Internship in Eisai Indonesia, DAMN! How Lucky I am!

For me, Internship Program in PT Eisai Indonesia by The DEC Project Managers Meeting and BELKAGA Event is a really one of my greatest experience ever. The way we meet, discuss, and initiate many ideas for better Indonesian Future in social health. By this experience I learn how to maintain a big project into local level, directly visit to the company and finalized the ideas by share and discussion with the company leader form Japan and in Indonesia, and also the project managers around the world. Thank you AIESEC! for having me in this project.

DIMAS DIAJENG JOGJA 2019

Paguyuban Dimas Diajeng Jogja adalah rumah untuk mengembangkan potensi diri, tempat di mana kami saling menerima perbedaan, mendukung satu sama lain dan mendedikasikan diri sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk bersama-sama mendukung pengembangan pariwisata kota Jogja.

Gadjah Mada Menyapa: Serunya Berkeliling Sulawesi Selatan dan Menebar Semangat Kebaikan

Menjadi satu di antara segelintir anak daerah yang bisa mengenyam pendidikan di kampus besar Gadjah Mada membawa tanggungjawab tersendiri untuk berkeinginan berbagi dan menginspirasi mereka adik-adik kami yang lainnya untuk bisa bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Ini pengalaman kami berkeliling Sulawesi Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Gadjah Mada Sul-Sel dalam rangkaian Gadjah Mada Menyapa.

Gadjah Mada Muda: Petualanganku sebagai Mahasiswa UGM Berawal di Sini

Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah karena saya sadar tidak semua dari anak daerah seperti saya bisa mencicipi bangku kuliah, apalagi di salah satu kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan momen berharga ini, saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk dapat belajar dan membangun potensi yang lebih baik lagi serta menebarkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan melalui dedikasi dan semangat untuk mengabdikan diri. Inilah awal kisahku, Gadjah Mada Muda 2014

MUN: Pengalaman Merepresentasikan Negara di Simulasi Forum PBB

Simulasi Sidang PBB atau Model of United Nations adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengasah keterampilan dan kapasitas dalam bernogosiasi, berdiskusi dan beradu argumen untuk lebih peka dan peduli pada isu-isu internasional. Simak bagaimana saya mengikuti Padjadjaran Model United Nations, dan dapatkan tips-trik bagi kamu yang mau mengenal dunia MUN di sini.

October 01, 2019

1 Oktober: Jakarta hari ini



1 Oktober 2019! Selamat memperingati hari kesaktian Pancasila gengs! Hari ini adalah salah satu momen penting untuk memperingati hari bersejarah, untuk mengenang gugurnya jenderal-jenderal TNI setelah gelombang pemberontakan 30 September PKI tahun 1965. Hari ini kita harus bersyukur masih bisa menikmati Indonesia yang berdasar pada Pancasila, yang telah melalui tragedi-tragedi mencekam termasuk gugurnya para jenderal tahun 1965 tersebut yang kemudian kita kenal sebagai pahlawan revolusi. Hari ini Jakarta sibuk dengan persiapan upacara dalam rangka mengenang tragedi bersejarah tersebut yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Selain peringatan hari kesaktian Pancasila, hari ini juga salah satu momentum penting, dimana akan dilaksanakan pelantikan bagi 575 anggota DPR-RI untuk periode 2019-2024. Menurut berita, juga ada 136 anggota DPD RI yang juga sekaligus akan dilantik hari ini. Dari presentase 575 anggota DPR sendiri, ada sekitar 286 wajah baru dan selanjutnya akan menduduki kursi dewan yang terhormat itu. Artinya sekitar 49.7% atau separuh dari mereka adalah orang-orang baru yang menjabat sebagai anggota DPR-RI yang akan menduduki Senayan sebagai perwakilan suara rakyat hingga lima tahun yang akan datang. Harusnya besaran ini bisa signifikan untuk mendorong kemajuan dan perubahan DPR yang lebih baik setelah carut-marut lembaga DPR yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir di tengah-tengah kita. Masalah-masalah terkait rancangan Undang-Undang yang lagi panas beberapa hari terakhir harus jadi prioritas dan pekerjaan baru yang harus langsung dikebut untuk penyelesaiannya. 

Ngomong-ngomong soal carut marut Rancangan Undang-Undang yang disusun anggota DPR, topik ini memang sepertinya adalah prime news buat media di Jakarta dalam beberapa terakhir. Demonstrasinya mulai makin memanas dan berita-berita update melaporkan kericuhan antara massa aksi dengan kepolisian.

Hadeh kalau udah mulai rusuh kaya gini sejujurnya miris banget ya. Demonstrasi harusnya jadi ajang menyuarakan pendapat. Ya tapi dengan cara-cara yang damai dan seharusnya bebas anarkis. Setidaknya itu yang gue pelajarin dan eksekusi langsung jaman-jaman aktif di Dewan Mahasiswa dan Forum Advokasi UGM jaman kuliah dua tahun yang lalu. Turut prihatin banget mendengar Cerita soal beberapa teman-teman karyawan di Jakarta yang semalam akhirnya harus tertahan di beberapa tempat karena adanya kerusuhan imbas dari gelombang demonstrasi yang berujung bentrok. 

Demo yang sedang panas ini sudah bergejolak sejak seminggu yang lalu sebenarnya, aksi protes terhadap DPR yang dituntut merevisi berbagai Rancangan Undang-Undang yang dinilai kontroversional. Mulai dari Rancangan Undang-Undang yang melemahkan KPK, undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual, sampai Rancangan Undang-Undang KUHP yang dinilai carut marut dan bermasalah. 

Kayanya kalau mau bahas kebobrokan rancangan undang-undang ini semua, butuh waktu panjang dan pembahasan berbab-bab lagi dah haha😅 Coba ya abis ini semoga ada waktu kalo selo, boleh deh aing nulis gimana sudut pandang soal isu ini. (Kaya ada yang nungguin aja yak 😂 ). 

Tapi kalau udah penasaran banget nih, mending langsung aja bisa dicari lagi lebih lanjut di uncle Google buat memahami lebih jauh kontroversi soal undang-undang yang lagi hot ini. Di Jogja, teman-teman rame banget dengan kampanye #GejayanMemanggil buat mengumpulkan massa dan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dalam rangka menuntut keseriusan pemerintah dalam penyusunan dan revisi rancangan undang-undang. 

Potret Aksi #GejayanMemanggil update dari Instagram Story teman-teman di Jogja

Di Jakarta, mahasiswa dari berbagai daerah yang tergabung dalam aliansi BEMSI ini rame-rame menggruduk Senayan. Asik juga kemaren pas Joging di GBK, bisa berinteraksi langsung sama temen-temen dari macam-macam universitas yang lagi ikutan aksi di sana. Yang penting aman, gue pribadi mendukung suara kritis mahasiswa, apalagi juga jaman-jaman mahasiswa sudah pernah merasakan bagian dari pergerakan. Sekarang Farid dah jadi budak korporat ga peduli lagi ya? Ya tetap peduli laah. Mungkin bentuknya aja sekarang yang berbeda. 

Kalau dulu sambil cari tahu dan baca bahkan terlibat perumusan kajian sebelum aksi demonstrasinya, sekarang karena keterbatasan waktu dan ranah pekerjaan yang mulai beda, cuman bisa diskusi sama teman-teman pergerakan yang masih ada di lapangan. Atau minimal cari tahu dari referensi-referensi online. Paling penting, update beritanya sih. Jadi tahu progresnya dan ngikuti alurnya gimana. Dukungan bisa juga lewat doa buat kawan-kawan yang berjuang di sana. Dan ga lupa, ikut meluruskan misinformasi dalam forum-forum diskusi kecil yang terjadi di lingkaran sekitar baik langsung maupun dalam grup-grup media sosial.

Salut juga buat teman-teman yang join kontribusi buat kebutuhan logistik yang diperlukan. Makanya pas denger berita Ananda Badudu mantan vokalisnya Banda Neira ditangkap karena terlibat fundraising demo. Cmon man, they are not terrorist. 😤  Gue pribadi stands behind them, Khususnya menolak pelemahan KPK melalui Undang-Undang KPK yang kelihatan banget kepentingan politikus tikusssnya kentara banget. Panjang umur perjuangan! 

Semalam berita lebih parah lagi, hebohnya. Anak-anak STM juga ikutan join buat gelombang demonstrasi menuntut DPR dan proses Undang-Undang yang bermasalah ini. Sampai-sampai bentrok dan akhirnya banyak yang berimbas, termasuk teman-teman karyawan yang mandek di halte-halte busway di sekitaran Senayan. Kasian banget denger cerita-cerita mereka😤😤

Pada akhirnya, Aku pribadi sangat menyayangkan kalau akhirnya aksi demontrasi malah berujung bentrok dan rusuh yang akhirnya berimbas negatif kaya yang terjadi semalam. Aksi demonstrasi harusnya jadi ajang menyuarakan pendapat dan kebebasan berekspresi yang harus dibarengi dengan tanggungjawab untuk menjaga lingkungan dan ketertiban bersama. Pengen bilang, gue menitipkan suara pada aksi demonstrasi teman-teman semua buat disuarakan langsung terhadap tuan-tuan pemangku kepentingan untuk melindungi kepentingan pembangunan dan masa depan bangsa. Dengan catatan keamanan dan ketertiban harus tetap dijaga dan hindari bentrok sebisa mungkin biar negara gak semakin kacau di mata dunia. 

Lebih jauh, kita ucapkan selamat memulai kerja bagi bapak-ibu anggota baru dewan yang terhormat. Kami titipkan suara kami pada bapak ibu sekalian, kami menanti buah kerja keras dan kerja nyata pada proses revisi dan finalisasi deretan rancangan undang-undang yang digarap. Semoga keadilan dan kejujuran adalah tonggak utama bapak-ibu mengabdi di kursi kehormatan negara di Gedung DPR-RI sana.

September 27, 2019

Puisi: Surat Kecil Untuk Dia



Untuk Ia
Yang raganya sedang menggeliat di Jogja
Tapi wujudnya sedang kuat-kuatnya berkeliling putar-putar di kepala manusia perindu di Ibukota

Kerinduan yang melanda, mungkin ini bukan yang pertama. Tapi rasanya tidak pernah berubah, atau sekalipun melemah. Sementara di tengah-tengah kesibukan dunia, kerinduan yang bergejolak makin lama justru semakin menggelora. 

Satu-satunya upaya adalah melawan dengan cara sebaik-baiknya. Menikmati kerinduan, dan meyakini bahwa ini adalah bagian dari cara semesta menyatukan hati dengan gelombang yang jauh lebih besar rambatannya. 

Semoga kebaikan senantiasa mengiringi setiap langkah. Dan perjuangan besar, yang sedang ditempuh pada akhirnya. Tinggal baaimana menanti waktu berjalan berirama. Akan tiba jua masanya jumpa adalah mujarab ampuh yang menyudahinya. 

Kusampaikan melalui surat kecil, rasa rindu yang begitu besar dari dalam dada. Surat kecil yang berusaha membendung menampung kerinduan yang begitu hebatnya. 

Kasih manusia itu nyata, sebagaimana bentuk terindahnya yang ditunjukkan Tuhan melalui kita. 

Semoga setia dan cinta adalah makna. Pelajaran berharga yang memang seharusnya khidmat sebagai buah dari proses perjalanan tumbuh bersama.

Dan pada kita kugantungkan harap yang menjulang ke angkasa. 

Sayangku, cintaku, dan rinduku

Kujaga untuk dirimu satu, semata.


Jakarta, 25 September 2019
Sampai jumpa, menuju purnama dalam hangat dekap bersama

September 25, 2019

Puisi: Titip Rasa




Tak pernah seindah ini,
Menitip rasa pada satu makhluk

Membentuk insani
Berbenah sanubari

Bangun kisah dan memori
Lalu perlahan-lahan meninggalkan jejak hati

Tak pernah seindah ini,
Menitip rasa pada satu makhluk..

Lelahpun, tetap berlanjut menapaki
Bangun cinta pada satu hati
Abadikan makna dalam kasih suci

September 23, 2019

Puisi: Mustajab


Hari ini hari pertama secara resmi bekerja di tempat yang baru: Maybank Indonesia.

Perjalanan hidup setiap orang aku yakin adalah istimewa dan memiliki maknanya masing-masing di tiap rangkaian tahapan dan proses yang dilaluinya. Begitupun aku, yang sudah sampai di sini hari ini.

Kalau menengok kembali ke belakang, rasanya tidak ada ungkapan yang paling besar selain ucapan syukur, rasa terima kasih yang luar biasa besarnya. Untuk sahabat-sahabat dekat, keluarga, dan khususnya orang tua. Sosok-sosok luar biasa yang selalu memberikan suport dorongan motivasi, doa-doa dan segala arahan serta semangat untuk berjuang melanjutkan hidup sebaik-baiknya, dengan sehormat-hormatnya yang bisa dilakukan.

Setelah baru saja menghabiskan waktu setengah jam di telpon Ibu, rasanya ucap syukur itu benar-benar besar. Alhamdulillah bersyukur Allah benar-benar baru saja memberikan pelajaran yang sangat bermakna dan berkesan melalui pelibatan langsung di tengah “pertunjukan” terbaik dalam drama kehidupan.

Dan yang tak terlupakan, proses untuk menyembuhkan diri dengan kembali ke kampung halaman pada momen libur lebaran Idul Adha terakhir, juga ternyata menjadi hari baik ketika doa-doa terbaik dari Ibu dan juga kakek-nenek, serta keluarga lainnya yang bisa benar-benar kumintakan secara langsung benar-benar menenangkan dan menjadi bekal berharga kembaliku menapaki hari baru.

Dan pada akhirnya, masa-masa kabut telah berlalu, bersambut cahaya mentari hari baru. Syukur alhamdulillah, salah satu dari harapan untuk bisa diberikan petunjuk arah dan tempat terbaik, bisa benar-benar dijabahkan oleh Allah.

Ini baru awal dari proses yang panjang. Maka dari itu tentu doa-doa yang mengiringi bukan cukup sampai di sini saja. Pada akhirnya sebaik-baik skenario adalah yang disandarkan pada takdir yang ditentukan Sang Maha Pencipta. Berserah diri adalah kunci. Tugasku adalah menunjukkan usaha terbaik, dan tidak lupa untuk senantiasa mengingat. Atas doa-doa mustajab yang diijabah, pada Yang Kuasa kuucapkan syukur.

Pinus Malino, saksi kembaliku berpulang, mendekap hangat keluarga dan menuai doa-doa


Alhamdulilah

Ku panjatkan syukur pada Rabb yang Maha Kuasa

Pada jiwa-jiwa yang selalu terbuka menyambut suka dan lara

Pada langkah-langkah berpindah yang selalu dijaga 

Juga pada  panggung baru yang megah untuk berkarya

Bahkan  pada jalan indah belajar mencinta dan dicinta

Alhamdulillah.. 


Di malam sendu bersama rindu,
Jakarta, 23 September 2019.

September 22, 2019

Hari Pertama di Ibukota Jakarta!



Fyuh,

Pegalnya kaki akhirnya bisa selonjoran juga di kamar hotel setelah kurang lebih tiga jam bertualang, di hari pertama menginjakkan kaki kembali ke Jakarta dengan status yang baru: Bukan Pengangguran😬

Momen ke Jakarta kali ini sepertinya adalah yang paling istimewa karena akan menjadi awal mula pembuka perjalanan dunia kerja bersama Bank Internasional Indonesia atau yang sekarang Maybank Indonesia.

Tidak mau menyia-nyiakan waktu, setibanya di Jakarta sudah mulai berpetualang menjelajahi Ibukota dan memulai mengumpulkan semangat postif untuk memulai dunia baru di tempat kerja yang baruuu! Dan petualangan kali ini adalah: Mencoba Trans Jakartaaa!!

Trans Jakarta ini ya kita semua tau, busway moda trasportasi umum di Jakarta. Sebenarnya mau nyoba MRT, tapi karena dekat penginapan adanya baru Tije ini, jadi mungkin mencoba MRTnya bisa lain hari mungkin, semoga bisa disegerakaan~

Potret petualangan mencoba Trans Jakarta, di Jembatan Penyeberangan 

Potret jalan di Jakarta dari jembatan penyeberangan busway Trans Jakarta


Pihak perusahaan nampaknya sangat baik, karena fasilitas bagi karyawan dari luar daerah seperti aku ini diberikan pelayanan ekstra berupa akomodasi hotel selama kurang lebih sebulan pertama dalam masa training. Tempatnya di D Hotel Jakarta, Jalan Sultan Agung, bilangan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Dikasih kamar King Size, D Hotel Jakarta, buat sendiri untuk bulan pertama di Jakarta.

Tiba di hotel sore tadi langsung masuk cek in dan malah bersemangat buat jogging karena sudah bosan tidur, kegiatan sebagian besar yang kulakukan untuk menghabiskan waktu selama di perjalanan kereta.

Joging di sekitaran jalan Sultan Agung dan bilangan Kuningan, Jaksel ini cukup menyenangkan. Lumayan untuk pengenalan lingkungan baru, sambil lihat-lihat situasi di sekitar. Joging sore ini makin seru setelah akhirnya kutemukan kawasan perumahan dan taman Tangkuban Perahu persis di belakang hotel. Taman ini ramai dengan banyak aktivitas, anak-anak yang asik bermain, remaja tanggung olah raga, ada yang juga pacaran atau sekadar jajan di pedagang kaki lima di pinggiran taman. Bahkan ada kakek-kakek yang masih semangat buat joging lengkap dengan sepatu ketsnya.
Petualangan joging ini lengkap sekaligus memuaskan hasrat mencari spot-spot buat makan pinggir jalan besok, selama nginap di D Hotel ini kurang lebih sebulan.

Ngomong-ngomong soal nginep hotel sebulan ini, satu yang ada di benakku:

Tagline Maybank: Humanizing Financial Services bener-bener nyata sampai ke pegawainya sendiri. Pegawai baru kayak aku aja bisa semanusiawi ini perlakuannya 😭🥰

Selepas joging, kembali masuk ke hotel buat mandi dan beberes. Setelah segar kembali, kembali ke belakang buat menjelajahi langsung penjual-penjual pedagang kaki lima di seputaran taman. Maklum karena tadi niatnya cuman joging jadi ga sempat bawa duit buat icip-icip beli jajanan. Akhirnya kupuaskan hasrat jajan dengan mencoba cireng, tempe goreng, ada bakwan alias orang bandung bilangnya BALA-BALA, sama satu semacam lumpia atau korket gitu. Murah harganya satu seribuan, jadi total aku beli enam biji aneka macam gorengan itu.

Sedikit menggangjal perut, adzan Isya yang berkumandang membuat tertarik buat jelajah Masjid Jami Tangkuban Perahu yang juga ada persis di sisi barat taman. Ukurannya cukup luas dan besar untuk seukuran mesjid komplek perumahan. Mungkin juga karena di sekitarnya adalah rumah-rumah notaris dan dokter jadi yaa lumayan lah ya mesjid ini mendapat sokongan materi yang cukup baik untuk pembangunan.

Selepas isya berjamaah itu, tiba-tiba muncul kepikiran buat uji coba jalur busway yang haltenya tepat ada di depan hotel. Ini juga karena ada info yang bermanfaat banget dari teman yang sama-sama diterima kerja seleksi kemarin, yang rumahnya memang di Jakarta. Namanya Irham. Sempat ngobrol dikit awalnya soal persiapan buat besok, akhirnya tiba-tiba dia bocorin sebuah aplikasi transportasi umum yang bisa dipakai untuk tahu jalur-jalur yang ada dan kombinasinya jika diperlukan (misal nyambung busway-MRT-jalan kaki, dll). Nama aplikasinya Trafi.

Tampilan aplikasi Trafi

 Wah gila aplikasi Trafi ini luar biasa kerennya dan akurat banget buat dipakai untuk transportasi umum di Jakarta. Semuanya real time sampai jadwal kedatangan busway, kode jalur, dan bahkan hitung-hitungan durasi jalan kakinya semuanya presisi.


Aku coba sendiri buat naik busway ke Plaza Senayan dari daerah Setia Budi ini dengan halte Trans Jakarta Halimun. Cuman modal kartu Flazz BCA yg udah lama ada di dompet, dan saldo 3500 rupiah, sudah bisa baik Trans Jakarta dan dengan sambung-sambung dari Halimun ke Dukuh Atas 2 - transit Dukuh Atas 1 - Bunderan Senayan, akhirnya bisa sampai Plaza Senayan dengan selamat. Dan muraah! Cuman ya memang pake tambahan  modal kalori buat jalan-jalan kakinya itu.

Masuk halte Trans Jakarta dengan kartu Flazz

Tapi ini beneran asik banget! Apalagi suasananya ga begitu rame dan jam 8 malam di hari Minggu kayak tadi, sepertinya memang ga begitu banyak orang-orang yang pakai Trans Jakarta.

Susana busway Trans Jakarta ke dari Halimun ke Dukuh Atas 2

Aku membayangkan besok di hari Senin pasti akan jauh lebih rame dengan pegawai-pegawai yang sebagian besar pada ngandalin Trans Jakarta buat moda transportasi ke tempat kerja. Sampai di Sentral Senayan 3 pun juga suasananya udah sepi.

Suasana ketika tiba di Sentral Senayan 3 

Ga sabar buat besook! Wish me luck.

Harus tidur cepet malam ini biar besok pagi bisa bangun agak cepat dan menikmati sarapan hotel.

Bocoran di travel advisor katanya enak! Let’s see.. semoga ga telat bangun haha.

Oke, see you soon!

Jembatan Trans Jakarta Gelora Bung Karno

Suasana Jembatan Penyeberangan

Jembatan penyeberangan Dukuh Atas

Pintu masuk dari penyeberangan ke Halte Trans Jakarta
Suasana Bus Trans Jakarta dalam perjalanan pulang ke Setia Budi

Beranjak




Hari keberangkatan keluar meninggalkan Jogja.

Rasanya campur aduk.


Mungkin gini ya memang rasanya mengembara di perjalanan panjang kehidupan. Tanpa terasa waktu berlalu mengiringi langkah. Menapaki dari satu anak tangga tahapan kehidupan ke fase anak tangga tahapan selanjutnya.

Tidak terasa chapter perkuliahan yang kujalani di Jogjakarta selama kurang lebih empat tahun, ditambah juga dengan terlibat sebagai tenaga fulltimer di kampus selama kurang lebih dua tahun, akhirnya hari ini tibalah saatnya untuk beranjak.

Kalau mengingat-ingat kembali flashback, sudah ada banyak sekali kenangan dan momen-momen yang tercipta selama di kota istimewa ini. Teringat hari-hari pertama menginjakkan kaki di sini, semuanya serba asing. Tapi ternyata perlahan-lahan yang asing itu berganti menjadi sesuatu yang akrab dan menyenangkan.

Damainya Kota Jogja akan selalu terkenang. Istimewanya orang-orang, kehidupan masyarakatnya, sampai makanan-makanannya yang tidak bisa terlupakan. Benar kata orang, akan selalu ada sesuatu di Jogja.

Hari ini adalah proses berpindah ke halaman baru di chapter berikutnya. Menjalani rangkaian selanjutnya tahapan baru di perjalanan kehidupan. Entah apa yang direncanakan Tuhan, segalanya kupasrahkan. Semesta selalu punya cara terbaiknya sendiri. Kita hanya bisa mengusahakan dan sebaik-baiknya menjalankan.

Terima kasih orang-orang baik yang sudah menemani dan mewarnai hari-hari di Jogjaa! Setiap dari kalian adalah sumber semangatku.

Sampai berjumpa lagi,
Bertemu dan mengenang kembali memori-memori.



Di tengah perjalanan kereta api Taksaka
Jogja-Jakarta
22 September 2019

September 21, 2019

Sampai Jumpa YouSure!


Squad YouSure terakhir 2019


Hai!

Ini hari terakhir melangkah di chapter kehidupan kampus bersama YouSure.

Rasanya campur aduk. Dinamika 3 tahun ini akhirnya berakhir hari ini.

Setelah ini, babak baru akan bersambut.

Semoga apapun yang sedang menjelang, adalah hal-hal baik yang senantiasa melangkah dan menjelma.



Sampai jumpa lagi YouSure..

Hari ini rasanya indah. Semoga hari-hari yang telah berlalu adalah hal baik. Sepenuhnya bagimu, dan semoga ada pula bagiku.


Bukan jenuh,

Lebih tepatnya, mungkin butuh dinamika yang baru.

Izinkan aku melangkah pada dunia baru, supaya dua dari kita sama-sama saling berbenah.



Hari terakhir di YouSure..

Tinggal aku sendiri. Seperti biasa ditemani musik-musik mengiringi.

Bedanya, mungkin hari ini adalah yang terakhir kali.

Cukup untuk dikenang.


Sampai jumpa kawan-kawan yang sudah membersamai!

Banyak sekali kenangan yang terukir di tempat kita bersama ini.

Semoga yang baik-baik akan selalu abadi.

Dan bagi salah dan keliruku, kupintakan maaf, semoga segala duka yang berbekas mendapat pengampunan.



Sampai jumpa YouSure!

Senang pernah berada di sini..


September 20, 2019

Puisi: 19.9.19

19/09/2019
21.33 WIB
Warung Tengger, Bukit Bintang




Kerlap-kerlip membersamai
Satu pintu diketuk untuk membuka
Harap pada asa
Berjuang dengan rasa


Doa menemani langkah
Semoga selalu semoga
Semoga padamu kau dapati tenang
Meski nampaknya akan selalu banyak pinta

Pada lembaran baru yang sepakat kita buka
Jauh hati memendam asmara
Mendekap hati
Jelmaan simpul bertuan

Erat menggenggam bulat mengharap
menuju dewa-dewa panggung cinta

Selamat

Sambut damai jalani semesta

Langkahmu takkan pernah sendiri





September 18, 2019

Puisi: Main yuk




Halo.

Main yuk,


Sedang ingin diajak main.

Sudah lama kita tidak duduk berdua menikmati senja.

Apalagi pantai.

Sepertinya sudah lama rasanya, kita baradu tawa sambil cipratan air laut membasahi lidah.

Atau sekadar menciptakan hening dan yang terdengar hanya kerusuhan ombak kejar-kejaran di antara kita.

Liburan yang bukan hanya menyegarkan badan dari air mandi yang basahi kita.

Tapi juga jeda untuk sejenak bersinggah di tengah penatnya pikiran.


Sepertinya memang kita sudah sangat perlu buat main berdua.

Tapi tidak harus pantai juga.

Bahkan keluar kamarpun sudah asik harusnya.

Bukan soal ke mana.

Tapi

Yang jauh lebih penting,

Ini soal ke mananya sama  siapa.

September 17, 2019

Puisi: Renjana





Berdialog dengan diri sendiri,
Sesuatu yang kuat sedang menggejolak 
Renjana.

Mencintai itu manusiawi
Ragu itu juga manusiawi
Takut
Pun itu manusiawi

Rasakan cinta
Mengurai keraguan
Hadapi ketirnya ketakutan

Lihat mereka beradu
Saling memburu
Bergulat
Bolak-balik menggeliat

Sulit. 
Berbicara dari hati ke hati
Ke diri sendiri
Tapi sekali temukan percakapan baik
Dan dapati lebih dalam diri sendiri

Bangunlah damai
Bernafas menenangkan ragu
Mengucap kata maaf
Dan menerima kembali maaf 
Termasuk maaf pada diri sendiri 

Pada cinta yang bergejolak
Hadapilah ragu
Takut adalah cerminan
Menyadari sukma seutuhnya
Bersemayam sebagai manusia

Dengan luka, 
Tapi juga dengan cinta.

Yogyakarta, 17 September 2019