Internship in Eisai Indonesia, DAMN! How Lucky I am!

For me, Internship Program in PT Eisai Indonesia by The DEC Project Managers Meeting and BELKAGA Event is a really one of my greatest experience ever. The way we meet, discuss, and initiate many ideas for better Indonesian Future in social health. By this experience I learn how to maintain a big project into local level, directly visit to the company and finalized the ideas by share and discussion with the company leader form Japan and in Indonesia, and also the project managers around the world. Thank you AIESEC! for having me in this project.

DIMAS DIAJENG JOGJA 2019

Paguyuban Dimas Diajeng Jogja adalah rumah untuk mengembangkan potensi diri, tempat di mana kami saling menerima perbedaan, mendukung satu sama lain dan mendedikasikan diri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata kota Jogja.

Gadjah Mada Menyapa: Serunya Berkeliling Sulawesi Selatan dan Menebar Semangat Kebaikan

Menjadi satu di antara segelintir anak daerah yang bisa mengenyam pendidikan di kampus besar Gadjah Mada membawa tanggungjawab tersendiri untuk berkeinginan berbagi dan menginspirasi mereka adik-adik kami yang lainnya untuk bisa bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Ini pengalaman kami berkeliling Sulawesi Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Gadjah Mada Sul-Sel dalam rangkaian Gadjah Mada Menyapa.

Gadjah Mada Muda: Petualanganku sebagai Mahasiswa UGM Berawal di Sini

Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah karena saya sadar tidak semua dari anak daerah seperti saya bisa mencicipi bangku kuliah, apalagi di salah satu kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan momen berharga ini, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk dapat belajar dan membangun potensi yang lebih baik lagi serta menebarkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan melalui dedikasi dan semangat untuk mengabdikan diri. Inilah awal kisahku, Gadjah Mada Muda 2014

MUN: Pengalaman Merepresentasikan Negara di Simulasi Forum PBB

Simulasi Sidang PBB atau Model of United Nations adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan dan kapasitas dalam bernogosiasi, berdiskusi dan beradu argumen untuk lebih peka dan peduli pada isu-isu internasional. Simak bagaimana saya mengikuti Padjadjaran Model United Nations, dan dapatkan tips-trik bagi kamu yang mau mengenal dunia MUN di sini.

July 07, 2020

Puisi: Purnama






Duhai Purnama, 
Indahnya, sudah lama rasanya kita tak bersua
Angin malam dan kerlap kerlip lampu kota 
Lalu syahdu memandangmu yang sedang bersinar sempurna 
Ada kalanya dulu menatapmu saat sekadar duduk berdua
Hanya terlontar satu dua kata, khidmat sembari menyusuri jalanan kota 


Rindu aku padanya, wahai Purnama 
Angin malam dan kerlap-kerlip lampu kota
Kembali aku di sini duduk manis kita berjumpa
Apalah daya meski kini tak lagi sama, biarkan rasa ini menjumpainya dalam doa-doa 


__________

di kursi trotoar Jalan Cikini,
7 Juli 2020 

July 06, 2020

Butuh Taki-Taki Rumba





Hey yo! 

Happy Monday again boss.

Hey I am here to tell you something that I think I need to tell.

Hmm😨🤫🤫🤫 

Apatuu  


(Wkwkwk apasii) 

 Hmm honestly, just a simple thing that is actually the red line of these last months that ruin my days and the trigger of my mood changing. 

This is just about:

L  o  v  e   is never a simple thing. 

And 

The effect:  Apart. Heart broken. Low. Lonely. Down. Broke.


ups and downs?


Yep. 

The ups. And the downs.  it’s real..


Sometime just felt that I can Let It Go - Frozen (Idina Menzel). 

But why sometimes its just too hard only because I do believe that she is the one, My Love - Westlife.

One day in the morning I feel like so powerfull to Stack it Up - Liam Payne, 

but why every night just terrified like just hope I’ll Never Love Again - Lady Gaga. 

I am that even craving to reach out and tell her, can we just Surrender - Natalie Taylor. 



Is it that bad, buddy?

..

Worst ever.


Calm down😄 Why there is no more Taki-Taki Rumba! I mean, look at that picture at the top. Office look, flat face, why so serious? Why don’t you just move and dance, being happy and sweaty😅🕺🏻

Lol

Hmm..

I think maybe time’s ticking been brought me worst. I am that very low in the level of “support system crisis”. I lost a lot of my peers and colleagues in these last months that always beside me to spend my time and distract my loneliness.

Here look at me, maybe this is about open and confession (or is it an admission). In order to clear my mind and the process of self healing, I write this, because simply I need to admit this.

Calm down, release it slowly

I am here to come to release those very crash lines. You, the white screen that I face when I start write on this blog, is my one and only -that what so called supporter to hear all of my fears and tears. And I? I just need to tell all of the tears and fears.

 You know what? Try to accept all of it. That this is valid, it’s okay and it’s totally fine. 

...

After all, learn it that this is the part of the life story that you can not change. Face it and you will see how far you can run to push your limit.

Maybe this is another survival things that I need to discover before I die, isn’t it! 🤔


Haha It can be.😹🙈

Feel it better?



It’s helping a lot.

Thank you for been always here, ya 

dear my best buddy on earth, dear my self. 


——
Proklamasi, 6 Juli 2020





July 02, 2020

Selamat Hari Anti Narkoba Internasional! Semanis Apapun Godaan Narkoba di Awal, Ayo Lawan!


Hola!

Ga kerasa ya separuh perjalanan sudah terlewati di tahun 2020 ini. Semoga semua yang telah kita lewati menjadi pelajaran berharga, dan ke depannya bisa lebih baik lagi, soal COVID segera teratasi dan hilang dari peredaran muka bumi, juga semua yang sedang dalam hajatnya dimudahkan dan dilancarkan. Teruntuk mereka saudara-saudara kita yang terdampak dari pandemi COVID19 ini, semoga bisa tetap semangat dan berikhtiar semoga selalu ditemukan jalannya dan yang terbaik pastinya.

Oke, jadi baru saja tanggal 26 Juni kemarin ga kerasa, baru aja diperingati kembali, salah satu hari besar yang diperingati sebagai International Day Against Drug Abuse and Illcit Trafficking, atau di Indonesia kita kenal sebagai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). 

HANI ini rasanya salah satu peringatan yang berkesan sekali buat gue pribadi bahkan dari sejak SMA dulu, karena peringatan dan kampanye-kampanye anti Narkoba ini kan memang selalu gencar banget ya, dan bahkan dari dulu selalu dikemas dengan gaya-gaya yang asik dan penuh kreatif. Jadi semacam antusias gitu setiap kali perayaannya, pengen ikut nonton festival bareng-bareng, kalau dulu banyak lomba-lomba juga sampai bahkan ikut sebagai volunteer kampanye langsung. 

Pas di kuliahan, bersyukur banget pernah jadi bagian dari Raja Bandar, sebuah organisasi kemahasiswaan yang masih fresh banget di tahun 2014. Waktu itu masih awal banget gue join dengan Mba Allen, bisa dibilang salah satu penggagas organisasi ini dan akhirnya ikut buat ngerintis bareng-bareng, dapat suport kerja sama dengan Direktorat Kemahasiswaan untuk kampanye anti narkoba di lingkungan kampus UGM. 

Kalau ingat jaman-jaman itu, sepertinya berasa waktu cepat banget berlalunya ya, karena itu masih baru berasa kemaren bareng temen-temen pionir di Raja Bandar Asa, Yorry, Nisa, Alfian, bolak balik dari Balairung Gedung Pusat, ke Gelanggang, ke Asem Kranji, ngurusin diskusi, rapat, diskusi lagi, bikin campain Kabar Baginda, dan termasuk yang paling mengasikkan jalan-jalan rekreasi bareng sampai naik gunung ke Gunung Api Purba Nglanggeran. 

Tahun 2016 masa-masa yang jauh tak kalah serunya dimana gue masih dipercaya bantu Kak Allen di Pilar Pendidikan di Raja Bandar. Tahun 2016 agenda kampanye anti Napza jauh lebih kenceng lagi, ketika kita akhirnya berhasil buat propose program Pemilihan Duta Anti Napza UGM untuk pertama kalinya. Juga jadi tahun inisiasi pertama kita adakan musyawarah besar pertama, dan juga bisa lebih matang lagi dalam nyusun program-program kerjanya. 

Kalau dilihat dari progres selama setahun, emang 2015 ke 2016 Raja Bandar itu signifikansinya cukup pesat banget untuk organisasi mahasiswa yang seumur jagung. Under Kak Allen, banyak mimpi-mimpi yang kita jadiin target visi perkembangan Raja Bandar buat ke depannya. Selain perempuan cerdas dan keibuan, Kak Allen yang jadi Ketua di Raja Bandar waktu itu juga jadi salah satu yang gue sebut mentor pas jaman kuliah dulu. Jadi teman diskusi sampai dengerin banyak wejangan yang cukup ngebantu banget buat ngarahin personal development buat ngadepin kerasnya dunia perkuliahan.

Duta Anti NAPZA UGM 2016 - with Allen Safitri (Ketua Raja Bandar 2014-2015)

Pemilihan Duta Anti Napza 2016 yang sukses digelar juga jadi batu loncatan buat pematangan proker-proker Raja Bandar yang lain, termasuk kaderisasi yang lebih terarah di Diklat Kader Anti Napza yang dibantu langsung sama Pak Senawi selaku Direktur Kemahasiswaan waktu itu. Pak Senawi adalah salah satu dosen yang paling banyak berjasa sih baik di Raja Bandar maupun juga kegiatan-kegiatan kemahasiswan selama gue kuliah di UGM 2014-2018. 

Sebagai mahasiswa yang antusias dengan dunia organisasi kampus, ga jarang gue dan Pak Senawi dulu ketemu di forum-forum Kemahasiswaan. Tapi uniknya, kadang di satu forum jadi sangat vokal mengkritisi kebijakan kampus dan di pertemuan lain justru duduk bareng sebagai anak yang minta bantuan dan arahan. 

Termasuk untuk program Duta Anti Napza sendiri, beliau getol betul paling semangat menginisiasi banyak banget program kerja dan ide-ide pokoknya gimana caranya UGM harus jadi kampus nomor satu dan teladan buat pergerakan anti Narkobanya. Sampai beberapa kali gue dengerin dan ngerasain langsung sebesar itu dukungan Direktorat Kemahasiswaan buat suport kita mendalami dunia penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus dan aktif buat kampanye anti Narkoba di tengah teman-teman mahasiswa. 

Koordinasi Program Pencegahan Anti Narkoba di Lingkungan Kampus dengan Direktorat Kemahasiswaan

Banyak banget akhirnya program-program kerja sama yang gue ikut partisipasi selama di Raja Bandar bareng temen-temen waktu itu, mulai kerja sama baik di internal UGM maupun keluar. Tahun 2016 untuk pertama kali UGM mempersyaratkan untuk mahasiswa barunya melampirkan dokumen Pemeriksaan Anti Narkotika dari instansi Rumah Sakit sebagai komitmen Mahasiswa UGM Anti Narkoba sejak dini, dan direspon baik oleh fakultas-fakultas dalam gelombang seleksi penerimaan Mahasiswa Baru waktu itu. 

Kerja sama banyak dari Bapak-Ibu dosen-dosen di Fakultas Kedokteran, sangat open banget buat bantuin kita ngadain seminar dan pelatihan pengenalan dunia Penyalahgunaan Narkoba dan dinamika pemberantasannya. Dua sampai tiga kali kita sempat kerja sama buat ngadain seminar di beberapa fakultas berbeda dan selalu penuh dengan partisipasi teman-teman mahasiswa yang pengen belajar soal pemberantasan Narkoba di lingkungan kampus. 

Foto Bersama saat menerima Kunjugan UKM Peduli NAPZA UNDIP 


Juga kerja sama dengan pihak eksternal mulai dari organisasi-organisasi sejenis yang bergerak di bidang anti Napza bahkan juga termasuk kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional, baik di tingkat Provinsi DIY maupun Nasional. Kita dilatih di Diklat Anti Napza buat tahu wujud langsung benda yang namanya Narkotika itu kaya apa aja sebenarnya. Termasuk buat tahu apa aja efek-efek sementara yang jadi pemanis buat anak-anak muda kaya kita nekad buat coba-coba dan akhirnya terjerumus dalam dunia Narkoba. 

Semakin banyak kita paham bentuk real di lapangan seperti apa, dengan begitu kita diharap semakin awam dan jauh lebih bisa buat masuk dan ngebongkar jaringan narkoba yang bisa jadi lagi mengintai dan ada ditengah-tengah kita di dunia perkuliahan. Dengan begitu juga kita jadi lebih mahir dalam mengidentifikasi seperti apa bentuk nyata bahaya penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus dan mencegah sejak awal dan gimana kita jadi bagian buat pencegahan dan pemberantasan dari penyalahgunaan Narkoba itu sendiri. 

Selain itu, kita juga dilatih gimana cara pertama yang harus kita lakukan ketika salah satu teman di sekitar kita nunjukin gejala penyalahguna Narkoba. Bahkan kalau sampai ada yang bisa open dan curhat ke kita, tanggungjawab besar buat tetap menjaga kepercayaan mereka dan ambil jalan yang terbaik untuk bantu dia keluar dari dunia kelamnya. 

Selain kontribusi di Diklat Kader Anti Napza, waktu itu juga dapat suport BNN yang gede banget sampai diajak kerja sama untuk ikut belajar dan volunteer langsung jadi pembawa materi di sekolah-sekolah buat kampanya Anti Narkoba di wilayah Jogja dan Jawa Tengah. 

Yang paling berkesan, salah satunya pas kita datang ke satu sekolah SD gitu di Solo, di mana ternyata itu nama wilayahnya Kampung Narkoba saking dulunya emang dikenal paling kenceng peredaran Narkoba di wilayah itu, dan anak-anak yang kita temui buat sharing bareng-bareng itu emang udah pada mafhum soal apa itu Narkoba. Jadi bahkan lebih berpengalaman mereka sebenarnya, dan gue pribadi justru jadi belajar lebih banyak ke mereka soal Narkoba di kehidupan nyata. 

Pas berkunjung langsung, gue bisa jadi lebih dekat dan dengar langsung gimana jadi anak yang di lingkungan sekitar bahkan di dalam keluarga mereka sendiri akrab dengan dunia Narkoba. Dengerin gimana cerita kondisi keluarga mereka yang hancur karena Narkoba, yang akhirnya kesehatan keganggu sampai sekolahnya berantakan dan masa depan rusak karena kecanduan, tapi di sisi lain ya pada akhirnya Narkobalah yang ngehidupin mereka, penghasilan orang tua mereka didapat dari hasil penjualan narkoba yang dijual gelap ke masyarakat. Jadi semakin membuka mata, betapa dunia peredaran narkoba di masyarakat betul-betul kompleks dan serumit itu tapi bukan berarti mustahil buat kita berantas bareng-bareng. 

Dua tahun yang cukup penuh dengan banyak agenda dan dinamika perjuangan kampanye anti Napza, ternyata jadi ga kerasa begitu cepat berlalu. Masih inget banget tahun-tahun itu sampai hampir kewalahan ngimbangin jadwal kuliah, sama kegiatan-kegiatan Duta Anti Napza di Raja Bandar, belum lagi kegiatan-kegiatan organisasi yang lain. 

Tapi seneng banget sih, ga ada menyesalnya sama sekali bisa diterima jadi bagian Raja Bandar waktu itu. Belajar banyak banget hal baru dan pengalaman berharga yang ga mungkin di dapatin di kelas. Bahkan networkingnya bisa nambah, dan lingkar pertemanannya sehat banget jadi kerasa erat banget kekeluargaannya.  

Salah satu yang paling terkenang selama belajar di Duta Anti Napza Raja Bandar, kata-kata Ibu Dirjen BNN persis sebelum kita berangkat buat terjun langsung ke Kampung Narkoba: Kurang lebih kata-katanya gini: 

"Apa yang kalian dapatkan hari ini syukuri! Kita hari ini akan bergerak mendekat ke lingkar Peredaran Narkotika paling berbahaya di wilayah DIY dan Jawa Tengah, untuk hadir di tengah-tengah mereka, bukan ikut-ikutan jadi kayak mereka, tapi buat memahami bagaimana kita akan melawan dengan situasi yang kita lihat langsung dari mereka. Dan jadikan pelajaran betul-betul buat jangan pernah coba-coba dengan yang namanya Narkoba." 

Raja Bandar - Jauhi Bahayanya, Dekati Penggunanya

Emang dunia Narkoba itu serem, percaya deh. Tapi oleh karena itu justru alasan kita buat gimana caranya ambil bagian ikut nyelamatin diri kita sendiri dan orang-orang di sekeliling kita biar terhindar dari bahaya-bahayanya. Jangan sampai kawan main kita jadi salah satu korban yang terjerumus ke dunia gelap Narkoba. Pun Kalau memang ternyata ada dari mereka yang sudah terlanjur terjerumus, jangan tinggalkan dan biarkan mereka berjuang sendiri. Mereka bisa bangkit kok, dan butuh kepedulian dan suport moral dari kita orang yang ada si dekat mereka.

Selamat Hari Anti Narkoba Internasional ya buat tahun ini! Meski kita di tengah pandemi dan harus berjaga jarak, semoga kita masih bisa ambil bagian ya dalam meneruskan perjuangan anti Narkoba sekecil apapun itu. Semoga kita masih bisa tetap aware sama lingkungan sekitar dan teman-teman dekat kita yang kita sayangi, dan selalu bisa saling menjaga buat jauh dari Penyalahgunaan Narkotika. 

Salam Virus Biru! Tebarkan Virus Kebaikan, Lawan Penyalahgunaan Narkoba dimulai dari kita dan lingkungan terdekat kita ✊✊

June 28, 2020

Refund Tiket Pesawat diganti Voucher? Begini Cara Ngurusnya

Hola! Selamat berakhir pekan sobat-sobat pengejar cuan sekalian (hehe) 

Waduh ternyata setelah udah mulai pemberlakuan new-normal dan kita sudah mulai menjalani aktivitas perkantoran seperti biasa setiap hari (tetap harus tambahan protokol kesehatan), ternyata lumayan melelahkan juga ya. Semangat pencari cuannya harus digaskan lagi 😬😬😬

Nah untuk menikmati akhir pekan biar ga stres kali ini, selain tetap menjaga kesehatan dan makan yang bener, kali ini gue bakalan kembali nulis sedikit di blog soal cara mengurus pemesanan travel voucer dari refund tiket pesawat yang batal karena alasan pandemi.

Nah jadi pertama-tama ini gue infoin kalo buat ngurus pemakaian travel vouchernya itu harus melakukan aktivitas di luar rumah ternyata, sebab ketentuannya kita harus datang ke pihak perwakilan maskapainya langsung dengan membawa kode refund yang diemail sebelumnya. Ngeri-ngeri sadap sih memang. Disuruh keluar rumah sih asik ya daripada sumpek di kosan wkwk cuman ya harus ekstra hati-hati karena di luar pandemi Korona ini belum berakhir dan bahkan masih on going. 

 Sebenarnya gue pribadi, meski juga udah skeptis banget soal Korona ini ya, tapi sejak awal-awal isu korona ini mencuat dengan banyaknya  kasus wilayah Jakarta ini, minat gue buat keluar kamar kosan itu memang drastis berubah banget. Yang awalnya seneng banget ke mana-mana naik busway, tetiba jadi ga berani ke mana-mana dan sebisanya ga naik transportasi umum. Bahkan yang kemaren sempat ke Epicentrum Mall sendiri, akhirnya harus merogoh kocek lebih banyak buat biaya taksi onlen (karena ojek online belum beroperasi) dan masih sangat parno lah buat naik kendaraan umum buat ke mana-mana. 

Hmm okelah itu dia cukup basa basi daily vlognya,  hari ini gue pengen ceritain soal pengalaman refund tiket pesawat Lion Air yang dalam bentuk voucher, yang baru aja kemarin gue urus langsung di Lion Air Tower, Jalan Gadjah Mada. Nah gue rasa ini kayanya bermanfaat banget buat dishare khususnya nih buat teman-teman semua yang mungkin kemaren udah jauh-jauh hari menyiapkan tiket pesawat buat mudik lebaran tapi akhirnya harus kandas dan gajadi berangkat karena larangan mudik terkait dengan wabah virus korona. 

Oke sedikit cerita lagi, jadi tiket buat gue mudik sendiri udah pesan dari bulan Februari 2020 kemaren. Gila ga tuh betapa sangat antusiasnya buat segera berpulang mudik sejak jauh hari yang bahkan kan lebaran baru di bulan Mei 2020. Waktu itu sih memang ya mindsetnya biar ga mepet-mepet, jadi dengan beli jauh hari juga bisa dapat harga tiket yang lumayan masuk akal daripada nanti kelabakan pas udah deket-deket lebarannya. Nah waktu itu juga belum ada kepikiran soal hambatan pandemi Korona, pemberitaannya pun juga belum gencar sama sekali. Jadi yaudah pesan buat lebaran berharap akan balik lebaran dengan pesawat langsung dari Jakarta. Untungnya waktu itu cuman beli tiket buat berangkatnya doang, penerbangan dari Jakarta Soekarno-Hatta (CGK) ke Makassar (UPG). Harga tiket total waktu itu gue beli sebesar Rp. 1,372,000,00. 

Nah singkat cerita jadi pas udah tiba akhir April, menjelang masuk bulan Ramadhan, udah suasana WFH kan di mana-mana. Dan pada akhirnya gue batal pakai tiket buat balik ke Makassarnya, keberangkatan dari Jakarta yang sudah dibeli sebelumnya itu. Sekitar dua minggu sebelum jadwal tiket keberangkatannya itu sudah diperingatin sama pihak Traveloka sebagai agen penjualannya, dan juga dari pihak Lion Air-nya sendiri terkait dengan kebijakan peningkatan persyaratan penerbangan dalam rangka antisipasi penyebaran virus Korona. Akhirnya setelah fiks batal, gue akhirnya ngelakuin deh itu namanya opsi Refund yang disediakan di Traveloka, agen tiket online yang gue pakai buat mesen tiketnya sebelumnya. 

Untuk gue pribadi, inteface aplikasi yang nyaman dan mudah di Traveloka ini udah juara banget sih. Jadi opsi refundnya ga ribet sama sekali, tinggal klik pengajuan refund, dan pilih alasan refundnya. Nah tambahan info juga, kebetulan waktu itu gue dapat info kalau ada opsi tambahan baru yang namanya Alasan keselamatan terkait pandemi. Nah dengan memilih opsi itu katanya refundnya akan diganti seratus persen tanpa potongan, layaknya refund-refund alasan yang laen yang biasanya pasti kena potongan 30% harga tiket. Nah karena pasti siapa yang nolak dong, kalau penggantian seratus persen, akhirnya gue pun memilih alasan pandemi tersebut. Dan ternyata bener seratus persen, cuman ya dalam bentuk travel voucer semua. 

Ternyata setelah pengajuan refund itu, waktu yang dibutuhkan ga sebentar. Sepertinya emang ini karena alasan utamanya Korona, ya jadi kebijakan penerbangan banyak yang menyesuaikan dan akhirnya pasti maskapai babak belur buat menghadapi gelombang pengajuan refund tiket yang datang dari seluruh customer. Ya mau gimana lagi kan, karena terlebih dengan akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik, dan penerbangan yang diperbolehkan hanya untuk alasan perjalanan bisinis. Mau ga mau ya semua yang udah pesan tiket akhirnya dipaksa refund ke pihak maskapainya, atau ga, ya paling mungkin ada opsi reschedule, yang menurut gue reschedule ini malah lebih gambling juga karena kita ga tau kapan pastinya pandemi Korona COVID-19 ini berakhir. 

Jadi setelah pengajuan refund hampir sebulan itu, akhirnya gue dapat konfirmasi dari Lion Air kalau pengajuan refundnya akhirnya sudah diterima. Ya Alhamdulilah sih emang beneran seratus persen dari harga tiket. Tapi sayangnya ternyata pengembalian refundnya ini ga bisa dalam bentuk tunai, melainkan seratus persen dalam bentuk travel voucher. Kan agak ampas ya.

 Lebih parahnya lagi karena nominal travel voucher ini cuman berlaku sekali redeem, jadi kalau ada kelebihan harga, ya kita akan diminta tambahin, tapi kalau harga tiket yang baru kita beli lebih murah dari travel voucher yang kita punya, ya gabisa diganti tunai selisihnya. Yang artinya hangus deh itu jumlah nominal sisa vouchernya. Bukan maen kan.. 

Yah sebenernya kita mau marah juga gimana lagi, namanya juga kondisi begini ya kayanya juga bisnis penerbangan yang babak belur gabisa dipaksa buat ganti duit semua purchase tiket yang masuk sementara operasional mereka sendiri terbatas dan anjlok drastis. 

Nah jadi gini gue kasih tips buat para pejuang refund tiket, khususnya yang mungkin udah terlanjur pesan dari Lion Air dan Lion Grup lainnya: Batik, WIngs Air, dan Thai Lion Air. Jadi syarat yang paling penting sih sebenarnya tinggal 1) bawa diri (beneran harus atas nama pemilik travel voucher yang direfund sebelumnya), terus 2) KTP asli atau mungkin identitas kali ya,  3) jangan lupa fotokopi KTP calon penumpang yang akan berangkat, dan 4) yang ga kalah pentingnya adalah hape yang berisi email kode refund/travel voucher yang sudah dikirimkan dari pihak maskapai Lion Air sebelumnya. 

Di Jakarta sendiri, enaknya selain di Bandara, pihak perwakilan maskapai Lion Airnya bisa kita jumpai di kantor pusatnya langsung yang ada di dekat Harmoni, Lion Air Tower Jalan Gadjah Mada. Jadi ga perlu antri panjang-panjang atau datang jauh-jauh ke bandara. Tapi buat daerah lain yang ga ada kantor perwakilan Lion resminya, ya mau ga mau harus wajib datang ke bandara. Ini menurut gue agak ga masuk otak juga sih ya, karena udah tahu situasi COVID ini kita dianjurin semuanya stay di rumah aja. Tapi mereka malah gabisa nyediain fasilitas online dan justru anehnya wajib datang langsung ke perwakilan maskapainya. pfff😤

Jadilah pagi-pagi kemaren, gue siap-siap berangkat ke Jalan Gadjah Mada. Sebelumnya, gue juga udah telpon langsung ke call center Lion Air soal penggantian tiket ini, termasuk syarat apa aja yang kira-kira harus gue bawa, dan jadwal counter buka mereka di hari dan jam berapa aja. Kan biar ga kentang udah jauh-jauh eh malah tahu-tahu di sana tutup kan pasti bikin ubun-ubun anget kan...😅😆 

Nah gue berangkat dan mulai memberanikan diri buat naik Busway lagi cuyy, wkwk. Santuy abiez ya anaknya.. Tapi tenang aja meski naik transportasi umum, kita semua pada pakai masker kok, juga disediain hand sanitizer di mana-mana dan lebih amannya lagi karena penumpang akan dibatasin jumlahnya sama petugas. Jadi ya alhamdulilahnya ga terlalu bikin was-was yaa.. 

Gue berangkat dengan busway Transjakarta naik di halte Manggarai. Berangkat dengan transit sekali doang di Tosari, langsung menuju dan akhirnya sampai di halte Harmoni. Ini juga jangan sampai salah ya kalo naik transportasi umum kaya gini jangan kelewat haltenya. Karena gue sendiri sempet kelewat satu halte dan amsyong lah, Hayati lelah khan maen.. mayan juga kalo jalan kaki panas-panas hawa Jakarta pula kan. 

Setibanya gue di tower Lion Air ini, kesan pertama yang gue impressed adalah model arsitekturnya. Kok kayak ga asing gue rasanya.. Jadi modelnya itu warna merah maroon khas Gedung Sinar Mas Land Tower banget kalo anak Jakarta yang suka maen di sekitaran Sudirman-Thamrin pasti hapal lah ya, dimana tower II nya Sinarmas Land Tower itu ya tempat OJT gue yang kemaren Maybank Thamrin. Dulunya emang kantor pusat BII (waktu masih jaman Bank Internasional Indonesia). 

Kenampakan pintu masuk Lion Air Tower, dijaga sepasang  patung singa terbang warna emas
Kenampakan pintu masuk Lion Air Tower, dijaga sepasang  patung singa terbang warna oranye gelap 

Nah bentukannya itu identik banget. Ya meski modelnya beda, tapi sentuhan unsur-unsur keramiknya, warnanya, sampai hiasan besinya ala-ala gold oranye gitu rasanya persis banget sama nuansa Sinar Mas Land Tower yang gue tempatin di Maybank Thamrin. Dan uniknya lagi karena corak ini juga gue rasakan identik banget sama suasana arsitektur gedung di kantor Maybank Finance yang segedung sama Sinar Mas, lokasinya di Wisma Eka Jiwa yang ada di Mangga Dua. Saking penasarannya, gue sampe googling dah buat cari tahu apa hubungan ketiga gedung ini. wkwk Segapenting itu, gue juga nyari keyword siapa pebisnis di balik ini semua dan ada keterkaitan apa sih mereka di balik ini. Tapi udah nyari-nyari di google eh ga sempet nemu kejelasannya juga sampe sekarang.. hahah malah makin bikin masih penasaran nih.. "Apakah dulu pemilik Sinar Mas, Bank BII, dan juga Lion Air ini punya satu konglomerasi ya sampai bisa mirip modelnya kaya gini?" hmmm.. 👀👀

Yaudah ga usah terlalu musingin itu terlalu lama, lanjut cerita gue akhirnya langsung masuk, dan di pintu sudah ada mesin antrian dan sign buat pengambilan nomor antrian untuk refund. Gue langsung pencet tombol antriannya, dan bagusnya karena jumlah counternya banyak jadi ternyata ga perlu nunggu lama buat langsung dipanggil ke counter customer servicenya. 

Kurang lebih kenampakan lobby tempat menunggu antrian dan counter-counter refund tiket yang dibatasi plastik untuk protokol kesehatan 

Jadi counter customer service-nya sendiri itu jadi kaya loket aja gitu jatohnya. Kita berdiri dan ngobrol ke pihak customer servicenya dibatasin plastik yang dibentangin jadi sekat antara kita yang datang dengan customer service

Gue simpel pertama, ngasih tahu untuk tujuan gue datang buat refund, dan konfirmasi apakah bisa untuk direfund dan diganti menjadi dua penerbangan. Dan ternyata bisa, jadi travel vocernya masih berlaku untuk bolak balik penerbangan gitu dan juga dengan orang yang berbeda. Kali ini gue kebetulan jadi ganti buat penerbangan temen gue yang rencana akan berangkat dari Lampung ke Bandung. Nah cuman ikutin aja beberapa permintaan mba counternya, akan diminta nomor billing voucher refund-nya yang bisa ditunjukkan langsung aja di email yang kita udah dikirimin sebelumnya. 


Ini gue foto karcisnantrian sama nomor hape watsapp Mba Counternya buat scan KTP temen gue yang bakal jadi penumpang

Setelah itu mba CSnya akan tanya penerbangan apa yang akan kita booking, dan nanti kira-kira diinfoin penerbangan yang tersedia, jam berapa aja dan mau yang mana jadinya. Setelah jadwal dan penerbangannya sudah sesuai, nanti kita dibutuhin scan KTP penumpang yang akan berangkat (ini khusus kasus beda orang yang jadi penumpang tiket yang baru). Kalopun ga bawa fotokopiannya, Mbanya baik banget, kita tinggal kirim foto ktp si calon penumpang ke dia via whatsapp dan nanti akan dibantu fotokopi oleh mba nya sendiri melalui mesin fotokopinya di belakang. 

Mba Counter yang melayani refund voucher, lagi ngasih form untuk diisi data customer 

Setelah itu, tinggal final konfirmasi. Nah ini gue sebagai pemilik vocer travelnya dimintai juga KTP asli gue, abis itu recek semua penerbangan sesuai dengan yang kita iginkan sampai akhirnya ga begitu lama nunggu, langsung keluar deh ticket receipt alias kuitansi dan kode booking buat penerbangan baru dari voucher travel penerbangan sebelumnya yang sudah direfund. Degan keluarnya kode booking yang baru ini berarti proses pemesanan kita sudah selesai dan refund tiketnya udah berhasil gaess..

Sekali lagi diinget ya, jadi kalau nominal vouchernya lebih banyak daripada harga tiket yang kita pesen,  sisanya ga bisa dikembalikan dalam bentuk tunai dan bakalan dianggap hanguss... Yah makanya buat maksimalin, kalau bisa diganti buat perjalanan yang jauh dan dua tiket sekalian kalau masih cukup hehe

Semua rangkaian prosesnya ga ngambil waktu lebih dari setengah jam kok. Super cepat dan singkat. Yang terpenting dokumen kita jelas dan lengkap, semuanya juga bakal bisa diproses secepatnya. Juga dikasih tahu untuk persyaratan penerbangan seperti rapid test dan lain sebagainya. Untuk rapi dtest sendiri, masih berlaku 3 hari sampai akhir Juni ini. Di awal Juli, masa berlaku rapid test akan diperpanjang sampai 14 hari jadi ga perlu repot-repot rapid test sampai dua kali kalau emang perjalanannya masih kurang dari 14 hari lamanya. Kan lumayan khaan.

Setelah semua proses itu, sudah deh, kita bisa langsung kembali ke habitat dengan tenang. Pas keluar gedung gue masih kepikiran soal model nuansa gedung yang mirip banget sama Sinarmas Land Tower dan Wisma Ekajiwa Mangga Dua wkwk.. 


Patung singa bersayap simbol kebanggan maskapai berbiaya murah Lion Air 

Nah itu dia perjalanan gue kemarin ke Lion Air Tower buat pesen tiket pesawat buat pakai travel voucher refund dari Lion Air. Semoga bermanfaat buat kalian yang bingung yaa. Kalau masih ada hal yang kayanya kurang jelas, boleh tanya aja di kolom komentar atau reach out langsung di kontak gue yang ada di header paling atas blog ini. 

Biar udah balik new-normal lagi, harus tetap waspada yaa! See you next time semua, stay safe jugaa.. Happy Weekend✋✋😄


June 22, 2020

Reuni Dadakan Kelas F SPADA Palopo di Jamannya



Waduh, malam ini rasanya istimewa sekali. Ga nyangka, setelah sekilan lama udah ga saling berkabar dan kontek-kontekan dengan teman-teman SMP. Hmm udah sejak pisah kira-kira 10 tahun yang lalu bahkan. Tiba-tiba ada whatsapp video call yang masuk, dan ternyata itu adalah panggilan video call dari beberapa di antara mereka. Seneng banget rasanya. Kaget sih, ga nyangka masih bisa kontekan kembali setelah sekian lama. Dan ternyata terharunya karena teman-teman masih ingat. 

Waktu secepat itu ternyata ya berlalunya. Masih ga nyangka aja rasanya. Ternyata udah sepuluh tahun looh. Dari yang dulunya dekaat banget. Jaman-jaman masih pada remaja muda dan tampang unyu-unyu, kekeluargaan sekelas yang kental banget. Hangat banget rasanya ingat jaman-jaman dulu waktu kita pada ketawa-tawa bareng di sekolahan. Dan beberapa kenangan buruk soal keisengan dan kenakalan bocah yang masih banyak belum tahu apa-apa. Pelan-pelan kita semua berpisah, melanjutkan sekolah dan sekarang dunia kerja yang berpencar-pencar segala arah.

Hari ini, kita beruntung di tengah dunia baru yang serba ada. Bisa reunian kembali meski belum sempat menyambung temu dalam raga. Meski begitu, cukuplah buat mendekatkan kembali dan mengenang masa-masa dulu pas kita semua pernah bersama-sama.

Rasanya senang banget ya.. Padahal baru kita-kita ini, masih bertujuh: Ari, yang paling jago IPA dulu, ada Gerson juga yang spesialis Biologi, Hady yang dulu paling jago Komputer, Feblia yang paling cantik dan lucu, Citra princess kecil berdarah Manado, dan terakhir bergabung Ade, yang paling jago Matematika dan salah satu yang paling baik jadi teman pertamaku dulu pas masih baru jadi anak pindahan. Ini baru bertujuh, dari kita yang dulunya sekitar tiga puluhan dalam sekelas dan bareng-bareng dari kelas VIII F sampai di IX F. Tapi tetap masih seru ya ternyata. Hangat banget, bahkan rasanya kangen bisa kilas balik cerita-cerita jaman kecil dulu.

Setelah ngobrol ga begitu lama, banyak tawa canda yang tersimpul di wajah kita yang baru beberapa dari sekelas jaman SMP dan pernah bareng-bareng selama hampir 2 tahun dulu. Rindu juga ternyata ya.. Kangen banget sama teman-teman sekolahan yang pastinya kalau dulu hampir sebagian waktu hari-harinya dihabiskan dengan mereka semua. Semoga segera kita bisa dipertemukan dalam fisik yang tak berjarak ya teman-teman. Melanjutkan sepenggal cerita pahit manis jaman-jaman kita semua masih remaja belia sekolahan jaman dulu. Dan meski kita semua sudah bertumbuh, semoga kekaraban yang dulu bisa kita kenang kembali dan kita tuangkan dalam kehangatan hari ini: hari di mana masa depan yang dulu sempat kita pikirkan dan ramalkan.

Terima kasih untuk sedikit bahagia penutup malam kali ini yaa teman-teman kelas Fantastikku. Aku rindu.

———
Jakarta, 22 Juni 2020 

June 19, 2020

Bersabar, Belajarlah Melepas




Satu hari lagi sudah dilewati. Terus lanjutkan langkah. Jalani, dan pelan-pelan cobalah untuk berdamai. Pada hati. Kepunyaanmu milikmu sendiri. Pada penghambaan diri terhadap manusia lainnya yang dipuja-puja. Berdamai pada menghamba, memuja dalam bentuk cinta, tapi yang sebaik-baiknya cinta.

Ternyata tidak mudah. Tapi bisa. 

 Sabar. Semuanya butuh proses, dan setiap proses pasti butuh dia punya waktu.

Ikhlaskan segala yang meninggi, yang menjauh, yang mengawang, yang mengalir, yang bergerak tak sesuai irama ketukan yang kau buat sendiri. Masih ada yang jauh lebih berkehendak daripada sekadar apa yang mungkin kamu mau.

Pada akhirnya, tiap-tiap kita sudah diatur. Telah dipertemukan pada momennya. Dan terpisahkan pada waktunya yang sudah ditakdirkan jua.

Tetap bersabar meski hatimu tak berhenti berharap. Kamu bukan satu-satunya. Tapi jangan lenyapkan habis waktumu semuanya, itulah hartamu yang paling berharga. 

Kenang, nikmati, dan hargai prosesnya. Wujud penghambaan tertinggi adalah harap-harapmu yang dituangkan dalam doa-doa. Maka bersimpulah dan naikkan doa-doa. 

Tidak semua yang kita mau pada akhirnya bisa kita dapatkan. Begitu pula yang sedang banyak kau bayangkan, mungkin kau khayalkan sekarang. Pasrah, berserahlah. Belajar merelakan. Biar semesta yang pelihara dia. Akan lebih bahagia Ia temukan jalannya.

Maka kau tahu apa itu melepaskan. Bagaimana itu mengikhlaskan. Begitulah kau belajar cara terbaik dalam mencinta. 

———
Di tengah proses belajar menjadi manusia,
Jakarta, 19 Juni 2020

June 18, 2020

Dear Farid



Dear Farid yang hari ini lagi ngerasa sepi..

 

Sejauh ini tapi setidaknya lo masih bisa ngerasain kan kalo lo lagi sepi? kamu masih bisa kan ngerasain kalau sekarang sedih,  dan di sisi lain ngerasa ga punya siapa-siapa meski mereka temen-temen yang peduli dan sayang sama lo ada dan siap dengerin lo..?


Jadi gini.. sekarang coba deh sadarin lagi.. Lo bisa rasain seperti ini masih ada bagusnya, loh.. percaya ga? Maksudnya,  seburuk dan sesedih apapun itu, asalkan itu masih bisa lo rasain, harusnya lo jadi masih bisa sadar kalau itu pertanda diri lo masih bagus, lo masih manusia, yang punya rasa dan ga jadi masalah. 

 

Yang jadi concern utama gue kalo terkait ini sih lebih kaya jangka pendeknya doang, soal bisa ga lo hadepinnya dalam jangka pendek seminggu ini, dua tiga hari ini, atau bahkan minimal buat malam ini, sekarang dan buat beberapa hari ke depan gitu.. Soalnya kan kaya gini tuh gue tau dan gue paham banget kalo lagi patah hati ditambah situasi ga bisa ke mana-mana kaya gini bikin kita jadi tambah kesepian kan. 

 

Nah makin jadi deh feeling low-nya itu.. makanya yang paling penting lo bisa tenangin diri lo sendiri dulu sekarang. Coba grounding


Masih inget soal grounding kan.. Rasain apa yang ada di pikiran lo sekarang soal yang lo rasain. Dan coba akui perasaan lo itu valid. Jadi biar kaya diri lo sendiri bisa boost up mental lo itu dan bisa balik overcome semua negative feeling yang lagi nyerang lo sekarang. 

 

Sedih, sepi, bosan, capek, kangen, itu semua hal yang wajar dan valid buat lo rasain sekarang.. Gapapa, tenang aja ini juga pada akhirnya bakal berlalu kok. Perjalanan masih panjang dan perasaan-perasaan ga enak itu semua cuman bagian kecil yang bakal jadi pewarna buat ngelengkapin hari-hari bahagia lo yang udah dan masih akan terus lo hadapin.

 

Semangat yaa Rid.. Kamu bisa kok. 

 

Percaya aja.. Tuhan selalu punya rencana yang baik buat kita. Selalu. 


------------------

Diamuk kecamuk rasa dan logika yang sedang meraba apa ada yang salah. 

Menteng, 17 Juni 2020

June 07, 2020

Completed!

Yes!

Dear my self,

CONGRATULATIONS!

Ciyee puasa Syawalnya alhamdulillah akhirnya kelar.

Selamat yaa semoga amal ibadahnya diterima😇😇 Aamiin.

One mission complete, bro👍🏻🙌🏻

Next mission: you note it, keep it on mind.

Self building is a process.


 Dont rush, yaa..

Sabar. Just take it slowly but sure, as you are climbing the stairs. You are on your way to the light.

Stars, I am coming to join you with my shine😇😇

Nih toss dulu Chatimenya, you deserve it, Id❤️

June 01, 2020

Datang





Selamat datang kembali,

Just in case you forgot about your self esteem.

The human brain is wired to look for threats and remember mistakes in detail—it’s a survival instinct. But taking a moment each day to reflect on what went well and made you feel grateful can improve your mental health.

Semangat Rid! You make these several days much matter! Good movement so keep fight💯❤️


May 07, 2020

Catatan 23






Tibalah hari berulang
Langkah berayun, dunia baru menjelang
Pada liku yang meliuk penuh rintang
Sambutlah ucapan selamat datang

Kuatkan Iman
Tetap membumi
Jagalah hati
Bijak dalam menyikapi
Sukacita dalam berbagi

Babak baru mengalir memulai hari
Pada satu titik berpindah maju menapaki
Harap-harap terpanjat wujudkan mimpi
Semoga diri berkuat, tegar menjalani


———
Terima kasih untuk orang-orang yang terkasih yang telah hadir menemani langkah hingga detik ini. Luar biasa pengorbanan yang telah banyak diberikan. Waktu, tenaga, air mata, materi, emosi, bahkan telinga yang siap mendengar dan menampung banyak keluh kesah. Terima kasih untuk segala yang rela dibagikan, dikorbankan untuk manusia yang masih banyak kurang ini. Sadar, langkah untuk terus belajar tidak akan pernah berhenti. Pada banyak kasih yang telah dicurahkan, Terima kasih yang tulus dari hati🙏🏻❤️