September 15, 2019

Petualangan Jelajah Bandung


Holaa! Kembali lagi meramaikan blog ini setelah 3 hari chill out jalan-jalan #oneweekonetrip yang akhirnya main ke BANDUNGGGGG!!!

Aakhirnyaaaa..

Senang akhirnya bisa merealisasikan wacana mau jalan-jalan ke Bandung yang udah entah berapa kali ketunda dan akhirnya bisa benar-benar kesampean. Udah ngajakin banyak orang buat bisa main bareng ke Bandung tapi akhirnya banyak yang gagal kesampean karena ga cocok jadwal atau pas lagi ga siap duit.

Setelah berkali-kali wacana, dua hari ini akhirnya bisa juga main di Bandung lagi.

Ini juga kalau bukan karena jasa si Farras, parner kerja (selain Mba Irma) jaman-jaman masih magang di YouSure FISIPOL UGM. Setelah jumpa kami bertiga pada malam itu, dan Farras mengutarakan rencananya ke Bandung, sepakatlah kita untuk berangkat ke Bandung. Niat awalnya sebenarnya reunian dengan mas Adit sekalian, PO YouSure yang sekarang kerja di Bandung. Sayangnya ada riset lapangan yang dikerjakan di luar kota. Sementara Mba Irma masih ada kegiatan di Gunung Kidul. Jadilah kami tetap berangkat meski cuman berdua.

Dengan modal 80 ribu rupiah, kereta ekonomi Jogja Lempuyangan ke stasiun Kiara Condong, akhirnya sukses mengantarkan kami menginjakkan kaki di kota Bandung. Karena kereta tiba jam dua dini hari banget, akhirnya kita pesan satu kamar penginapan di Radio Backpacker Guesthouse. Penginapannya murah meriah dan resepsionisnya 24 jam siap menerima check in para traveler backpacker kayak kami ini.

Pagi harinya, aku dan Farras cek out dan berpisah haluan karena Farras ada urusan lain, sekaligus jenguk pacarnya yang lagi kerja di Bandung.

Hari pertama akhirnya kumulai petualangan di Kota Bandung dengan langsung city tour keliling-keliling kota sebelum Jumatan. Ahh sensasinya kayak balik ke kampung halaman. Entah apa yang mirip dari Bandung dan Palopo nun jauh di sana yaa, mungkin suasana kota yang hijau atau gadis-gadis kotanya yang cantik-cantik🤭.

Jalan-jalan di Taman Balai Kota Bandung

Sebelum jumatan, kita sempetin buat kulineran di salah satu foodcourt langganannya si Dion, temanku yang menemani petualangan Bandung kali ini. Kami mencicipi es Goyobod khas Bandung yang direkomendasi oleh dia, juga makan cireng dan lotek khas kota Bandung. Setelah puas menuntaskan lapar, kami jumatan dan langsung cus ke Jalan Merdeka Bandung, buat main ke Balai Kota yang sekaligus satu kawasan dengan Taman Balai Kota Bandung.

Taman Balai Kota ini adalah  satu dari sekian banyak taman kota yang ada di Bandung. Di tengah keasikan menikmati suasana, tiba-tiba perhatian kita teralihkan sama pemandangan Kucing Oren yang lagi tiduran di bawah pohon di tengah taman kota. KOCAK BANGETTT! Sampe kita videoin si Kocheng Santuy ini di tengah padang rerumputan taman dan dia ga peduli sama sekali. Malah sesekali cuman peregangan abis itu yaudah tidur santai lagi di bawah teduhnya pohon rindang dan angin sepoy-sepoy. Enak beneeur bobo ciangnya Kochengg.

Selain pemandangan hijau, air mancur, dan teduhnya pepohonan di tengah kota, di taman ini ada juga beberapa kandang untuk peliharaan unggas seperti angsa dan ayam batik buat dipamerkan. Wahana yang cukup rekomended buat sekadar tempat main dan menikmati waktu di Kota Bandung ini.

Main ke Bandung Planning Gallery

Puas foto-foto dan cuci mata di Taman Balai Kota, kami bergeser ke bagian sisi utara gedung Balai Kota. Ada semacam taman kota lagi, dan yang cukup menarik perhatian adalah susunan kaca-kaca yang berisi gambar masing-masing tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati/Walikota Kota Bandung.

Masuk ke Bandung Planning Gallery (BPG) sendiri, isinya lumayan menarik ada banyak sajian pengembangan teknologi dan perencanaan kota Bandung berbasis smart city. Banyak yang bisa dimainin di sini, ada spot history Bandung yg skalian ada edu-selfie spotnya, maket wilayah pusat Kota Bandung lengkap dengan lampu-lampu indikator dan panel yang serba digital, juga ada 3D VR poject yang bisa kita cobain buat merasakan sensasi rancangan pengembangan sistem transportasi Bandung masa depan. Semuanya serba epic dan modern, salah satu terobosan Ridwan Kamil yang satu ini emang juaraa.

Karena kebetulan kami masuknya weekdays mungkin, jadi lumayan sepi dan kita bisa puas mencoba berbagai tools yang dipamerkan.Dan asiknya lagi masuk di sini gratisss!

Museum Kota Bandung

Setelah asik mencoba mainan teknologi di BPG, kita beranjak ke gedung Museum Kota Bandung yang lokasinya tepat di seberang BPG.

Sayang sekali untuk jelajah museum kota Bandung ini masih kurang maksimal. Kita masuk museum Bandung yg isinya baru siap satu ruangan utama 😂😂😂

Sebenarnya mayan asik sih, cuman ya kocak aja sepertinya ga sesuai ekspektasi si Dion sang Tour Guide, teman dari Palopo yang baru kelar pendidikannya di Telkom University, Bandung.

 Njir sampe keliatan banget ekspresi si Dion datar banget. Ga ada tempat selfienyaa hahah.... Gajadi eksis deh Yon, mungkin ini bukan tempat yang tepat buat  menunjukkan talentamu🤭

Maksudnya “ga ada objek selfienya” di sini bukan sama sekali 0 ya gaess.. Di ruang utama hall tepat setelah gerbang masuk, sudah ada maket kota Bandung, terus di sisi sejajaran pintu menghadap ke ruang utama itu, persis kalo abis masuk kita berbalik ke belakang, sudah terpampang jejeran nama-nama Bupati Bandung yang pernah menjabat sejak jaman Belanda hingga bahkan yang menjabat periode tahun ini (2018-2023) di dua sisi samping kiri dan kanan pintu masuk.

Di sisi lainnya wallpaper ikon-ikon pahlawan bandung meramaikan ruangan, dan tidak kalah uniknya di plafon ada poster-poster yang sengaja dibentuk melengkung seolah-olah pada berterbangan di langit-langit ruangan. Selain dari itu, ya mungkin ga banyak yang bisa diceritain, karena memang mungkin masih dalam on going banget tahapan pengerjaan dan pengembangannya.

Mungkin setelah ini masih ada proses tahap pengembangan selanjutnya. Kelihatan akses ke sekitar ruangan di sisi kanan gedung, pintunya masih ditutup jadi ya asumsinya memang tidak lain adalah mungkin masih dalam tahapan pengerjaan.

Petualangan hari pertama ini kita akhiri dengan ngopi di Two Cents Coffee yang ada di bilangan Jalan Cimanuk. Capucino latte yang epic buat menutup petualangan hari pertama di Bandung.

Braga dan Kopi Toko Djawa


Berfoto di Depan Kopi Toko Djawa, Jalan Braga, Bandung

Di hari kedua, jelajah Bandung ini dilanjutkan dengan mengunjungi kawasan Jalan Braga, yang isinya semacam Kota Baru di Jogja. Isinya banyak bangunan-bangunan lama yang masih kental dengan gaya arsitektur eropa. Deretan pelukis-pelukis jalanan yang memamerkan lukisannya menarik perhatian bagi yang lewat. Selain menikmati lukisan-lukisan ini, kita juga akhirnya singgah di Kopi Toko Djawa yang sepertinya udah terkenal sedunia maya.

Di kopi Toko Djawa ini ada minuman Kopi Awannya yang beuuuh, enak dan rekomended banget! Paling juara pokoknya dan jarang-jarang di tempat lain. Minuman spesial lainnya adalah es kopi gula jawa yang banyak disukai. Dengan kegabutan tingkat tinggi, akhirnya kawan saya si Dion yang menemani bisa bikin konten video dan mengekspresikan passion selfie sepuasnya hahah.

Malam harinya, pas banget malam minggu. Dan kita jomblo ini akhirnya bergeser malam mingguan di Surabi Setiabudi, jalan poros ke Lembang. Tempatnya sudah lumayan terkenal, sampai kita ga kebagian tempat duduk😭

Hari terakhir sebelum pulang, kami sudah merencanakan untuk bisa menyempatkan waktu buat jalan-jalan sekaligus nyari oleh-oleh di Kartika Sari dan Bandung Makuta. Sebenarnya jarang juga buat nyari oleh-oleh kaya gini. Itung-itung titipan teman dan mengisi kekosongan, yaudah kami meluncur dan icip-icip skalian. Eh tahu-tahu keluar rumah jam tiga sore, jalanan udah padat banget macetnya mengular sampai jauh. Berubah ke plan B, kuputuskan langsung meluncur stasiun. Akhirnya oleh-oleh-an di sekitaran stasiun aja, untungnya dapat Bolu Susu Lembang, dan Kue Balok. Mayan hehe.



Pokoknya menikmati kembali berkeliling menikmati wajah kota Bandung rasanya legaa banget. Thanks to teman lamaku dari Palopo, Alif Dion Karnadi alias Dion yang sudah mau meluangkan waktunya selama 3 hari aing di Bandung. Dion ini teman sekelas Bimbel di Lembaga Bimbingan Belajar “Ge-O” dulu pas jaman kelas 3 SMA. Sangat bisa diandalkan buat menemani perjalanan selama 3 hari menikmati Kota Bandung bagi yang liburan dadakan tanpa arah kaya aku ini. Akhirnya kesampean wacana aing yaak🤣🤭 Sekali lagi makasih banyak, sampai jumpa di petualangan selanjutnyaa ma brooh.








0 comments:

Post a Comment