” dulu pas jaman kelas 3 SMA. Sangat bisa diandalkan buat menemani perjalanan selama 3 hari menikmati Kota Bandung bagi yang liburan dadakan tanpa arah kaya aku ini. Akhirnya kesampean wacana aing yaak🤣🤭 Sekali lagi makasih banyak, sampai jumpa di petualangan selanjutnyaa ma brooh.








September 12, 2019

Menyoal Kematian

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Malam tadi, kesedihan menghampiri kala mendengar berita duka meninggalnya Bapak B.J Habibie, presiden ketiga Republik ini. Membaca berita itu tadi malam sontak cukup mengagetkan. Ada rasa tidak percaya, terlebih ketika satu-dua hari sebelumnya juga beredar berita yang sama yang ternyata sekadar berita bodong atau hoax. Tapi kabar yang aku baca terakhir ini benar-benar terkonfirmasi, dan jenazah almarhum akan dimakamkan siang hari. Di berita juga dikabarkan sejumlah pejabat negara turut langsung untuk menghadiri upacara pemakaman dan melepas kepergian beliau. Upacara ini dipimpin langsung oleh presiden Joko Widodo. 

Tentu bangsa ini juga merasakan kehilangan yang mendalam, mengenang jasa-jasa dan perjuangan beliau memikirkan berbagai persoalan bangsa yang dihadapi pasca krisis 1998. Juga bahkan masa-masa kepemimpinan Jokowi yang banyak melibatkan beliau menjadi salah satu penasihat dalam merespon persoalan-persoalan negeri yang terjadi. Di lain sisi, Bapak B.J Habibie adalah manusia super yang dikenal dengan kecerdasan dan prestasinya semasa muda, yang kisahnya banya menjadi inspirasi anak-anak generasi muda untuk bisa turut menjadi seperti beliau. Belum lagi soal kisah asmara, betapa kisah kasih beliau bersama almarhumah Ibu Ainun dulu adalah kisah indah romantisme cinta abadi yang terkenang indah hingga diabadikan dalam film khusus: Habibie dan Ainun. Sungguh inspirasi yang sangat besar dari beliau, semoga kepergiannya adalah cahaya dan bahagia, seperti terakhir kali beliau ungkapkan di media di hadapan Mata Najwa tentang menghadapi kematian.

“Dulu saya takut mati, tapi sekarang tidak. Karena saya yakin, selain Ibu saya dan keluarga-keluarga, ada Ainun yang pertama kali menjemput di sana.”

Dua hari yang lalu, Paguyuban Dimas Diajeng Jogja juga merasakan duka mendalam dari kabar meninggalnya senior kami, Indra Hari Saputra, atau yang kami kenal dengan Dimas Indra (Dimas Jogja 2011). Aku dan beberapa teman Dimas Diajeng berkesempatan untuk menghadiri langsung upacara pemakaman beliau yang dilaksanakan di rumahnya, Jalan Imogiri Barat. 

Setibanya di rumah duka, aku langsung menyempatkan diri buat mendoakan dan menyolatkan langsung jenazah yang disemayamkan. Beberapa saat kemudian jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan di Makam Suci Ngancar, Imogiri yang tidak jauh dari rumah duka. Di siang hari itu aku mendapatkan kesempatan langsung untuk turut serta membopong jenazah bersama lima orang pria paruh baya lainnya, dari rumah duka ke makam. 

Salah satu pengalaman pertama sebenarnya untuk menjadi penggotong jenazah.
Dulu rasanya aku sebegitu pecundangnya untuk menghadapi suasana berkabung ketika ada tetangga atau kelurga yang meninggal dunia. Sekadar melihat jenazah saja kadang rasanya gugup sekali apalagi untuk membopong langsung seperti yang kulakukan ini. Tapi tahun-tahun terakhir, dengan kepergian keluarga, tetangga, sampai almarhum Ayah sendiri empat tahun yang lalu membuat semuanya berubah. Pada akhirnya aku semakin kuat dalam memahami bahwa bagaimanapun kematian itu mutlak, yang setiap kita yang bernyawa pasti akan mengalami. 


Saat mengantar jenazah Dimas Indra menuju pemakaman
Sekarang rasanya justru menghadiri upacara pemakaman adalah salah satu agenda wajib yang harus kudatangi kala mendengar kabar duka, terlebih kalau itu adalah orang-orang yang ada di sekitar lingkup pertemanan atau keluarga dekat. Menghadiri prosesi ini tidak hanya simbol ucapan turut berbelasungkawa untuk duka yang dialami keluarga yang ditinggalkan, namun terlebih juga menjadi pengingat diri sendiri bahwa suatu saat entah kapan dan di mana, kitapun akan sampai dan mengalami hal yang sama.

“Pernah ga kalian berpikiran soal ini? Soal mati” 

Pertanyaan Yosa di tengah kami melayat di rumah duka. Pertanyaan Yosa ini benar menarik. Dan memang butuh kecakapan spiritual untuk lebih dari sekedar menjawab ya. 

Beberapa dari kita, termasuk aku sendiri kadang lalai dan terlampau candu menikmati hidup. Sampai lupa bahwa akan datang saatnya kematian. Mengingat kematian rasanya justru positif untuk motivasi diri sendiri. Selalu menjadi momentum pengingat agar bisa membangun kepribadian yang baik di tengah teman-teman dan orang lain di sekitar. Bagaimana proses kematian itu akan kuhadapi, Mau seperti apa aku dikenang, dan bahkan sesederhana siapa saja yang akan datang di upacara pemakamanku kelak. Semoga ini akan menjadi pengingat, dan kita sama-sama bisa jauh lebih mawas diri. Pada saatnya nanti, akan tiba kematian yang datang menjemput kita sendiri. 

Dan semoga di saat itu, kita pergi dengan siap, membawa bekal ibadah dan kebaikan yang diterima, prosesi kematian yang dimuliakan, dan dikenang baik oleh teman, keluarga dan siapa saja yang pernah mengenal.

Puisi: Cinta dan Mati



Cinta dan Mati 
Dua perkara yang tidak pasti 
Kapan waktu menemui 

Cinta

Bisa saja memaksa berontak dan mencocokkan hati 
Atau usaha jumpa aneka persona ribuan kali  
Namun takkan jua ia datang menghampiri
Sebelum terpaut hati 
Dan bahagia kau temukan dalam diri 

Begitu pula mati 

Tidak akan damai kepulangan manusia dengan mati 
Jika paksa bunuh diri yang ia pilih 
Cuba merenung di mana ajal menanti 
Namun mati takkan jua ia mendatangi
Kecuali suratannya telah ditakdirkan Ilahi 


Jogjakarta, 12 September 2019.
Di antara bunga cinta dan layu duka.
Selamat jalan kepada sosok inspirasi cinta abadi,
Bacharuddin Jusuf Habibie





"Tak perlu seorang yang sempurna. 
Cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia.
 Dan membuatmu berarti lebih dari siapapun." 
-B.J Habibie (1936-2019)